Share Like
Simpan

Hai, Bu. Kemarin tetangga saya bercerita. Katanya, akhir-akhir ini anaknya yang berusia tiga tahun mudah marah setiap kali keinginannya tidak dituruti. Parahnya, tak hanya meluapkan emosi melalui tangisan, si Kecil juga menggigit dan memukuli ibunya. Khawatir nantinya si Kecil terbiasa melakukan hal ini setiap kali marah, tetangga saya pun memukul pelan dan menakut-nakutinya.

Sekilas, respon tetangga saya memang tak salah, Bu. Namun, menurut diskusi bersama psikolog via Live Chat di laman Facebook Ibu & Balita, memukul dan menakut-nakuti anak saat ia meluapkan emosi bisa berdampak negatif pada kondisi psikologi anak. Bisa jadi, nantinya si Kecil trauma sehingga menjadi lebih tertutup, atau justru sebaliknya, menjadi lebih agresif.

Lantas, bagaimana cara tepat menghadapi si Kecil yang memukul dan menggigit saat marah? Simak rangkuman tips hasil diskusi saya bersama psikolog yuk, Bu.

Pahami Dulu Alasan si Kecil Menggigit dan Memukul

Memahami alasan si Kecil menggigit dan memukul menjadi hal pertama yang perlu Ibu lakukan. Dengan begitu, Ibu akan tahu cara menangani perilaku si Kecil dengan baik dan efektif. Menurut psikolog tempat saya berkonsultasi, ada beberapa alasan yang sering kali mendasari si Kecil berlaku agresif, di antaranya:

  • Anak ingin melindungi dirinya dari gangguan orang lain
    Belum banyak yang bisa si Kecil lakukan untuk melindungi dirinya saat ia merasa tidak aman atau dalam keadaan terancam. Tapi, ia sudah mulai bisa menggigit dan memukul, Bu. Oleh sebab itu, saat merasa terancam, kesal, dan marah, ia akan mulai menggigit dan memukul sebagai bentuk pertahanan.
  • Anak ingin memberi peringatan, tapi tidak bisa menyampaikannya secara lisan
    Hal ini sering terjadi pada anak usia satu tahun yang belum lancar berbicara. Karena belum bisa mengungkapkan penolakan maupun keengganannya secara lisan, ia akhirnya menggigit atau memukul.
  • Kebutuhan anak akan perhatian belum terpenuhi
    Menggigit dan memukul bisa juga merupakan cara si Kecil mencari perhatian dari orang-orang di sekelilingnya.

Hindari Memukul si Kecil

Menghukum si Kecil dengan cara memukul dan menakut-nakuti, seperti yang dilakukan tetangga saya, termasuk salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan oleh orang tua saat si Kecil memukul dan menggigit. Meski tujuannya adalah untuk memberitahu si Kecil bahwa gigitan atau pukulan itu tidak boleh dilakukan, tindakan ini tetap kurang tepat, Bu. Sebab, hal ini bisa memengaruhi kondisi psikologis anak dan membuat ia berpikir bahwa orang tuanya adalah sosok yang tidak pengertian, jahat, dan perlu dihindari. Dampaknya, si Kecil tumbuh menjadi anak yang cenderung menjaga jarak dengan Ayah atau Ibu.

Alih-alih menghukum si Kecil, Ibu bisa memberikan pengertian padanya bahwa memukul dan menggigit itu membuat orang lain kesakitan. Caranya, minta si Kecil untuk menggigit tangannya sendiri setelah ia menggigit seseorang. Setelah itu, tanyakan padanya bagaimana rasanya. Cara ini lebih efektif untuk menghentikan kebiasaan buruk si Kecil yang suka menggigit orang lain saat marah. Tak hanya itu, psikologi anak juga lebih berkembang karena Ibu melatih ia untuk lebih berempati terhadap orang lain.

Selanjutnya, Ibu juga bisa mulai mengarahkan si Kecil untuk mengendalikan dirinya, Bu. Misalnya dengan berkata, “Adik boleh saja marah. Tapi, tidak boleh sampai menyakiti orang lain. Daripada menggigit atau memukul, lebih baik Adik berteriak yang keras supaya Adik nggak kesal lagi.”

Apresiasi si Kecil saat Ia Bisa Mengendalikan Diri

Anak-anak sangat suka hadiah, begitu juga si Kecil. Jadi, coba iming-imingi ia dengan hadiah tertentu bila ia bisa berkelakuan baik dan tidak menyerang orang lain. Metode papan nilai bisa Ibu terapkan dalam hal ini. Sediakan papan nilai di mana Ibu akan menempelkan bintang atau apa pun sebagai tanda ketika si Kecil berlaku baik sepanjang hari. Bila ia berhasil mendapatkan tiga atau lima bintang dalam seminggu, berikan ia hadiah berupa makanan kesukaannya, Bu.

Itulah beberapa cara yang bisa Ibu coba untuk memberikan pengertian pada si Kecil bila ia suka menggigit dan memukul saat marah. Semoga setelah mengetahui hal ini, Ibu bisa lebih bijak menyikapi si Kecil saat ia bertindak agresif, sehingga perkembangan psikologi anak tetap optimal, Bu.