Makanan penambah ASI bisa menjadi alternatif bagi Ibu dalam menjaga dan meningkatkan kualitas serta kuantitas ASI untuk si Kecil. Sesuai dengan namanya, makanan penambah ASI merupakan jenis-jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi demi membantu tubuh memperlancar produksi ASI. Pasalnya, di usia 0 hingga 6 bulan, bayi hanya bisa mengonsumsi ASI dan terkadang jadwal dan jumlahnya bisa berubah-ubah dalam sehari. 

Banner Register
Banner AKP
Banner Register
Banner Pop Up

Perlu dipahami bahwa makanan penambah ASI tentu berasal dari bahan atau jenis makanan yang sehat, bergizi, dan kaya akan nutrisi. Bahan makanan penambah ASI ini umumnya datang dari daging merah, daging putih, sayuran, kacang-kacangan, serta gandum yang tentunya sudah rutin Ibu konsumsi di masa kehamilan. Meskipun begitu, mungkin ada beberapa bahan makanan yang belum Ibu ketahui yang ternyata masuk ke dalam makanan penambah ASI. Mari cari tahu lebih lanjut!

Jenis makanan penambah ASI

Ragam rekomendasi makanan sehat, bergizi, dan juga kaya akan nutrisi sebagai makanan penambah ASI ini mungkin sudah pernah Ibu konsumsi, bahkan bisa saja ada yang jadi jenis makanan favorit bagi Ibu. Sebagai tambahan informasi, makanan penambah ASI juga dikenal dengan istilah makanan laktogenik atau ASI booster. Agar peran dari makanan penambah ASI dapat memberikan manfaat secara maksimal demi meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI, makanan laktogenik biasanya dipilih dari makanan yang mengandung galaktagog. 

Makanan yang mengandung galaktagog ini merupakan makanan dengan senyawa yang terdapat pada tanaman untuk merangsang dan meningkatkan produksi ASI bagi Ibu menyusui. Berikut adalah beberapa jenis makanan penambah ASI yang bisa Ibu tambahkan ke dalam menu harian di rumah. 

  1. Makanan tinggi DHA 

    Selama menyusui, DHA menjadi salah satu nutrisi penting yang harus Ibu penuhi kebutuhannya agar produksi ASI lancar. DHA termasuk jenis asam lemak omega-3 yang berperan penting untuk perkembangan otak dan mata. Menurut studi, tubuh hanya bisa memproduksi DHA dalam jumlah kecil, sehingga Ibu Perlu mengonsumsi makanan atau suplemen agar kebutuhan tubuh akan DHA dapat terpenuhi.

    Artikel Sejenis

    Bagi ibu menyusui, setidaknya memerlukan sekitar 1.500 miligram (mg) DHA per minggu. DHA banyak terkandung dalam minyak ikan tuna, salmon, makarel, atau sarden. Selain dari ikan, beberapa jenis-jenis makanan yang tinggi DHA yaitu:

    • Susu Frisian Flag PRIMAMUM yang mengandung DHA 34mg per gelasnya
    • Daging merah
    • Telur
    • Keju dari susu murni
    • Sayuran hijau
    • Edamame
    • Kacang kenari
    • Rumput laut
  2. Makanan yang mengandung protein hewani

    Dalam melengkapi asupan lengkap demi memperlancar produksi ASI, susu khusus Ibu hamil bisa jadi pilihan yang baik. Namun, hal tersebut juga perlu didukung dengan konsumsi makanan yang mengandung protein hewani, seperti telur, ikan, daging merah, serta daging putih. Makanan yang mengandung protein hewani menjadi pilihan baik yang perlu Ibu konsumsi dalam memenuhi asupan protein secara maksimal setiap harinya.

    Agar produksi ASI tetap maksimal, Ibu bisa mengolah bahan makanan yang mengandung protein hewani ke dalam berbagai jenis hidangan jenis sup. Makanan penambah ASI tersebut dapat membantu Ibu melengkapi asupan protein yang dibutuhkan dalam memaksimalkan produksi ASI, tapi juga cairan yang dibutuhkan selama masa menyusui. Mengolah makanan penambah ASI dalam ini juga sangat mudah untuk dilakukan di rumah dan variatif, sehingga Ibu tidak akan merasa bosan untuk rutin menyantapnya di rumah.

  3. Kacang-kacangan

    Makanan penambah ASI tidak perlu terus menerus hadir dalam bentuk full course. Kacang-kacangan misalnya, makanan penambah ASI tersebut bisa jadi pilihan Ibu saat ingin bersantai di sore hari sambil menyantap camilan di rumah. Kacang-kacangan bisa jadi salah satu jenis makanan yang Ibu gunakan sebagai tambahan sumber protein. Beberapa jenis kacang, seperti kacang tanah, kacang merah,, kacang hijau, dan kacang polong juga mengandung asam folat. Selain itu, ada juga jenis kacang yang kaya akan zat besi, mineral, dan juga vitamin. Namun pastikan bahwa Ibu tidak memiliki alergi terhadap kacang sebelum memutuskan untuk menjadikan makanan penambah ASI satu ini jadi camilan favorit, ya.

  4. Gandum

    Selain protein, serat juga jadi salah satu hal yang esensial bagi Ibu menyusui. Pasalnya, dalam masa menyusui, Ibu akan merasa mudah lapar karena nutrisi yang diserap di dalam tubuh akan tersalurkan kepada si buah hati. Oleh karena itu, kehadiran makanan penambah ASI yang kaya akan serat seperti gandum, dapat membantu Ibu untuk tidak mudah merasa lapar yang dapat mengganggu proses menyusui si kecil. Baik gandum utuh atau oat bisa jadi pilihan untuk Ibu konsumsi sebagai makanan penambah ASI dalam mencukupi kadar asupan harian yang dibutuhkan. Tidak hanya berperan sebagai makanan penambah ASI, gandum dan olahannya juga kaya akan kandungan zat besi yang dapat mencegah anemia. Pasalnya anemia merupakan salah satu musuh utama yang harus dicegah kedatangannya bagi Ibu menyusui, karena anemia juga jadi salah satu penyebab berkurangnya kualitas dan produksi ASI yang berdampak tidak hanya pada tubuh Ibu tapi juga ke perkembangan tubuh si buah hati.

