Share Like
Simpan

Daya imajinasi yang tinggi pada usia prasekolah menjadikan si Kecil takut akan mahluk-mahluk yang sebenarnya tidak ada, takut akan kesehatannya, kematian, bencana dan rasa sakit. Si Kecil juga takut jika badannya terluka. Jika si Kecil termasuk anak penakut, Ibu bisa membantunya untuk sedikit demi sedikit menghilangkan rasa takutnya dan menumbuhkan keberaniannya.

Takut sebetulnya merupakan perasaan yang normal. Rasa takut biasanya muncul ketika si Kecil mulai menyadari lingkungan/dunia di sekitarnya. Kemandirian yang mulai muncul kadang dibarengi dengan timbulnya rasa khawatir atau merasa tidak aman. Ukuran badan yang lebih kecil dari orang-orang di sekitarnya, bisa menyebabkan si Kecil merasa sebagai mahluk yang lemah dan mudah diserang oleh sekelilingnya.

Si Kecil mungkin akan merasa takut ketika melihat badut, takut gelap, atau takut akan suara guruh yang menyertai hujan lebat. Ibu sebaiknya membantu si Kecil melawan rasa takut dengan mengarahkannya, sehingga rasa takutnya terkendali. Sebagai contoh, jika si Kecil takut badut, ceritakan sebuah dongeng tentang badut. Badut adalah orang baik hati yang selalu menghibur anak-anak atau orang-orang yang sedang bersedih. Badut rela berdandan ‘aneh’ agar terlihat lucu dengan hidung merahnya sehingga orang-orang pun akan tertawa melihatnya.

Rasa takut juga bisa muncul ketika waktu tidur malam tiba, apalagi jika Ibu memiliki kebiasaan untuk mematikan lampu saat tidur. Si Kecil takut kalau tiba-tiba akan muncul monster atau hantu di kamarnya. Ibu bisa membantu mengurangi dan mengalihkan rasa takutnya dengan melakukan ritual sebelum tidur, yaitu membacakan dongeng dan kemudian berdoa bersama sebelum tidur. Tanamkan pengertian bahwa monster atau hantu itu hanya karangan belaka, bukan sesuatu yang nyata dan bahwa si Kecil tidak perlu takut karena Tuhan akan selalu menemaninya. Untuk membantu menenangkan si Kecil, Ibu dapat menyalakan lampu kecil yang cukup redup selama ia tidur.

Salah satu cara untuk menjadikan si Kecil anak yang pemberani adalah dengan membuat aturan dan rutinitas sehari-hari. Aturan dan rutinitas yang diterapkan bisa menimbulkan rasa aman, sehingga si Kecil pun merasa terlindungi dan menjadi lebih berani.

Yang tidak kalah penting adalah perasaan khawatir Ibu. Jika Ibu merasa khawatir berlebihan, si Kecil bisa merasakannya, sehingga dia pun akan merawa khawatir dengan sekelilingnya. Ibu harus yakin bahwa dimanapun ia berada, si Kecil akan aman dan terlindungi, meskipun Ibu tidak berada di sampingnya.

Last but not least, jangan pernah mentertawakan rasa takut si Kecil akan monster atau hal lainnya, tapi tunjukkan bahwa Ibu memahami rasa takutnya. Buat si Kecil merasa nyaman dan mengerti bahwa kita boleh merasa takut tetapi kita juga harus berani menghadapi dan mengatasinya.