Timun adalah jenis sayuran yang mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Meski murah, manfaat timun juga sayang untuk dilewatkan. Bahkan manfaat timun ini tidak terkecuali juga untuk kesehatan si Kecil. 

Menurut penelitian, timun sebenarnya datang dari kingdom yang sama dengan buah seperti semangka dan labu. Tapi, saat ini banyak orang yang menganggap timun ini sebagai sayur. Selain mudah ditemukan, sayur yang memiliki kandungan air yang tinggi ini sangat segar saat disantap.

Sebagai sayur, banyak juga Ibu yang mengenalkan timun kepada anaknya. Sebab, tekstur timun yang renyah dan banyak mengandung air bisa diselipkan dalam menu MPASI atau makanan si Kecil. 

Kandungan Nutrisi Timun

Sebelum mengenal manfaat timun lebih lengkap, mari mengenal kandungan nutrisi yang terkandung di dalam timun.

Pada dasarnya 95% dari timun adalah air dengan beberapa kandungan nutrisi baik antara lain:

Artikel Sejenis

  • Karbohidrat 6 gram
  • Protein 3 gram
  • Serat 2 gram
  • 10% Vitamin C
  • 57% Vitamin K
  • 9% Magnesium
  • 1% Potasium
  • 9% Mangan

Kapan Bisa Memberikan Timun Kepada si Kecil?

Rentang usia yang disarankan ahli untuk mengenalkan timun adalah di saat Ibu mulai mengenalkan makanan padat pada si Kecil. Namun, sebaiknya tidak menjadikan timun sebagai makanan pertama ya, Bu. Sebab, timun memiliki zat yang disebut cucurbitacins yaitu senyawa yang mungkin sulit dicerna oleh bayi.

Jika disimpulkan, rentang usia yang aman untuk memberikan timun paling tidak saat si Kecil berusia 9 bulan. Ibu bisa berikan timun dalam bentuk tumbuk atau bubur. Pastikan timun sudah dicuci bersih, dikupas kulitnya dan dimasak dengan teknik masak yang baik untuk mempertahankan nutrisinya.

Di usia 12 bulan, Ibu bisa mulai memberikan pengalaman mengunyah timun mentah kepada si Kecil. Karena, pada saat berusia 12 bulan si Kecil paling tidak sudah memiliki gigi dan sistem pencernaan yang lebih baik dibanding saat masih bayi.

Manfaat Timun untuk si Kecil

Berikut beberapa manfaat timun untuk anak-anak yang sayang untuk dilewatkan:

  1. Manfaat Timun Sebagai Sumber Vitamin

    Meskipun mentimun adalah sayuran yang rasanya terbilang hambar untuk beberapa orang, terdapat kandungan nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin K, folat, kalium, magnesium, silika, dan mangan.

    Para ahli biasanya merekomendasikan makan timun dalam bentuk mentah dan tidak dikupas untuk mendapatkan manfaat nutrisi dan serat yang paling banyak. Namun, pengecualian ya Bu untuk bayi berusia 9 bulan ke bawah. Sebaiknya mereka makan timun matang yang dihaluskan atau dihancurkan.

  2. Manfaat Timun untuk Mencegah Dehidrasi

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, 95% kandungan dalam timun adalah air. Sehingga, manfaat timun yang pertama dapat mencegah dehidrasi. Mengonsumsi timun dapat menghilangkan dahaga dan mengisi cairan dan mineral dalam tubuh termasuk anak-anak.

  3. Manfaat Timun untuk Mengatasi Sembelit

    Manfaat timun yang kedua masih berkaitan dengan kandungan air di dalamnya yang sangat tinggi. Memakan timun dapat membantu membuang racun dalam tubuh si Kecil sehingga mencegah risiko sembelit yang mungkin bisa terjadi.

  4. Manfaat Timun Sebagai Sumber Antioksidan

    Antioksidan memiliki kemampuan menangkal radikal bebas yang bisa menyebabkan berbagai penyakit. Selain kandungan antioksidannya, kandungan vitamin di dalamnya juga membuat manfaat timun melindungi si Kecil dari paparan risiko penyakit.

  5. Manfaat Timun untuk Menjaga Kesehatan Sendi

    Manfaat timun yang ini berkaitan dengan kandungan di dalam timun yang mengandung potasium, magnesium dan mangan. Kandungan ini bisa menguatkan dan meningkatkan kualitas sendi pada si Kecil.

  6. Manfaat Timun untuk Rambut dan Kuku si Kecil

    Kandungan silika dalam timun menjadikan manfaat timun sangat baik untuk menjaga kesehatan rambut dan kuku si Kecil agar tetap kuat dan berkilau.

  7. Manfaat Timun untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Ibu pasti tahu kalau timun sering dimanfaatkan sebagai masker wajah untuk menjaga kesehatan kulitnya. Nah, manfaat timun ini juga bisa berlaku pada si Kecil. Tidak harus dijadikan masker, namun bisa juga didapatkan manfaatnya saat mengonsumsinya.

Itulah beberapa manfaat timun yang baik untuk si Kecil. Tambahkan timun sebagai pilihan makanan atau cemilan untuk si Kecil agar mereka tidak melewatkan manfaat baik untuk kesehatan mereka. Yang terpenting, Ibu harus memastikan kebersihannya terlebih dahulu sebelum menyajikannya pada si Kecil.

Seimbangkan juga asupan bernutrisi si Kecil dengan pilihan makanan sehat dan penuh gizi lainnya. Jika perlu, Ibu bisa berikan juga si Kecil asupan nutrisi tambahan untuk mengoptimalkan pemberian nutrisi prima untuk tumbuh kembang mereka yang lebih tangkas.

Kandungan vitamin C dan protein yang ada di timun juga terdapat dalam Frisian Flag PRIMAGRO 3+. Susu pertumbuhan ini juga mengandung DHA 4x lebih tinggi, 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap, omega 3 (ALA) & omega 6 (LA). Dilengkapi dengan pilihan rasa madu, vanilla, dan cokelat.

Asupan DHA 4x lebih tinggi di dalam susu pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 3+ bisa jadi pilihan Ibu untuk memaksimalkan perkembangan otak si Kecil. Tidak hanya membantu perkembangan otaknya, DHA juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil. Susu pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 3+ juga merupakan satu-satunya susu pertumbuhan yang mengandung asam sialat dan sphingomyelin yang bisa memaksimalkan perkembangan kreativitas si Kecil lebih cerdas.

Kemudian, 9AAE (9 Asam Amino Esensial) di dalam Frisian Flag PRIMAGRO 3+ merupakan protein luar biasa yang mudah diserap oleh tubuh si Kecil guna mendukung tumbuh kembangnya. Kekurangan semuanya bisa menurunkan hingga 50% potensi tinggi badan dan kecerdasan si Kecil lho, Bu. 9AAE sendiri tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, maka perlu didapat melalui asupan makanan, termasuk salah satunya dari susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 3+, Bu. 

Selain itu Ibu bisa mengetahui kebutuhan gizi harian si Kecil lebih terperinci melalui fitur Kalkulator Gizi yang juga terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Di fitur ini, Ibu bisa cek kecukupan jumlah gizi harian Si Kecil yang dikembangkan oleh Akademi Keluarga Prima bersama Lora Sri Nofi, PGNutr, MNutrDiet, RD.