  5. Daun katuk

    Daun katuk merupakan salah satu jenis sayuran yang sering dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Anjuran tersebut bukan tanpa sebab. Pasalnya, diketahui bahwa daun katuk merupakan makanan sehat yang mengandung banyak nutrisi. Sebagai makanan penambah ASI, daun katuk mengandung protein yang dibutuhkan oleh ibu menyusui. Selain protein, daun katuk juga mengandung laktagogum dan prolaktin yang tinggi. Dua kandungan esensial dalam makanan penambah ASI ini dianggap berguna untuk membantu perangsangan dalam meningkatkan serta melancarkan produksi ASI.

  6. Bayam

    Sama halnya dengan daun katuk, bayam juga bisa jadi alternatif baik sebagai makanan penambah ASI. Salah satu keunggulan atau manfaat yang bisa didapatkan dalam mengonsumsi bayam sebagai makanan penambah ASI adalah asupan zat besi yang cukup. Sebagaimana yang telah Ibu ketahui bahwa zat besi adalah salah satu zat yang berguna dalam memperlancar produksi sel darah merah yang membantu tubuh untuk bisa beroperasi secara optimal dan memaksimalisasi produksi ASI di masa menyusui. Produksi ASI yang maksimal tersebut juga didukung oleh hadirnya enzim phytoestrogens yang juga dapat ditemukan di dalam bayam. Selain itu, makanan penambah ASI satu ini juga mengandung vitamin B6 yang dapat meningkatkan kekebalan sistem imun bayi agar tidak mudah terserang penyakit.

Jangan lupakan air putih

Jangan lupakan air putih - ibudanbalita


Makanan penambah ASI memang jadi alternatif yang baik bagi Ibu yang sedang membutuhkan bantuan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ASI harian. Namun, jangan lupakan bahwa Ibu juga perlu mencukupi kadar cairan harian dari konsumsi air putih. Pasalnya, air putih juga punya peran yang sama penting dengan makanan penambah ASI. Di masa menyusui Ibu juga akan mudah merasa haus. 

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa persentase cairan di dalam ASI cukuplah besar. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk selalu minum air putih demi mengisi kembali cairan yang dikeluarkan melalui ASI. Jika diabaikan tidak hanya produksi ASI akan berkurang, tapi kesehatan Ibu pun dapat terganggu. Dianjurkan agar Ibu bisa mengonsumsi minimal 3.1 liter air putih setiap harinya atau sebanyak 13 cangkir demi menjaga kebutuhan cairan di masa menyusui.

Terus menjaga pola makan dengan makanan penambah ASI serta rajin minum air putih merupakan hal esensial yang diperlukan oleh Ibu yang sedang menjalani masa menyusui. Selain itu, Ibu juga dianjurkan untuk dapat menambah asupan nutrisi agar terus terjaga kelengkapannya. 

Agar produksi ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Ibu harus mendapatkan energi tambahan sebanyak 500 kalori setiap harinya (AKG 2019) begitu juga dengan protein dan nutrisi penting lainnya. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Ibu juga perlu mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung 9AAE (9 Asam Amino Esensial yaitu jenis protein siap serap yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh) untuk mendukung pertumbuhan sel otak, otot dan tulang si Kecil serta menjaga kesehatan ibu dan 9 nutrisi penting lainnya seperti: tinggi asam folat, omega 3 (ALA)/DHA, Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng agar kebutuhan nutrisi Ibu selama periode menyusui tercukupi dan produksi ASI meningkat .

Frisian Flag Primamum adalah susu ibu menyusui dengan 9AAE + 9 Nutrisi Penting untuk melengkapi nutrisi Ibu dan si Kecil selama periode menyusui. Dua gelas Frisian Flag Primamum mengandung energi sebanyak 360 kalori, protein 18 gram, DHA 68 mg dan 9 nutrisi penting lainnya dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan ibu menyusui. DHA dibutuhkan si Kecil untuk mendukung pertumbuhan sel otaknya di 1000 Hari Pertama Kehidupannya. Frisian Flag Primamum tersedia dalam rasa cokelat yang lezat, tidak membuat enek atau mual serta enak disajikan dalam kondisi hangat maupun dingin.

Namun jika Ibu atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Ibu bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Ibu bertanya susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya, Bu! 

Tak kalah pentingnya dari pemenuhan nutrisi, pertumbuhan dan perkembangan si Kecil juga perlu Ibu pantau. Progres pertumbuhan dan perkembangan si Kecil bisa dipantau secara rutin melalui fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima dalam Akademi Keluarga Prima. Fitur ini dikembangkan berdasarkan grafik pertumbuhan dari WHO. Coba fiturnya sekarang juga di halaman ini yuk, Bu!

Konsultasi Gratis dengan Ahli Gizi

Data Ibu

Hanya boleh berupa huruf

Format nomor handphone 08xxxxxxxxxx

  • Password harus memiliki minimal 8 karakter
  • Password harus memiliki setidaknya 1 huruf besar
  • Password harus memiliki setidaknya 1 huruf kecil
  • Password harus memiliki setidaknya 1 angka
  • Password harus memiliki setidaknya 1 karakter khusus (misalnya ., *, !, ? atau semacamnya)

Data Anak

Silakan isi data anak atau anak yang termuda.