Whatsapp Share Like Simpan

Saat anak sudah semakin tumbuh besar, semakin banyak pula hal yang bisa ia pelajari. Selain mengajari anak tentang ilmu pengetahuan, Ibu juga perlu mengajari anak untuk membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah.

Tidak hanya dapat meringankan pekerjaan orang tua, kebiasaan tersebut nyatanya memiliki banyak manfaat lho bagi anak. Meski masih belum bisa melakukannya dengan benar, tapi sangat penting untuk membiasakannya sejak dini. Inilah beberapa manfaat yang diperoleh jika anak rajin membantu orang tua, Bu:

Menanamkan Rasa Tanggung Jawab

Mengajak anak untuk ikut membantu melakukan pekerjaan rumah juga akan melatih rasa tanggung jawabnya terhadap tempat yang ditinggalinya. Saat lantai kotor, artinya harus disapu agar bersih. Dengan begitu, ia tidak akan sembarangan mengotori lantai. Ia menjadi terbiasa untuk menjaga kebersihan. Ketika selesai makan, maka piring kotor harus dicuci. Hal ini akan sangat membantu anak saat ia berada di rumah orang lain atau ketika harus tinggal sendiri.

Membiasakan Sikap Mandiri

Banyak orang tua yang terlalu memanjakan buah hatinya dengan selalu membantunya dalam segala hal. Akibatnya, anak tumbuh jadi pribadi yang manja, malas, dan suka menyuruh. Untuk itulah anak perlu dibiasakan mandiri sejak kecil dengan cara melakukan pekerjaan ringan yang bisa ia lakukan sendiri, seperti mengambil minum, meletakkan pakaian kotor di ember, mengambil pakaian, dan sebagainya.

Dengan mengerjakan pekerjaan rumah, anak pun jadi terbiasa untuk melakukan berbagai hal sendiri. Saat sudah besar nanti, ia tidak lagi canggung atau bingung untuk mengurus dirinya sendiri. Terlebih ketika harus berada jauh dari orang tua.

Artikel Sejenis

Melatih Daya Konsentrasi

Melakukan pekerjaan rumah memerlukan konsentrasi agar hasilnya baik. Nah, di sini anak yang diajak turut membantu akan terlatih daya konsentrasinya. Ia akan fokus pada apa yang sedang ia kerjakan. Saat merapikan mainannya, ia berkonsentrasi untuk menempatkan semua mainan pada wadah khusus yang sudah disediakan, jangan sampai ada yang tercecer. Atau saat menyapu lantai, harus berhati-hati agar semua kotoran tersapu dengan bersih.

Melatih Kemampuan Motorik Halus dan Kasar

Anak yang berusia prasekolah masih harus banyak melatih kemampuan motorik halus dan kasarnya. Melalui membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah ini kemampuan motorik tersebut dapat terlatih. Misalnya saja saat anak menyapu lantai, maka akan meningkatkan kekuatan jari dan lengannya. Contoh lainnya adalah ketika anak membantu melipat baju, motorik halus berupa kekuatan jemari tangannya pun akan terlatih.

Menambah Kosakata Anak

Anak di usia prasekolah sedang berada pada fase serba ingin tahu dan banyak bertanya tentang segala hal. Nah, saat membantu Ibu, anak pasti juga akan menanyakan banyak hal, seperti nama peralatan membersihkan atau bagaimana cara melakukan pekerjaan dengan benar. Manfaatkanlah kesempatan ini untuk memberitahukan anak banyak pengetahuan baru, Bu. Dari sini, kosakata anak pun akan semakin kaya.

Membiasakan Sikap Rapi dan Bersih

Ibu tentunya ingin buah hati menjadi pribadi yang rapi dan bersih, bukan? Maka mulailah dengan mengajaknya turut membantu Ibu di rumah. Dengan terlatih membersihkan dan merapikan, anak umumnya akan terbiasa menjaga kebersihan dan lebih rapi terhadap dirinya sendiri. Ia lebih suka kalau berada di lingkungan yang bersih dan teratur karena dirinya sudah terlatih untuk melakukan sesuatu dengan standar tersebut.

Mempererat Hubungan dengan Orang Tua

Sembari membantu, Ibu dan anak bisa ngobrol tentang apa saja. Alhasil, kegiatan ini pun dapat mempererat ikatan di antara orang tua dan buah hatinya. Jika merasa dekat dengan orang tuanya, anak pun akan lebih terbuka dan tidak segan untuk berbagai apapun yang ia alami dan rasakan. Hal tersebut dapat mencegah anak untuk berbohong atau melakukan hal diam-diam di belakang orang tua yang seringkali dapat membahayakan dirinya sendiri.

Daftar Pekerjaan Rumah yang Bisa Dilakukan Anak

Pekerjaan rumah yang bisa dibantu oleh anak tentunya harus disesuaikan dengan usianya. Untuk anak usia prasekolah, minta ia untuk membantu dengan melakukan beberapa pekerjaan ringan seperti di bawah ini:

  • Menyapu. Ibu bisa memintanya untuk menyapu lantai kamarnya sendiri. Ajari ia untuk menyapu hingga ke sudut dan kolong, lalu dikumpulkan di satu sudut untuk kemudian disapu ke serok dan dibuang ke tempat sampah.
  • Mencuci piring. Dikarenakan perabotan dari beling cenderung berat dan rawan pecah, maka biarkan ia membantu mencuci piring dan gelas plastik miliknya saja. Anak-anak pasti akan senang melakukan pekerjaan ini karena ia bisa bermain dengan busa sabun cuci piring.
  • Melipat pakaian. Ini adalah jenis pekerjaan yang cenderung mudah dilakukan anak dan tidak perlu dilakukan setiap hari. Mulailah dengan menyuruh anak melipat handuk atau selimut yang memiliki bentuk rata agar mudah ia lakukan.
  • Menyiram tanaman. Anak hanya perlu memberikan air ke tanaman sehingga pekerjaan ini sangat mudah dilakukan. Beri tahu agar tidak memberikan terlalu banyak atau sedikit air agar tanamannya dapat tumbuh subur.
  • Merapikan mainan. Setelah bermain, anak harus selalu dibiasakan untuk membereskan mainannya ke dalam wadah yang telah disediakan. Dengan begitu, anak akan belajar cara menyimpan barang miliknya sendiri.
  • Menyiapkan peralatan makan. Waktu makan sudah tiba. Mintalah anak untuk menyiapkan peralatan makan dan tata rapi di atas meja makan. Kegiatan ini cukup mudah dilakukan oleh anak dan akan membuat anak bersemangat untuk makan bersama seluruh anggota keluarga.

Melatih anak membantu orang tua dengan pekerjaan rumah secara otomatis membantu membentuk kepribadiannya. Jadi jangan larang anak saat ia ingin menolong ya, Bu. Ibu justru harus mengajarinya untuk melakukan pekerjaan dengan benar, maka ia pun akan belajar dan mahir melakukannya suatu saat nanti.

Bila Ibu ingin bertanya atau berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar ya, Bu. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu.

Sumber:

Kompas, TheAsianParent