Whatsapp Share Like Simpan

Bu, si Kecil sedang susah makan? Bahkan, sampai mengeluarkan atau menyemburkan makanan dari dalam mulutnya? Itu bisa jadi tanda anak GTM atau gerakan tutup mulut. Tak jarang orang tua mengeluhkan mengenai kondisi anak GTM karena sudah melakukan berbagai cara namun si Kecil tetap enggan makan. Wajar saja jika Ibu juga merasa khawatir melihat anak GTM, apalagi berat badan si Kecil tak kunjung naik. Sementara, asupan nutrisi yang berkualitas harus terpenuhi agar tumbuh kembangnya lebih optimal. Di artikel ini akan dijelaskan mengenai penyebab anak GTM, cara mengatasinya, dan ide resep makanan tinggi nutrisi yang baik dikonsumsi si Kecil.

Penyebab Anak GTM

Melansir laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyebab anak GTM cukup beragam, mulai dari rasa bosan, sedang sakit, tidak lapar, hingga adanya trauma karena makanan maupun proses makan itu sendiri. Akibat anak GTM ini, sebagian besar Ibu justru jadi memperbolehkan anaknya untuk mengonsumsi apapun. Sebagai contoh, karena anak GTM, seorang Ibu membolehkan sang anak mengonsumsi makanan tinggi gula atau makanan cepat saji. Padahal, hal ini justru dapat berdampak terhadap kesehatan anak jika terus dibiarkan dalam jangka panjang. 

Menurut penelitian multisenter IDAI, penyebab paling sering anak GTM adalah perilaku makan yang tidak benar atau pemberian makan yang tidak sesuai usianya. Kondisi ini sering terjadi saat dimulainya proses penyapihan pada anak, yaitu saat ia dikenalkan oleh berbagai jenis makanan pendamping ASI (MPASI) hingga usianya di bawah lima tahun. Oleh karena itu, Ibu perlu memberikan asupan nutrisi dengan cara yang tepat agar mengurangi risiko anak GTM. 

Cara Mengatasi Anak GTM

Pemberian makanan yang benar harus memerhatikan beberapa hal penting, di antaranya tepat waktu, kualitas dan kuantitas makanan, kebersihan pengolahan, rasa makanan, serta harus sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pemberian makanan sesuai tahapan perkembangan anak meliputi tekstur makanan dan perbandingan antara makanan yang padat dan cair. Lalu, bagaimana cara mengatasi agar terhindar dari anak GTM? IDAI menganjurkan setiap orang tua untuk melatih perilaku makan yang benar (feeding rules) pada anak. Bagaimana caranya? Berikut ada beberapa tips yang bisa Ibu lakukan:

  1. Buat jadwal makan teratur

    Ibu perlu membuat jadwal makan utama dan makan selingan (snack) yang teratur, dengan pembagian sebagai berikut: tiga kali makan utama dan dua kali makan selingan di antara jadwal makan utama. IDAI juga merekomendasikan pemberian susu sebanyak 2-3 kali sehari.

    Artikel Sejenis

  2. Batasi waktu makan

    Waktu makan juga perlu Ibu perhatikan untuk mencegah anak GTM. Sebaiknya waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit setiap satu kali makan utama.

  3. Lingkungan nyaman

    Selain memerhatikan asupan makanan, Ibu juga perlu menciptakan suasana lingkungan yang nyaman dan menyenangkan saat si Kecil makan. Biasakan makan bersama keluarga di meja makan. Jika tidak memungkinkan makan bersama, sebaiknya tetap latih si Kecil untuk makan di meja makan dengan waktu yang sudah ditentukan. 

  4. Latih anak untuk makan sendiri

    Bila anak GTM, tawarkan kembali makanan tanpa memaksa ya, Bu. Jika setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, Ibu bisa mengakhiri proses makan tersebut. Latih anak untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri. 

Selain tips-tips di atas, ada beberapa hal lain yang perlu Ibu hindari saat anak GTM sesuai anjuran dari IDAI, di antaranya:

  1. Saat anak GTM, jangan memaksanya untuk menghabiskan makanan, apalagi sampai memarahinya. 
  2. Hindari kebiasaan makan sambil melakukan aktivitas lain, seperti bermain, nonton televisi, jalan-jalan, atau naik sepeda. 
  3. Jangan memberikan minuman lain selain air putih di antara waktu makan.
  4. Jangan menjadikan makanan sebagai hadiah. 

Jika Ibu sudah melakukan tips-tips di atas namun kondisi anak GTM masih berlanjut, segeralah konsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan dengan cepat. Sebab, bila kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan, berat badan si Kecil akan terus turun dan asupan nutrisinya semakin berkurang, hingga bisa menyebabkan kekurangan gizi yang berdampak pada kesehatan tubuhnya. 

Nutrisi Penting untuk Anak GTM

Dalam menghadapi anak GTM, setiap Ibu memang dituntut untuk tetap sabar dan tenang. Jika Ibu memaksa atau memarahi si Kecil, justru bisa memicu trauma yang membuat si Kecil semakin sulit makan. Selain mengikuti cara mengatasi anak GTM di atas, Ibu juga perlu terbiasa untuk memberikan makanan tinggi nutrisi sejak si Kecil mulai MPASI. Hal ini akan berkaitan dengan kebiasaan si Kecil saat makan seiring pertambahan usianya. Salah satu nutrisi yang sangat penting adalah protein. Zat makro ini sangat dibutuhkan oleh tubuh anak dalam masa pertumbuhannya, sebab protein memiliki fungsi khas yang tidak bisa digantikan oleh zat gizi lain, yaitu membangun dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh. Ibu bisa mendapatkan protein dari sumber berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan, serta hasil olahannya. 

