Share Like
Simpan

Dari berbagai situs tumbuh kembang balita, saya menemukan fakta bahwa main sepeda adalah sebuah kegiatan yang sangat bermanfaat bagi si Kecil. Selain itu, ada ikatan tersendiri antara ia dengan sepedanya. Pasalnya, sepeda melambangkan sesuatu yang menyenangkan, waktu bermain, dan udara segar. Tak hanya itu, aktivitas bersepeda memiliki banyak manfaat lainnya juga lho, Bu, bagi si Kecil!

  1. Belajar tentang kepemilikan barang

Saat si Kecil merengek minta dibelikan sepeda, ada baiknya jika Ibu tidak langsung memberikan apa yang dia mau. Waktu dulu, saya menjadikan sepeda sebagai penghargaan baginya karena sudah melakukan sesuatu yang baik. Saat itu, si Kecil tergolong anak susah makan, itulah sebabnya saya menjadikan sepeda sebagai iming-iming untuknya jika ia berhasil menghabiskan makanannya setiap hari dalam sebulan. Melalui cara ini, si Kecil akan belajar bahwa ia harus berusaha terlebih dahulu untuk memiliki sesuatu. Ia pun akan lebih menghargai sepeda yang ia dapatkan dari Ibu.

      2. Menyeimbangkan tubuh

Ketika duduk di atas sepeda, si Kecil tentu harus belajar untuk menemukan posisi yang pas dan membuat tubuhnya seimbang supaya tak jatuh. Hal ini penting bagi tumbuh kembang balita untuk melatih kemampuan menyeimbangkan tubuh, Bu.

      3. Mengayuh dengan baik

Mengayuh adalah sebuah kegiatan yang bermanfaat bagi tumbuh kembang balita usia 4-6 tahun. Sama seperti berenang, berlari, atau bermain bola. Ketika mengayuh, si Kecil akan belajar bagaimana caranya bisa membuat sepeda berjalan dan pada akhirnya bisa melaju dengan kecepatan yang diinginkan. Tentunya, jangan biarkan si Kecil mengayuh sepeda terlalu cepat dan dapat membahayakan dirinya ya, Bu.

      4. Melatih kemampuan berkonsentrasi

Sama halnya dengan orang dewasa yang sedang mengendarai mobil atau motor, bermain sepeda juga memerlukan konsentrasi agar tidak menabrak ataupun terjatuh. Melalui hal ini, si Kecil akan terlatih untuk mengasah kemampuan berkonsentrasi saat mengerjakan dan ingin mencapai sesuatu.

      5. Melatih kemampuan motorik

Saat mengayuh sepeda, hampir semua bagian tubuh si Kecil bergerak, terutama tangan dan kaki. Hal ini tentunya baik bagi tumbuh kembang balita yang sedang belajar, karena kemampuan motoriknya dilatih untuk menjadi aktif dan kuat. Melalui aktifnya pergerakan tubuh si Kecil, ia pun menjadi lebih sehat karena bermain sepeda juga termasuk kegiatan berolahraga yang baik.

      6. Belajar arah kiri, kanan, depan, dan belakang

Ya, inilah saat yang paling tepat untuk mengajari si Kecil tentang arah. Ketika si Kecil bersepeda, nantinya ia pasti ingin bertualang ke berbagai tempat yang bisa dikunjungi dengan sepeda. Agar ia bisa mencapai tempat tersebut, tentunya si Kecil harus tahu arah tertentu hingga bisa sampai ke tempat tujuan. Saya jadi ingat waktu mendampinginya pergi ke warung dekat rumah dengan sepeda. Di situlah, saya mengajarinya arah kiri, kanan, depan, belakang, sampai akhirnya ia bisa pergi ke warung sendiri dengan sepeda tanpa perlu saya temani.

     7. Bersosialisasi dengan orang lain

Setelah bisa mengendarai sepedanya sendiri, si Kecil bisa jadi akan mencari teman sebaya untuk bermain sepeda bersama. Jangan dilarang ya, Bu. Biarkan psikologi anak berkembang dalam hal kemampuannya bersosialisasi dengan orang lain. Dari situ, ia akan belajar bagaimana caranya membina hubungan pertemanan

Ternyata banyak, ya, Bu, manfaat bersepeda bagi tumbuh kembang balita. Jadi, tunggu apa lagi? Ajak si Kecil bersepeda, yuk!