Whatsapp Share Like Simpan

Membacakan dongeng sebelum tidur untuk anak itu sangat bermanfaat lho, Bu. Diantaranya bisa memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan bicara, meningkatkan imajinasi dan kreativitas, dan masih banyak lagi. Untuk itulah para orang tua disarankan untuk sering mendongeng untuk buah hatinya pada jam tidur anak.

Dari banyaknya dongeng yang bisa Ibu pilih untuk diceritakan kepada anak, ada beberapa dongeng sebelum tidur yang direkomendasikan karena memiliki jalan cerita dan pesan moral yang bagus. Inilah beberapa rekomendasi tersebut, Bu:

Kisah Kancil dan Buaya

Dongeng ini mengisahkan tentang seekor kancil yang cerdik. Suatu hari, ia bertemu dengan sekelompok buaya yang lapar saat akan menyeberangi sungai di hutan. Ia harus memutar otak untuk bisa berhasil menyeberangi sungai tanpa dijadikan santapan pagi para buaya. Si kancil berkata pada buaya bahwa ia bersedia untuk menyerahkan diri, tapi ragu apakah ragu akankah dagingnya cukup bagi semua buaya di sungai tersebut.

Ia lalu kemudian meminta semua buaya untuk berbaris supaya dapat menghitung jumlah mereka. Para buaya pun mengikuti perintahnya untuk berbaris rapi sampai membentuk formasi yang mirip dengan jembatan. Sambil berhitung, kancil melompati buaya satu demi satu dengan cekatan hingga sampai di pinggir sungai dan langsung melarikan diri. Ia berhasil menipu buaya dan membuat para buaya merasa kesal.

Pesan moral untuk anak: kita harus berusaha mencari akal untuk mengatasi masalah yang sedang kita hadapi. Dongeng sebelum tidur ini juga mengajari anak bahwa kecerdikan mampu mengalahkan kekuatan.

Artikel Sejenis

Kura-kura dan Kelinci yang Sombong

Di suatu hutan, tinggal seekor kelinci yang sombong karena merasa dirinya mampu berlari paling cepat di antara binatang lainnya. Ia menantang semua hewan untuk berlomba lari dengannya. Tidak ada yang mau menerimanya, kecuali kura-kura. Awalnya kelinci tidak bersedia berlomba dengan kura-kura karena merasa akan menang telak. Namun kura-kura tetap ingin berlomba dengannya.

Mereka pun kemudian berlomba. Kelinci langsung berlari melesat meninggalkan kura-kura. Di tengah jalan, kelinci merasa lelah. Sambil menunggu kura-kura, kelinci beristirahat sejenak hingga tidak sengaja tertidur. Kura-kura tidak patah semangat dan ingin terus menyelesaikan lomba. Melihat kelinci yang tertidur, kura-kura pun segera berjalan ke garis finish dan memenangkan lomba tersebut.

Pesan moral untuk anak: jangan menjadi seorang yang sombong dan meremehkan orang lain. Dongeng sebelum tidur ini juga mengajarkan pada anak untuk tidak mudah menyerah dan terus berusaha menggapai impian.

Dongeng Terbentuknya Danau Toba

Cerita rakyat asli Indonesia ini mengisahkan tentang seorang pemuda yang bernama Toba Sumatera Utara. Saat memancing ikan, ia berhasil mendapatkan seekor ikan bersisik emas. Ia pun segera membawanya pulang untuk disantap. Namun, karena kayu bakar di rumahnya habis, maka ia harus mencarinya lebih dulu. Betapa terkejutnya ia ketika sampai di rumah ada seorang gadis cantik yang telah menunggunya, sementara ikan emas yang tadi dipancingnya menghilang.

Gadis tersebut adalah jelmaan dari ikan emas yang bersedia menjadi istri Toba dengan syarat Toba tidak membocorkan jati dirinya. Mereka berdua menikah dan memiliki seorang anak yang diberi nama Samosir. Samosir malah tumbuh jadi anak nakal yang tidak mau menurut perintah orang tuanya hingga suatu hari Toba yang merasa marah menghardiknya dengan sebutan anak ikan. Samosir yang terkejut mengadu pada sang ibu.

Samosir lalu diminta oleh ibunya untuk naik ke bukit, karena setelah itu ada air bah deras yang melanda tempat tersebut. Sang ibu masuk ke danau dan kembali menjadi ikan, sementara Toba tenggelam di danau. Danau tersebut kini dikenal sebagai Danau Toba, sedangkan sang anak berubah wujud menjadi pulau yang ada di tengah danau yang kini disebut Pulau Samosir.

Pesan moral untuk anak: kita harus selalu menepati janji yang telah disepakati dan menjadi anak yang patuh pada orang tua.

