Memiliki buah hati merupakan dambaan bagi suatu keluarga. Meski begitu, tidak semua keluarga beruntung bisa dengan mudah memiliki keturunan dan adopsi anak kerap diambil sebagai jalan keluar. 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Ibu dan Ayah memilih untuk mengadopsi anak. Agar tidak salah langkah, yuk ketahui cara adopsi anak yang benar dan legal.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Adopsi Anak

Di dalam cara adopsi anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar. Berikut adalah beberapa di antaranya: 

  1. Pelajari Semua Hal

    Sebelum mengadopsi anak, bacalah buku, majalah, dan berbagai referensi lain yang membahas secara mendetail tentang cara adopsi anak, proses hukumnya, dan suka-dukanya. 

    Akan sangat membantu juga jika Ibu bisa bertemu dengan pasangan lain yang sudah pernah mengadopsi anak dan mengobrol dengan mereka. Ibu dapat bergabung dengan grup para orang tua yang mengadopsi anak untuk mendapat dukungan dan info-info seputar hal tersebut.

    Artikel Sejenis

  2. Cari Profesional yang Terpercaya

    Demi keamanan selama proses adopsi, carilah lembaga atau yayasan panti asuhan yang terpercaya. Cari referensi sebanyak mungkin tentang lembaga-lembaga tersebut sebelum memutuskan untuk mengadopsi seorang anak dari sebuah lembaga. Ibu juga akan membutuhkan bantuan seorang pengacara untuk membantu proses legalitas adopsi dan mengetahui syarat adopsi anak yang legal.

  3. Siap Menjadi Orang tua

    Saat memutuskan untuk mengadopsi anak, maka Ibu pun sebaiknya sudah menyiapkan diri untuk menjadi orang tua. Ini mencakup banyak hal, mulai dari mempersiapkan finansial untuk kebutuhan anak, fisik dan stamina tubuh untuk merawat anak, serta mental untuk mendidik anak menjadi pribadi yang baik. 

    Patut diperhatikan bahwa anak yang Ibu besarkan bukanlah anak kandung. Ibu harus mencari dan menemukan cara untuk membesarkan anak di bawah bayang-bayang kata ‘adopsi’, apalagi jika ada seseorang di sekitar Ibu yang bertanya dan membicarakan sang anak. Usahakan memberikan perhatian dan kasih sayang kepada sang anak seperti menyayangi anak kandung ya, Bu.

  4. Kenali Latar Belakang Anak

    Penting bagi Ibu untuk mengetahui bagaimana latar belakang anak yang akan Ibu dan suami adopsi, baik latar belakang sosial, emosional maupun kesehatan. Jika sang anak masih memiliki orang tua, keluarga kandung atau wali, jalin hubungan baik dengan mereka untuk mengetahui bagaimana kehidupan sang anak sebelum diadopsi. 

    Cara ini akan membantu Ibu dan suami untuk lebih memahami cara menghadapi sang anak saat sudah sah menjadi bagian dari keluarga Ibu. Pastikan juga bahwa anak yang Ibu dan suami adopsi telah melalui proses persetujuan dari wali atau keluarga kandung sang anak.

  5. Bukan Anak Sempurna

    Ketika memutuskan untuk mengadopsi anak, Ibu dan suami memang punya pilihan untuk memilih anak seperti apa yang akan diadopsi. Namun, Ibu dan suami perlu ingat bahwa mengadopsi anak itu bukanlah cara untuk memuaskan keinginan orang tua saja. Seperti misalnya, mendambakan fisik anak yang sempurna dan kepandaian di atas rata-rata. Hal seperti ini tentu menjadi keinginan setiap orang tua. 

    Akan tetapi, jangan sampai keinginan ini malah membuat Ibu dan suami menjadi lebih memikirkan kepentingan pribadi, bukan kepentingan sang anak yang akan menjadi bagian keluarga Ibu. Di sini, Ibu dan suami harus bisa menahan ego dan menjalani tugas sebagai orang tua angkat dengan ikhlas.

Syarat Adopsi Anak

Jika Ibu dan Ayah ingin mengadopsi anak, maka perlu dipahami bahwa Indonesia mengatur dengan ketat proses adopsi anak. Di mana hal ini perlu melalui proses legal berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak. 