Protein dari makanan tersebut nantinya akan dipecah menjadi bentuk lebih sederhana yang disebut asam amino. Asam amino memang banyak jenisnya, namun yang paling dibutuhkan oleh tubuh adalah 9 asam amino esensial (9AAE). Ini karena 9 asam amino esensial (9AAE) tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga membutuhkan bantuan dari makanan berprotein tinggi. Protein hewani merupakan sumber protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati. Sebab, protein nabati seperti kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan penyerapan nutrisi dari asam amino  lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. 

Padahal, kebutuhan 9AAE ini harus terpenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat agar tumbuh kembang anak lebih optimal. 9 jenis asam amino esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Jika kekurangan satu jenis asam amino esensial, maka akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh anak. Hal ini dibuktikan juga dalam sebuah penelitian di National Center for Biotechnology Information yang menjelaskan bahwa kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9 asam amino esensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 50 persen. Selain itu, 9 asam amino esensial (9AAE) juga berfungsi untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh, sebagai sumber energi, membangun antibodi, serta dapat mengangkut zat gizi pada tubuh si Kecil. 

Baca juga: Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 9 Asam Amino Esensial

Resep Makanan Anak GTM

Ada beberapa resep makanan anak GTM yang bisa Ibu kreasikan dengan mudah saat di rumah. Langsung ikuti resepnya di bawah ini yuk! 

Resep Muffin Keju Brokoli

Bahan-bahan:

  • 1 cup brokoli cincang dan matang
  • 1 cup tepung serbaguna
  • 1/4 cup oats dan 1 sdm baking powder
  • 1 butir telur
  •  1/3 cangkir susu
  •  2 sendok makan minyak zaitun
  • 1 sendok makan gula pasir dan 1 sendok makan saus mustard
  • 1/4 cangkir daun bawang hijau cincang
  • 1/2 cangkir keju parut
  • Garam secukupnya

Cara membuat:

  1. Panaskan Oven hingga 200 derajat Celcius
  2. Lapisi cetakan muffin dengan liner kertas
  3. Campur baking powder, tepung, oats, dan garam dalam mangkuk. Aduk hingga rata
  4. Masukkan telur, gula, minyak, susu, dan mustard dalam mangkuk lain. Tambahkan brokoli, bawang hijau, dan keju, aduk lagi hingga rata
  5. Campur kedua adonan di atas ke dalam mangkuk, aduk kembali hingga rata
  6. Tuang adonan ke dalam cetakan muffin dan taburi keju di atasnya
  7. Panggang sampai keju meleleh
  8. Muffin keju brokoli siap dinikmati

Resep Nugget Tahu Sayur

Bahan-bahan:

  • 1 buah wortel, dirajang kecil-kecil
  • 1 buah brokoli, haluskan 
  • 1 butir telur ayam
  • 1 kotak tahu putih
  • 1 batang daun bawang, dirajang kecil-kecil
  • 1/2 buah bawang bombai
  • 100 gram tepung terigu
  • Tepung panir secukupnya

Bumbu halus:

  • 3 siung bawang putih
  • Merica, garam, dan gula secukupnya

Cara membuat:

  1. Haluskan tahu, masukkan irisan wortel, brokoli, daun bawang, bawang bombai, tepung terigu. Aduk hingga rata
  2. Masukkan bumbu halus ke dalam adonan, aduk kembali
  3. Kukus selama kurang lebih 15 menit
  4. Setelah dikukus, potong kotak-kotak
  5. Kocok lepas telur, celupkan nugget ke dalam kocokan telur
  6. Lumuri dengan tepung terigu
  7. Panaskan minyak di wajan, goreng nugget hingga cokelat keemasan, angkat dan tiriskan
  8. Nugget tahu sayur siap dihidangkan 

Resep Makaroni Schotel Ayam Tahu

Bahan-bahan:

  • 10 sdm makaroni elbow
  • 4 sdm daging ayam cincang
  • 1 buah tofu telur yang sudah dilumatkan
  • 1 buah wortel yang sudah diparut
  • 1 butir telur ayam
  • 2 siung bawang putih, cincang halus
  • 100 ml susu sapi UHT
  • Margarin secukupnya
  • Keju cheddar parut secukupnya

Cara Membuat:

  1. Rebus macaroni selama 20-30 menit hingga lunak.
  2. Tumis bawang putih dengan margarin hingga harum. Masukkan tahu, wortel, dan ayam cincang
  3. Lalu masukkan susu cair dan keju parut. Setelah tumisan matang dan terlihat mendidih, matikan kompor dan sisihkan
  4. Di wadah terpisah, kocok lepas telur ke dalam sebuah mangkuk tahan panas. Kemudian masukkan adonan makaroni yang sudah matang ke dalamnya, aduk rata
  5. Taburkan keju parut di atasnya
  6. Kukus selama 30 menit
  7. Makaroni schotel ayam tahu siap dinikmati


Selain dari resep makanan di atas, 9 asam amino esensial (9AAE) bisa secara lengkap Ibu dapatkan dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+. Kandungan nutrisi dalam susu bubuk pertumbuhan ini sudah ditingkatkan dari sebelumnya. Selain itu, susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ juga diperkaya oleh minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3 serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi. Hadir dengan tiga varian rasa, yaitu vanilla, madu, dan cokelat yang pasti disukai si Kecil. Yuk, biasakan minum susu setiap hari!

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz