Whatsapp Share Like
Simpan

Banyaknya jajanan yang berkeliling di sekitar rumah sungguh menggoda nih, Bu. Mulai dari bakso, siomay, minuman es, es krim, hingga bakpao hilir mudik menjajakan dagangannya. Anak-anak pun pasti dengan mudahnya merengek untuk minta dibelikan. Sekali dua kali anak jajan mungkin tak masalah, tapi lama-lama anak bisa ketagihan.

Jajanan yang beredar di sekitar kita memang belum bisa terjamin kandungan gizinya, Bu. Belum lagi cara pembuatannya, apakah higienis atau tidak. Bila anak sering mengkonsumsinya, ia bisa berisiko terserang penyakit maupun mengalami kegemukan. Duh, jangan sampai ya, Bu. Kalau anak sudah terlanjur hobi jajan, maka segeralah atasi sebelum terlambat. Beberapa tips berikut ini bisa membantu Ibu mengatasinya:

Beri Penjelasan Tentang Dampak Jajan Berlebihan

Pertama-tama, Ibu harus memberi penjelasan pada anak tentang dampak yang bisa terjadi jika anak jajan berlebihan. Terlebih jika jajanan yang anak sukai adalah makanan atau minuman yang tidak sehat, seperti yang tinggi kandungan gula, garam, atau berlemak. Jelaskan bahayanya jika ia sering mengkonsumsinya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak tentunya. Beritahukan kalau sakit itu sangat tidak enak, jadi anak pun akan memiliki pandangan untuk mengurangi kebiasaan tersebut.

Setelah itu, ajari anak untuk mengetahui jenis cemilan apa yang baik untuknya, tapi tetap memiliki rasa yang enak. Jika Ibu rutin mengedukasi anak tentang hal ini, maka perlahan anak pun akan menyadarinya dan lebih bisa memilih cemilan yang sehat.

Jadilah Panutan bagi Anak

Coba Ibu renungkan, apakah Ibu sendiri adalah orang yang suka jajan atau ngemil jajanan yang tidak sehat? Jika ya, wajar saja kalau anak pun begitu, karena tak bisa dipungkiri kalau anak itu suka meniru apapun yang orang tuanya lakukan. Saat ia melihat kebiasaan Ibu tersebut, maka anak pun akan menganggapnya sebagai kebiasaan yang boleh ia lakukan juga.

Artikel Sejenis

Kalau Ibu ingin mengurangi kebiasaan buruk pada anak, maka perbaikilah dulu kebiasaan Ibu. Mulailah ganti cemilan Ibu dan anggota keluarga lainnya dengan yang sehat dan bernutrisi, seperti buah, roti rendah kalori, atau produk susu. Dengan begitu anak bisa tetap ngemil tapi kebutuhan nutrisinya tetap terjaga.

Buatlah Jadwal Makan dan Ngemil Anak

Langkah selanjutnya untuk mengurangi frekuensi anak jajan adalah dengan membuat jadwal makan dan ngemil anak. Terapkan secara disiplin kapan waktunya makan dan kapan waktunya ngemil. Anak tidak boleh ngemil menjelang waktunya makan, karena akan membuatnya kenyang dan ia jadi tidak berselera makan. Kalau anak tetap merengek ingin ngemil atau jajan bukan pada jadwalnya, mintalah ia untuk bersabar. Cara ini bisa sekaligus melatih anak untuk lebih disiplin.

 

Baca juga: Si Kecil Ingin Makan Terus, Bagaimana Cara Atasinya?

Membatasi Uang Saku Anak

Untuk mengurangi kebiasaan anak jajan sembarangan bisa diatasi dengan cara membatasi uang saku anak. Ia bisa jajan tentu karena mendapatkan uang dari Ibu. Oleh karena itu, mulailah kurangi uang saku yang Ibu berikan padanya.

Jika biasanya Ibu memberikan uang saku sebesar Rp 10 ribu, kini kurangi menjadi Rp 5 ribu. Tentunya, Ibu juga harus memberi pengertian mengapa Ibu mengurangi uang jajannya dan untuk menghindari ia merasa kecewa, Ibu bisa menggantikannya dengan membuat sendiri jajanan yang tak kalah enak.

Pastikan Anak Sudah Makan Sebelum Pergi

Tak masalah kalau sesekali ingin makan bersama keluarga di luar rumah, Bu. Namun sebaiknya jangan terlalu sering, misalnya saja seminggu dua kali adalah waktu makan sekeluarga di restoran. Saat akan pergi, sebaiknya makan dulu di rumah, baik ke mall, taman bermain, rumah saudara, atau tempat umum lainnya. Pergi dalam keadaan lapar berisiko menyebabkan anak merengek minta jajan karena lapar. Alhasil, kebiasaan jajan pun jadi susah untuk dikendalikan.

Buat Sendiri Cemilan Sehat untuk Anak

Jika anak tetap suka ngemil, siasati saja dengan membuat sendiri cemilan sehat untuknya, Bu. Dengan membuat sendiri, kandungan gizi serta kualitasnya pun jelas lebih terjamin, bukan? Ibu tetap bisa berkreasi membuat cemilan yang enak, menarik, dan disukai oleh anak. Contohnya saja es lilin dari buah-buahan, puding rendah gula, salad buah, es krim rendah lemak, atau smoothie. Cemilan buatan Ibu ini juga bisa dijadikan bekal anak sekolah agar ia tidak jajan sembarangan di sana.

Kunci dalam mengatasi kebiasaan anak jajan adalah disiplin, Bu. Ibu harus bisa menerapkan dan menyediakan cemilan yang sehat untuk seluruh anggota keluarga di rumah. Jangan menyerah saat anak merengek minta jajan, tapi berikan pengertian mengapa ia sebaiknya tidak sering jajan. Teruslah berusaha untuk membuat anak menjalani kebiasaan yang baik sejak dini agar terus terbawa hingga ia dewasa kelak. Semoga berhasil menerapkan cara di atas ya, Bu.

Jika ingin berkonsultasi seputar anak, kunjungi saja laman Tanya Pakar, Bu. Di sana para ahli yang akan menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk dapat menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

 

Sumber:

Halodoc