Share Like
Simpan

Senang ya Bu, tahun ini si Kecil sudah dapat diajak ikut berpuasa. Meski begitu, tantangannya pun pasti akan banyak, salah satunya adalah membangunkan ia untuk sahur. Ya, sama halnya dengan kita, bangun dini hari dan menahan rasa kantuk ketika jam sahur tiba memang tidak mudah. Namun, sahur tidak boleh dilewatkan, karena kebutuhan gizi balita harus tetap dipenuhi selama berpuasa. Maka dari itu, yuk, kita coba cara-cara ini!

1. Tidur lebih awal

Dulu, saya selalu mengingatkan si Kecil untuk tidur lebih awal, agar mudah dibangunkan saat sahur. Jadi, saya mencoba membuat peraturan yang sedikit berbeda selama menjalankan ibadah puasa untuk si Kecil. Jika biasanya ia tidur pada pukul 21.00, saya mengusahakan si Kecil untuk tidur sekitar pukul 20.00 selama bulan Ramadan. Melalui kebiasaan ini, kebutuhan tidurnya diharapkan tidak terganggu meski ia harus bangun dini hari.

2. Mengatur jam bangun sahur sendiri

Biasanya, sudah banyak info jadwal Imsak tersebar di internet beberapa hari sebelum puasa. Memanfaatkan info tersebut, saya mencoba membuat permainan kecil-kecilan untuk menentukan jam bangun sahur dengan si Kecil. Ajak ia menghitung dan menentukan waktu terbaik untuk bangun dan pasang alarm. Melalui cara ini, si Kecil belajar untuk lebih bertanggung jawab dengan jadwal yang ia buat dan tentukan sendiri sebelumnya.

Selain itu, agar bangun sahur menjadi lebih menyenangkan, pasanglah bunyi alarm yang unik, misalnya suara kucing mengeong, suara karakter animasi Doraemon, dan sebagainya. Suara-suara unik tersebut bisa didapat dengan mudah lewat berbagai aplikasi telepon seluler mengingat teknologi sudah semakin canggih ya, Bu.

3. Membuat ‘arisan’ menu sahur

Berkreasi dengan menu sahur bisa menjadi senjata ampuh untuk lebih mudah membangunkan si Kecil. Supaya lebih seru, saya dulu sempat membuat semacam kocokan arisan yang isinya adalah menu-menu makanan kesukaannya, dan meminta ia untuk mengambil satu menu tersebut setiap malam. Menu pilihannya ini lah yang nantinya saya sajikan saat sahur. Agar tak bosan, cobalah untuk mengganti menu-menu tersebut setiap seminggu sekali ya, Bu.

4. Mengajak si Kecil menyiapkan menu sahur

Dulu si Kecil sangat menyukai kegiatan masak-memasak. Itulah sebabnya, saya memanfaatkan hal ini untuk membangunkan si Kecil sahur. Ya, ajaklah ia untuk membantu Ibu menyiapkan menu sahur hasil ‘kocokan arisan’ yang sudah ia ambil. Libatkan ia untuk tugas-tugas yang ringan, misalnya mengocok telur, membuat teh manis atau sekadar menyusun peralatan makan di meja.

Supaya si Kecil juga lebih semangat menyantap menu sahurnya, mintalah ia untuk menghias makanan dan minuman yang disantapnya, seperti mencetak nasinya menjadi berbentuk kelinci atau meletakkan tusuk gigi bendera di atas roti isinya. Sajikan menu sahur si Kecil tersebut bersama dengan susu pertumbuhan Frisian Flag Karya yang lezat, agar kebutuhan nutrisinya di bulan puasa ini tetap terpenuhi ya, Bu.

5. Membuat aktivitas sahur yang seru

Sahur biasanya dilakukan dengan aktivitas makan, minum, shalat Subuh, lalu tidur kembali. Namun, Ibu juga bisa menjadikan sahur sebagai waktu yang dinanti-nantikan oleh si Kecil dengan mengajak ia menonton tayangan animasi atau membaca buku cerita yang berisi cerita-cerita para Nabi, saat selesai makan sahur sambil menunggu azan Subuh. Dulu saya menjadikan momen ini untuk sekaligus menambah bekal ilmu seputar agama dengan cara yang lebih menarik. Jika Ibu merasa kesulitan dalam mencari cerita, Ibu bisa mencari referensi di toko buku atau browsing di internet.

6. Beri penghargaan

Saat si Kecil berhasil bangun sahur dengan semangat dan tidak rewel, cobalah untuk memberinya pujian atas keberhasilan tersebut, misalnya dengan mengucapkan “Wah, hebatnya anak Ibu sudah bisa bangun sahur sendiri!”. Ini merupakan salah satu Momen Wow Ramadan milik si Kecil yang patut diacungi jempol, Bu. Jika ia berhasil bangun sahur dengan mudah selama bulan Ramadan, Ibu juga bisa memberikan kejutan saat Lebaran berupa mainan yang sudah lama si Kecil inginkan.

Selamat sahur seru bersama si Kecil ya, Bu!