Share Like
Simpan

Setiap Ibu pasti ingin tumbuh kembang balita berjalan optimal. Termasuk menjadi pribadi yang baik dan punya jiwa sosial yang tinggi. Menurut artikel psikologi anak yang saya baca, hal ini bisa dikembangkan lewat melatih empatinya, Bu. Ibu bisa mengasahnya sendiri di rumah mulai dari hal terkecil dan sederhana. Berikut ini rangkuman informasinya.

1. Mulailah dengan Menghargai Privasi si Kecil

Salah satu artikel psikologi anak yang saya baca mengatakan, Ibu harus menghargai si Kecil agar ia belajar menghargai orang lain. Termasuk menghargai privasinya. Iya Bu, ternyata si Kecil juga butuh privasi. Ada saatnya ia tidak ingin diganggu oleh siapa pun. Di saat seperti itu, Ibu harus memberinya ruang untuk sendiri. Melalui cara ini, si Kecil akan terbiasa menghargai privasi orang lain.

2. Dengarkan Pendapat si Kecil

Ingat Bu, si Kecil juga punya ide dan pikiran yang ingin disampaikan, lho. Oleh karena itu, biarkan ia bercerita tentang hal yang diinginkannya. Misalnya, si Kecil mengungkapkan ide untuk mewarnai tembok kamarnya. Dengarkan ide tersebut, lalu jadikan sebagai masukan, Bu. Si Kecil akan merasa dihargai ketika ide tersebut diwujudkan atau Ibu mengajaknya berunding. Ketika Ibu mendengarkan pendapat dan ide si Kecil, ia akan melakukan hal serupa, yaitu mendengarkan ide dan pendapat orang lain.

3. Kenalkan Konsep Perasaan

Si Kecil mungkin belum memahami perasaan secara kompleks. Jadi, mungkin saja ia belum tahu cara untuk mengatasinya. Ini saatnya Ibu memperkenalkan konsep perasaan. Dulu, saya memperkenalkan perasaan kepada si Kecil melalui video. Mulai dari perasaan sedih sampai gembira, serta ekspresi yang ditunjukkan. Hal ini membuatnya lebih peka terhadap orang di sekelilingnya. Setelah melihatnya, si Kecil sering bertanya ketika ada orang di sekitarnya yang mengeluarkan ekspresi tertentu, Bu.

4. Lihat Situasi Sekelilingnya

Ibu bisa menjadikan situasi di sekeliling sebagai contoh. Misalnya, Ibu melihat ada anak yang menangis di dekat taman bermain. Ibu bisa menceritakan kondisi anak tersebut kepada si Kecil. Jadi, si Kecil mengetahui kondisi apa yang terjadi saat itu. Selain itu, beritahu dia cara menghadapinya. Jadi, saat ia menghadapi kondisi serupa, si Kecil bisa menghadapinya dengan baik. Pelajaran ini sangat tepat untuk perkembangan balita, terutama aspek sosialnya.

Belajar empati tak sulit bukan? Ibu bisa melakukannya sendiri di rumah bersama si Kecil. Sebelum itu, ingat untuk mengenali si Kecil lebih dalam terlebih dulu, sebelum memperkenalkanya kepada konsep empati. Semoga tumbuh kembang balita kesayangan di rumah menjadi lebih optimal ya, Bu!