Share Like
Simpan

 Melihat si Kecil yang sedang pilek, ingin rasanya Ibu membantu melegakannya agar napas si Kecil tidak terganggu, karena seringkali pilek membuat hidungnya tersumbat dan agak sulit bernapas, sehingga tentunya mengganggu kenyamanan si Kecil dan juga dapat membuat Ibu kuatir. Untuk membantu mengatasi hal ini, Ibu perlu mengajari si Kecil agar dapat mengeluarkan cairan tersebut.

Biasanya pada usia 2 tahun, sebagian besar anak sudah mampu belajar mengeluarkan cairan di dalam hidungnya saat sedang pilek. Nanti seiring dengan waktu, si Kecil akan merasakan manfaat mengeluarkan cairan hidungnya yang membuatnya lebih nyaman dan napas pun tidak tersumbat lagi, terutama saat tidur.

Jika sedang terserang batuk dan pilek, hidung akan mengeluarkan cairan untuk membantu mengeluarkan bakteri atau kuman dari saluran pernapasannya. Cairan ini akan mengalir melalui tenggorokan, lalu keluar melalui lubang hidung. Namun kadangkala cairan ini dapat juga memenuhi rongga sinus (rongga yang berada di sekitar tulang pipi, dahi, dan bawah mata), sehingga membuat si Kecil merasa tidak nyaman.

Ada beberapa hal yang bisa Ibu lakukan agar si Kecil dapat mengeluarkan cairan di dalam hidungnya:

  • Berikan contoh. Setiap kali Ibu mengeluarkan cairan dari hidung, tunjukkan kepada si Kecil.
  • Ajarkan si Kecil untuk ‘menghirup’ melalui hidung ketimbang melalui mulut. Menghirup ke dalam, ke luar, ke dalam, ke luar, agar si Kecil tahu kerja hidung. Mungkin bisa minta si Kecil untuk menutup salah lubang hidungnya agar ia lebih paham.
  • Ibu juga bisa mengajarkan si Kecil dengan bantuan cermin, dan minta si Kecil meniupkan udara ke cermin tersebut agar si Kecil tahu adanya udara yang keluar dari hidungnya.
  • Ajarkan si Kecil meniup lilin atau balon terlebih dahulu. Setelah ia mahir, Ibu bisa memintanya mencoba meniupkan udara melalui hidungnya.
  • Ajarkan si Kecil memegang tisu di hidungnya dan mengeluarkan (meniup) udara dari hidungnya, bukan dari mulut. Ingatkan agar mulutnya tetap tertutup.
  • Ajarkan hal ini dengan cara yang menyenangkan, tidak dengan paksaan. Mungkin untuk membuat si Kecil ingin belajarnya lebih fun, Ibu bisa menyediakan tisu dengan motif lucu.
  • Selalu ingatkan si Kecil dengan lemah lembut dan menyenangkan. Jangan pernah menganggap remeh kemampuan si Kecil untuk tidak memedulikan cairan dalam hidungnya atau cairan yang mengalir dari hidung.
  • Berikan pujian, ciuman, atau tepuk tangan saat si Kecil sudah berhasil melakukannya.


Namun Ibu perlu mengingatkan si Kecil agar tidak terlalu keras saat mengeluarkan cairan dari hidungnya, karena bila dilakukan dengan tekanan yang besar, maka dapat menyebabkan cairan tersebut membalik ke telinga bagian tengah atau sinus yang dapat berisiko menimbulkan infeksi. Jangan lupa ajari si Kecil untuk membuang tisu bekas yang dipakainya ke tempat sampah dan segera mencuci tangan setelah ia usai mengeluarkan cairannya dari hidung.