Share Like
Simpan

Bu, selama menyusui, sumber informasi manakah yang paling sering Ibu dengarkan? Mungkin, banyak dari Ibu yang akan menjawab teman. Ya, memang nyaman rasanya berkonsultasi kepada teman sebaya yang kita anggap sudah lebih berpengalaman. Jauh lebih praktis juga dibandingkan dengan berkonsultasi ke dokter, bukan?

Hanya saja, ada kemungkinan kita mendapatkan jawaban yang berbeda, atau bahkan bertentangan, Bu. Soalnya, setiap teman tentu mengajukan saran berdasarkan pengalaman masing-masing. Bukannya terbantu, bisa-bisa Ibu justru kebingungan, “Yang mana yang benar, ya?”

Nah, supaya Ibu tidak mengalami hal yang sama seperti saya dulu, berikut saya sampaikan beberapa mitos menyusui yang patut Ibu ketahui kebenarannya. Semoga setelah membaca ini, Ibu akan terbantu dan jadi lebih mengerti mana yang mitos dan mana yang fakta, ya. Mari disimak!

1. Mitos : Persiapkan kondisi payudara sedini mungkin.

Fakta  : Christina Smillie, M.D, ahli gizi dan laktasi dari Breastfeeding Resources mengemukakan bahwa payudara akan melakukan persiapan dengan sendirinya secara alamiah. Bahkan, proses tersebut dimulai sejak proses kehamilan, lho. Area di sekitar puting menebal dan kelenjar areola mulai memproduksi minyak untuk pelumasan dan proteksi payudara. Selain itu, produksi hormon oksitoksin meningkat, yang membuat mulut puting menjadi lebih lentur.

2. Mitos : Menyusui itu sangat menyakitkan.

Fakta  : Pada kali pertama menyusui, wajar bila Ibu merasa kurang nyaman. Rasa sakit menandakan si Kecil belum menyusu dengan benar, Bu. Oleh karena itu, perhatikan cara menyusu si Kecil dengan seksama dan aturlah posisi senyaman mungkin agar proses menyusui bisa berjalan dengan maksimal. Lama-lama tidak akan terasa sakit lagi, kok.

3Mitos : Jangan menyusui terlalu sering untuk menjaga kadar ASI.

Fakta  : Ini hanyalah mitos. Dalam buku Breastfeeding and Human Lactation, dituliskan bahwa ketika Ibu menyusui dengan intensitas cukup sering (8-9 kali per hari), maka ASI yang dihasilkan akan lebih banyak. Hal ini disebabkan produksi ASI dipengaruhi oleh intensitas menyusui si Kecil itu sendiri. Apabila frekuensinya berkurang, maka perlahan kadar ASI yang dihasilkan pun akan menurun.

4. Mitos : Sebelum mulai menyusui, Ibu wajib membersihkan area puting.

Fakta  : Seringkali, Ibu khawatir akan kebersihan area puting. Terlebih, tubuh si Kecil masih rentan akan penyakit. Tenang saja, Bu. ASI memberikan proteksi pada si Kecil untuk melindunginya dari infeksi dan bakteri, kok. Membersihkan area puting sebelum mulai menyusui justru dapat menghilangkan minyak alamiah pada puting yang memiliki fungsi proteksi tersebut, lho.

5Mitos : Dilarang menyusui bila Ibu sedang sakit.

Fakta  : Apabila Ibu sedang sakit, apakah Ibu harus berhenti menyusui? Jawabannya ialah tidak. Selama Ibu masih bisa menyusui dan tidak mengonsumsi obat yang mempengaruhi ASI, maka lanjutkan proses tersebut seperti biasa. Menyusui si Kecil saat sakit justru dapat membantu si Kecil meningkatkan proteksi tubuhnya. Mengapa? Sebab, tubuh Ibu akan sibuk memproduksi antibodi yang dapat tersalurkan pada si Kecil melalui ASI. Oleh karena itu, tidak perlu takut akan ketahanan tubuh si Kecil.

Menakjubkan ya ternyata proses menyusui itu? Selalu perkaya diri dengan pengetahuan yang lengkap memang baik, Bu, demi kesehatan Ibu dan si Kecil. Jadi, jangan ragu untuk terus mencari referensi ya. Selamat menikmati momen menyusui si Kecil, Bu!