Whatsapp Share Like Simpan

Bayi mengalami cegukan itu hal yang biasa. Namun, bagaimana jika bayi cegukan saat sedang tidur? Kondisi ini memang kurang umum terjadi, tapi bisa saja bayi mengalaminya akibat kondisi tertentu.

Dalam dunia medis, cegukan dikenal sebagai singultus, yaitu kondisi di mana diafragma mengejang secara tiba-tiba di luar kendali. Pada bayi, cegukan bisa terjadi saat bayi menyusu terlalu cepat sehingga menyebabkan banyak udara masuk melalui mulut. Menyendawakan bayi setelah selesai menyusu merupakan solusi agar udara dari perut bisa keluar dan risiko bayi cegukan ataupun keluhan lainnya dapat berkurang.

Penyebab Bayi Cegukan Saat Tidur

Penyebab Bayi Cegukan Saat Tidur

Jika penyebab bayi cegukan saat terjaga akibat menelan banyak udara, bagaimana dengan penyebab cegukan yang terjadi saat bayi tidur? Berikut adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi mengalami cegukan ketika tidur:

  • Kondisi Medis Tertentu. Beberapa penyakit tertentu dapat menjadi penyebab cegukan kronis ketika bayi sedang dalam kondisi tidur sehingga berpengaruh pada saraf yang mengontrol otot diafragma. Contoh penyakit tersebut antara lain tumor, gondok, pneumonia, pleuritis, laryngitis, refluks gastrointestinal, cedera otak, dan multiple sclerosis.
  • Gangguan Tidur Apnea. Apnea merupakan gangguan tidur yang membuat penderitanya berhenti bernapas sementara selama beberapa kali ketika sedang tidur. Menurut perkiraan para ahli, apnea dapat menyebabkan tubuh menjadi kekurangan oksigen. Saat bayi mengalami apnea, otak tidak memperoleh sinyal dari otot-otot pernapasan atau tenggorokannya akan terhambat sementara. Akibatnya, bayi pun terserang cegukan saat tidur.
  • Perubahan Tekanan Darah. Menurut informasi yang tercantum di dalam Journal of Applied Physiology, tekanan darah yang mengalami perubahan dapat mengakibatkan cegukan. Di samping itu, pola pernapasan yang tidak normal juga bisa menjadi pemicu bayi cegukan ketika sedang tidur.
  • Penyakit Metabolisme. Beberapa penyakit yang berkaitan dengan metabolisme dikatakan juga bisa memicu munculnya cegukan ketika bayi tidur, misalnya penyakit diabetes, ketidakseimbangan elektrolit, serta gangguan ginjal.

Baca juga: Yuk, Kenali Penyakit Vitiligo pada Bayi! [Gejala & Penyebab]

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Bayi cegukan ketika terjaga mungkin bisa dengan mudah ditangani, tapi ketika sedang tidur bagaimana cara mengatasinya? Ibu pun pasti akan kebingungan untuk menanganinya, karena di satu sisi tidak mau mengganggu waktu tidur bayi tapi juga tidak ingin bayi terus-menerus cegukan. Jadi, adakah solusinya?

Artikel Sejenis

Untuk menghentikan cegukan, bisa dilakukan beberapa upaya guna menstimulasi saraf vagus atau meningkatkan kadar karbondioksida. Ketika mendapati bayi cegukan ketika tidur, Ibu bisa mencoba langkah-langkah sebagai berikut:

  • Memastikan posisi bayi dengan benar saat menyusu. Bisa jadi cegukan yang dialami bayi ketika tidur merupakan akibat posisi yang kurang benar saat menyusu sebelum tidur. Untuk itu pastikan posisi menyusu bayi sudah benar dan tidak membuatnya menghirup banyak udara. Berikan bantalan pada kepalanya supaya posisi kepala lebih tinggi dari badan bayi. Langkah ini dapat mencegah bayi tersedak ataupun terlalu banyak menghirup udara.
  • Menyendawakan bayi sebelum tidur. Bayi juga sebaiknya sudah disendawakan setelah ia selesai menyusu. Kalau ia tertidur di tengah menyusu, Ibu bisa meletakkan bayi di pundak dalam posisi berdiri dan menepuk punggungnya secara perlahan hingga ia bersendawa. Setelah itu, letakkan bayi di kasur dengan hati-hati supaya ia tidak terbangun.
  • Susui bayi. Ibu pasti akan segera minum air putih kalau tiba-tiba cegukan, bukan? Nah, cara ini juga bisa dicoba untuk menghentikan bayi cegukan, Bu, tapi bukan dengan air putih melainkan ASI atau susu. Susui bayi agar cegukannya berhenti dan jangan lupa untuk menyendawakannya dulu sebelum meletakkannya untuk tidur lagi.
  • Memberikan sesuatu untuk dihisap bayi. Beberapa Ibu memberikan sesuatu untuk dihisap bayi untuk mengatasi cegukan. Selama langkah ini aman dan tidak membahayakan bayi, Ibu boleh saja melakukannya.
  • Konsultasi dengan dokter. Jika bayi beberapa kali mengalami cegukan ketika tidur, lebih baik Ibu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Semakin cepat diketahui penyebabnya, semakin cepat pula penanganan yang bisa diberikan kepada bayi.

Kondisi yang Perlu Diwaspadai

Bagi bayi yang memiliki kondisi medis tertentu, cegukan bisa mengganggu pernapasan. Beberapa kondisi berikut ini juga perlu diwaspadai, Bu:

  • Apakah bayi cegukan disertai dengan batuk, upaya meludah, dan rewel atau tidak.
  • Bayi terlalu sering cegukan atau terjadi terus-menerus hingga usianya 1 tahun ke atas.
  • Cegukan berlangsung terlalu lama.
  • Cegukan terlihat abnormal.
  • Bayi terlihat sesak napas.

Apabila bayi mengalami kondisi-kondisi di atas, maka sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter ya, Bu. Dikhawatirkan kondisi tersebut merupakan gejala dari suatu penyakit serius. Supaya tidak terlambat, maka diperlukan penanganan secepatnya. 

Ibu memang perlu mewaspadai kondisi yang terlihat kurang wajar pada bayi. Berkonsultasi kepada ahlinya merupakan langkah yang paling tepat untuk mengetahui bagaimana kondisi bayi yang sebenarnya. Semoga informasi bayi cegukan saat tidur di atas dapat bermanfaat ya, Bu.

Untuk Ibu yang masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar ya, Bu. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu.

Sumber:

Health.detik, alodokter