Whatsapp Share Like
Simpan

Suatu hari, saat saya sedang menemani si Kecil bermain, tiba-tiba dia berkata, “Bu, Ayah kalau lagi marah wajahnya kayak gini, ya?” (kemudian menirukan mimik ekspresi Ayahnya). Spontan saya jadi tertawa karena ekspresi yang ditirukan olehnya mirip sekali sama wajah Ayahnya saat marah. Melihat saya tertawa, si Kecil malah ikutan tertawa dan menirukan kembali mimik yang barusan ia buat. Duh, gemasnya bukan main!

Di situ saya jadi menyadari satu hal. Ternyata anak kecil itu belajarnya cepat sekali ya, Bu. Hanya dengan sering melihat saja, ia sudah bisa mengikuti bahasa tubuh dan mimik orang yang ditirukannya. Kemudian, terlintas ide sederhana di kepala saya untuk mengajak si Kecil belajar mengenai jenis-jenis ekspresi dan menuangkannya kembali ke dalam bentuk gambar. Akhirnya, saya cari beberapa benda yang ada di rumah dan bisa digunakan untuk memulai aktivitas ini,seperti :

  1. Kertas HVS  (ukuran bisa disesuaikan).
  2. Krayon atau pensil warna

Cara membuat:

  1. Letakkan kertas HVS beserta alat menggambar milik si Kecil. Sebelum meminta si Kecil untuk menggambar, lebih baik Ibu memperlihatkan berbagai ekspresi seperti muka sedih, cemberut, tertawa dan sebagainya.   
  2. Atau bisa juga Ibu coba tanyakan kepadanya “Kalau ada yang merebut mainan milikmu, wajahmu tersenyum atau cemberut?”. Saat ia menjawab pertanyaan Ibu dengan memperlihatkan mimik muka seperti yang Ibu minta, abadikan momen tersebut dalam bentuk foto. Ekspresi buatannya pasti lucu-lucu deh, Bu!
  3. Berdasarkan ekspresi yang dibuat oleh si Kecil, coba minta ia untuk menggambarkan kembali ke dalam kertas tadi, ya.
  4. Lanjutkan dengan pertanyaan lain yang jawabannya menggambarkan  ekspresi marah, senang, sedih, mengantuk, dan juga lelah. Foto setiap kali ia memberikan ekspresi yang berbeda-beda. Minta lagi kepadanya untuk menggambarkan ekspresi yang dia perlihatkan di foto tersebut.
  5. Tada! Gambar ekspresi si Kecil sudah jadi! Setelah selesai, saya coba untuk mengulang ekspresi yang ia hasilkan dengan memintanya meniru gambar yang saya tunjuk. Dengan begitu ia jadi semakin memahami masing-masing perbedaan dari gambar ekspresinya tadi. Seru, lho!

Ketika suami baru pulang kerja, saya tunjukkan gambar buatan si Kecil dan minta untuk dipajang dikamarnya. Sewaktu melihat gambar dan juga fotonya, suami saya juga ikut tertawa karena mimik yang ditirukan mirip sekali dengan Ayah dan Ibunya. Belajar dari pengalaman, saya dan suami kini jadi lebih berhati-hati saat berekspresi dan memilih kata yang digunakan.

Nah, melalui aktivitas menggambar seperti ini, Ibu jadi mengajarkan dua hal kepada si Kecil. Pertama, Ibu melatihnya mengingat bentuk-bentuk sederhana seperti lingkaran atau segi empat, hal ini dapat melatih koordinasi tangan/jari . Kedua, melatih kemampuan sosial dengan  mengajarkan si Kecil cara meniru bahasa tubuh dan menggambarkan kembali ekspresi wajah yang ia lihat. Walaupun gambar ini masih terhitung sederhana, namun, coretan sederhana miliknya ini bisa-bisa jadi permulaan karya seni yang lebih kompleks di masa yang akan datang, lho. Mengagumkan ya, Bu?

Tidak hanya melalui aktivitas bersama keluarga saja, proses membedakan jenis-jenis ekspresi ini juga dapat ia terapkan ke dalam kelompok bermainnya. Jadi, tidak hanya bisa membedakan suasana hati Ayah dan Ibu saja, kini si Kecil juga belajar untuk memahami perasaan teman-teman seusianya. Nah, dari kebiasan berinteraksinya dengan orang lain itu, kepekaannya juga jadi ikut terlatih. ia terlihat belajar untuk bekerja sama, dan mulai bisa menunjukkan perhatian kepada teman-teman bermainnya.

Melihat kemampuannya yang terus-menerus di asah melalu berbagai macam aktivitas, tidak jarang si Kecil menjadi mudah sakit karena terlalu lelah atau lingkungan bermainnya yang mungkin kurang bersih. Di usia 1-3 tahun ini, Si Kecil sangat imajinatif dan senang mengamati hal-hal baru yang ia temui di sekitarnya. Saya membiasakan ia untuk minum susu pertumbuhan Frisian Flag Jelajah setiap pagi saat sarapan, makan siang, dan juga sebelum tidur. Kombinasi Tinggi Protein, Zat Besi, Iodium, Selenium, Seng,  vitamin A, C, dan E, serta Inulin yang ada pada Frisian Flag Jelajah Suprima diformulasikan untuk setiap tahap penting pertumbuhan si Kecil untuk mendukung daya tahan tubuhnya agar ia bebas menjelajah.