Ada beberapa yayasan yang telah diresmikan oleh pemerintah yaitu, Yayasan Sayap Ibu yang berada di Jakarta dan Yayasan Matahari Terbit yang ada di Surabaya. Selain itu, Ibu dan Ayah juga bisa mengadopsi anak dari beberapa panti asuhan atau sosial yang sudah memiliki izin remsi dari Kementerian Sosial. Berikut adalah beberapa syarat adopsi anak yang perlu diketahui: 

  • Minimal usia orang tua 30 tahun dan maksimal 55 tahun.
  • Sehat rohani dan jasmani.
  • Menganut agama yang sama dengan calon anak angkat.
  • Tidak memiliki catatan hukum atas tindak kejahatan, dan memiliki catatan berkelakukan baik. 
  • Calon orang tua bukanlah pasangan sesama jenis. 
  • Calon orang tua sudah menikah minimal 5 tahun. 
  • Hanya memiliki satu orang anak atau tidak sama sekali.
  • Menyertakan izin tertulis dari orang tua atau wali anak dan persetujuan anak. 
  • Sudah mendapatkan izin dari kepala instansi atau menteri sosial. 
  • Mampu secara ekonomi. 

Sudah mengasuh calon anak yang akan diadopsi setidaknya selama 6 bulan sejak izin mengasuh diberikan.

Setelah semua persyaratan dipenuhi, maka petugas dinas sosial akan berkunjung ke rumah calon orang tua untuk melihat kondisi rumah, ekonomi, sosial, dan kejiwaan. Setelah itu, pasangan akan diberikan izin pengasuhan sementara untuk mengasuh anak selama sekitar 6 hingga 12 bulan. 

Setelah masa izin pengasuhan sementara habis, calon orang tua harus menjalani sidang yang hasilnya nanti akan menentukan apakah permohonan adopsi tersebut disetujui atau ditolak. 

Ibu dan ayah mungkin bertanya, berapa biaya adopsi anak, bukan? Jawabannya tidak. Proses ini tidak memerlukan biaya sama sekali, hanya saja prosesnya mungkin akan menghabiskan waktu sekitar dua tahun. 

Nutrisi untuk Tumbuh Kembang Anak

Ketika sudah diberikan izin, jangan lupa untuk memastikan nutrisi si Kecil terpenuhi dengan baik, ya. Pastikan si Kecil menerima asupan nutrisi yang baik untuk tumbuh dan kembangnya untuk menjadi anak yang kreatif, tangkas dan berani. 

Memberikan asupan nutrisi ini juga menjadi hal yang penting bagi mereka sehingga semakin nyaman berada di rumah dan keluarga Ibu. Jika perlu, Ibu bisa optimalkan pemberian nutrisinya dengan asupan nutrisi pendukung seperti susu pertumbuhan yang sesuai dengan usianya. 

Berikan ia susu pertumbuhan Frisian Flag Primagro 1+ jika ia berusia 1-3 tahun, atau susu pertumbuhan Frisian Flag Primagro 3+ jika ia sudah berusia 4-6 tahun. Pasalnya susu Frisian Flag Primagro mengandung 9AAE yang lengkap dan 4x DHA yang lebih tinggi. 

Peran 9AAE (9 Asam Amino Esensial - protein yang mudah diserap oleh tubuh untuk mendukung pertumbuhan otak dan otot si Kecil) sangat berpengaruh pada hormon pertumbuhan. Bahkan kekurangan 1 dari 9AAE dapat membuat anak kurang tinggi dan kurang kreatif. Selain 9AAE, Ibu juga perlu memenuhi kebutuhan DHA si Kecil. Karena keduanya harus bekerja bersamaan dan harus dipenuhi dari makanan karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri. 

Semua nutrisi penting ini bisa Ibu dapatkan dengan memberikan si Kecil susu pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ atau Frisian Flag PRIMAGRO 3+ yang kaya akan DHA 4x lebih tinggi dan 9AAE. Selain mengandung DHA 4x lebih tinggi serta 9AAE, susu ini juga dilengkapi dengan Minyak Ikan, Omega 3&6, Asam Sialat, dan Sphingomyelin tertinggi di kelasnya untuk mendukung perkembangan otak dan kecerdasannya. Susu ini juga mengandung serat pangan inulin yang dapat menjaga kesehatan pencernaan. Yuk, dukung tumbuh kembang si Kecil dengan memberikan susu pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO.

Selamat menantikan kehadiran si Kecil dalam keluarga Ibu, ya!