Baca juga: Nilai Moral di Balik Cerita Rakyat

Malin Kundang Si Anak Durhaka

Dongeng sebelum tidur asal Pulau Sumatera ini mengisahkan tentang sebuah keluarga yang mempunyai seorang anak laki-laki bernama Malin Kundang yang tampan dan gagah. Saat sudah dewasa, ia memutuskan untuk mencari pekerjaan di daerah lain dengan ikut berlayar dengan seorang tetangganya.

Ketika berlayar, kapal Malin Kundang hancur oleh ulah perompak. Untungnya, ia terdampar di sebuah pantai dan dibantu oleh warga sekitar. Di tempat baru tersebut, ia bekerja keras, menjadi seorang pedagang sukses, dan menikahi seorang gadis setempat. Ia pun memutuskan untuk berlayar ke kampung halamannya bersama sang istri.

Mengetahui anaknya pulang, ibu Malin Kundang pun ingin menyambutnya dengan berbagai masakan favoritnya. Namun, Malin Kundang berpura-pura tidak mengenali ibunya karena malu dengan pakaian sang ibu yang lusuh. Sang ibu yang merasa sedih dan kecewa mengutuk Malin menjadi sebuah batu.

Pesan moral untuk anak: seorang anak harus patuh dan berbakti terhadap orang tuanya karena orang tua sudah merawat dan membesarkan anaknya dengan sepenuh hati.

Legenda Candi Prambanan

Legenda Candi Prambanan mengisahkan tentang sebuah kerajaan Prambanan yang dipimpin Prabu Baka. Suatu hari, kerajaan ini berperang dengan kerajaan Pengging yang dipimpin Bandung Bondowoso. Kerajaan Pengging memenangkan peperangan dan Bandung Bondowoso menggantikan tahta Prabu Baka di kerajaan Prambanan.

Ia terpikat oleh kecantikan Roro Jonggrang, puteri dari Kerajaan Prambanan, dan ingin meminangnya. Roro Jonggrang memberikan syarat jika Bandung Bondowoso ingin menikahinya, yaitu membangun seribu candi dalam waktu semalam. Dengan bantuan para jin, Bandung Bondowoso hampir berhasil menyelesaikan syarat tersebut. Namun karena Roro Jonggrang tidak ingin menikah dengannya, ia pun mencari akal untuk menggagalkan pembangunan candi, yaitu dengan membangunkan para gadis untuk memukul lesung sebagai tanda pagi hampir tiba.

Ayam jantan pun turut berkokok dan membuat para jin segera meninggalkan pekerjaannya karena khawatir matahari segera terbit. Bandung Bondowoso yang menyadari usahanya gagal dan marah. Ia pun mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah arca.

Pesan moral untuk anak: agar anak menjadi orang yang tegas, bertanggung jawab, dan selalu menepati janji yang telah dibuat.

Kisah Pengembala Biri-biri

Di sebuah desa, ada seorang pemuda yang bekerja sebagai pengembala biri-biri. Ia merasa bosan karena setiap hari harus melakukan kegiatan yang sama, yaitu menggembalakan biri-biri di padang rumput. Tiba-tiba, ia memiliki sebuah ide untuk mengerjai orang-orang di desanya untuk mengusir kebosanannya. Sambil berpura-pura panik, ia berlari menuju desa dan berteriak, “Ada serigala!”.

Warga pun segera berlari ke padang rumput untuk mengusir serigala itu. Namun ternyata, di sana tidak ada serigala. Hanya ada si pengembala biri-biri tertawa senang karena berhasil menipu warga.

Ia pun mengulangi keisengan tersebut di lain hari dan membuat para warga merasa marah. Hingga akhirnya pada suatu sore, muncullah seekor serigala sungguhan dari dalam hutan. Si pengembala berteriak ketakutan untuk meminta bantuan warga, tapi kali ini mereka tidak percaya padanya. Serigala pun menyantap kawanan biri-biri tersebut dengan leluasa, sementara si pengembala bingung tidak bisa berbuat apa-apa.

Pesan moral untuk anak: jangan suka berbohong karena berbohong adalah sifat yang tercela dan membuat orang lain tidak pernah percaya lagi pada kita.

 

Itulah beberapa rekomendasi dongeng sebelum tidur yang sarat akan pesan moral yang bagus untuk dibacakan pada buah hati, Bu. Coba dongengkan pada anak sebelum ia tidur ya, Bu, supaya ia dapat memetik pesan moral yang baik untuk ditiru dalam kehidupan sehari-hari.

Jika Ibu memiliki pertanyaan seputar anak, ibu dapat bertanya langsung ke pakar kami melalui fitur Tanya Pakar. Namun untuk menggunakan fitur tersebut, ibu perlu melakukan registrasi terlebih dahulu ya, Bu. Selamat mencoba.

Sumber:

Mamapapa

Popmama