Share Like
Simpan

Saya ingin berbagi cerita nih, Bu. Dulu, saya sempat pusing dengan kebiasaan si Kecil yang tidak mau membereskan mainannya. Tak ingin kebiasaan buruk ini terbawa hingga ia besar nanti, saya pun mulai mencari tahu tips agar si Kecil mau bersih-bersih rumah dan merapikan mainannya sendiri. Kebiasaan bersih-bersih ini perlu Ibu ajarkan sebagai salah satu cara mendidik anak usia dini supaya tumbuh menjadi pribadi yang rapi dan cinta kebersihan. Oleh sebab itu, Ibu bisa melakukan beberapa hal berikut untuk melatih si Kecil bersih-bersih rumah. Yuk, baca artikel ini bersama, Bu! 

1. Biasakan si Kecil Melihat Ibu Beres-beres Rumah

Seiring bertambah usianya, rasa ingin tahu si Kecil akan semakin besar. Tak heran jika ia sering meniru perilaku dari orang-orang sekitarnya. Untuk itu, Ibu bisa memulai dengan memperlihatkan aktivitas bersih-bersih rumah di depan si Kecil. Ibu bisa memberi contoh  bersih-bersih rumah seperti menyapu, cuci piring, atau membereskan mainan yang berserakan. Perlihatkan pada si Kecil bahwa bersih-bersih rumah bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan.

2. Ajak si Kecil Bergabung dan Ikut Membantu

Ibu bisa membuat aktivitas bersih-bersih rumah sebagai momen belajar kerja sama yang mengasyikkan bersama si Kecil. Bahkan, Ayah bisa diajak ikut bergabung dalam aktivitas ini. Misalnya, Ayah bisa mengajak si Kecil mencuci mobil bersama. Berikan si Kecil alat bersih-bersih atau biarkan ia memegang selang air dan membersihkan mobilnya. Umumnya, anak-anak suka diajak bermain air.

3. Sesuaikan dengan Usia dan Tinggi si Kecil

Bu, jika si Kecil sudah bisa menjangkau suatu benda untuk aktivitas beres-beres rumah, berarti ia bisa diajarkan melakukannya. Misalnya, jika si Kecil sudah bisa menjangkau rak penyimpanan mainan, ia bisa diajarkan untuk meletakkan mainan yang sudah dipakai di sana. Jika Ibu menggunakan mesin cuci bukaan depan, si Kecil bisa diajak memasukkan pakaian kotor ke dalamnya bila ia tak perlu repot berjinjit. Begitu tinggi dan usia si Kecil bertambah, Ibu bisa memberikannya tanggung jawab yang lebih besar, seperti merapikan tempat tidur bahkan mencuci piring.

4. Berikan Pujian

Selain melakukan cara di atas, saya juga selalu memberi si Kecil pujian ketika ia berhasil menyelesaikan tugasnya. Jika memungkinkan, sesekali Ibu bisa membelikannya hadiah agar ia semakin semangat untuk bersih-bersih rumah. Hadiahnya tidak selalu harus mainan, Bu. Ibu bisa memasakkan si Kecil makanan kesukaannya seusai bersih-bersih.

5. Biarkan si Kecil Memilih

Bu, biarkan si Kecil memilih tugas membersihkan rumah yang paling ia senangi. Misalnya, buat tiga pilihan tugas, seperti merapikan tempat tidur, lap meja, atau merapikan mainan. Hal ini akan membantu si Kecil belajar mengambil keputusan dan membangkitkan semangatnya untuk bersih-bersih rumah.

6. Hindari Memaksa si Kecil

Jika si Kecil menolak untuk membersihkan rumah, sebaiknya Ibu tidak memaksanya, ya. Bisa jadi si Kecil memang belum berminat atau ia sedang lelah. Ibu bisa mencoba mengajaknya kembali di lain waktu.

Selain membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, kegiatan ini juga bisa menjadi salah satu cara mendidik anak usia dini agar mandiri, Bu. Namun, Ibu sebaiknya tidak memiliki ekspektasi berlebih terhadap hasil bersih-bersih si Kecil, ya. Bisa jadi, hasilnya belum sebaik yang Ibu inginkan. Tapi, setidaknya ia belajar mencoba. Ayo mulai ajak si Kecil membersihkan rumah!