Share Like
Simpan

Belajar mandiri merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak. Dari bayi mungil yang selalu bergantung pada Ibu, seiring tumbuh kembangnya, si Kecil akan beralih menjadi anak yang mulai belajar melakukan dan memenuhi kebutuhannya sendiri.

Salah satu ciri si Kecil sudah mulai belajar mandiri bisa Ibu lihat dari kemauan dan pengendalian dirinya yang semakin kuat. Mungkin si Kecil menjadi ‘sedikit sulit diatur’ atau ‘suka memaksakan kehendak’nya. Selama masih dalam batas wajar, biarkan saja, karena itu merupakan bagian dari perkembangannya menjadi anak mandiri.

Menjadi mandiri memang bukan hal mudah, tetapi cepat atau lambat Ibu harus membiarkan si Kecil belajar mandiri. Anak-anak sangat mudah mempelajari hal baru dan untuk belajar mandiri, si Kecil hanya perlu sedikit dorongan dan bantuan. Lakukan secara perlahan dan bertahap, dan kembangkan kemandirian si Kecil dengan cara :

  • Mendorong si Kecil melakukan sendiri hal-hal sederhana seperti memilih piring yang akan digunakannya untuk makan, makan dan minum sendiri, memakai baju/celana/rok/sepatu sendiri.
  • Membelikan barang keperluan si Kecil yang ramah-anak (child-friendly) dan mudah digunakan, seperti celana dengan pinggang karet, bukan yang berkancing dan resleting; sepatu dengan velcro, bukan sepatu tali.
  • Memberi kesempatan untuk melakukan suatu hal sampai berhasil.
  • Tidak mengejek atau mempermalukannya ketika si Kecil gagal menyelesaikan tugasnya.
  • Mengajarkan pada si Kecil untuk berani menyuarakan pendapatnya, dorong si Kecil untuk berbicara, tanyakan pendapatnya ketika nonton film kesukaannya, jawab setiap pertanyaannya, dan berikan penjelasan yang sederhana.
  • Menyiapkan si Kecil untuk berani ‘sendiri’. Pada usia 1 tahun, si Kecil sudah dapat ditinggalkan bermain sendiri di kamar atau ruang bermainnya. Jika biasanya Ibu mandi ketika si Kecil tidur, cobalah sesekali untuk mandi ketika si Kecil terbangun. Mungkin si Kecil akan menangis karena Ibu ‘tidak keliatan’, katakan saja bahwa Ibu mandi sebentar dan nanti akan menemani kamu lagi.
  • Memberikan ‘tugas’ seperti memisahkan baju kotornya, yang putih dipisahkan dari yang berwarna, membantu menyiapkan meja makan, mengelap meja atau menyapu lantai, membereskan mainan setiap selesai bermain, dll.
  • Menciptakan rumah yang child-fiendly. Rumah adalah tempat pertama dan terbaik untuk si Kecil mengembangkan kemandiriannya. Singkirkan barang-barang atau perabotan yang berujung tajam atau mudah pecah agar si Kecil dapat menjelajah rumah dengan leluasa untuk mengembangkan kemandiriannya.

Dalam menjalani proses ini, tidak jarang Ibu maupun si Kecil menjadi frustrasi karena waktu Ibu ‘terbuang’ menanti si Kecil yang ternyata gagal menyelesaikan tugas kemandiriannya. Si Kecil menolak ‘bantuan’ Ibu misalnya untuk mengancingkan bajunya, sehingga waktu ‘habis’ untuk menunggu si Kecil yang bersusah payah mengancingkan sendiri bajunya. Ibu harus bersabar menghadapi proses kemandirian ini, beri waktu dan kesempatan karena ketrampilan baru tentunya memerlukan latihan berulang.