Whatsapp Share Like
Simpan

Bagaimana ya cara mendekatkan anak dengan keluarga, terutama ke Kakek dan Neneknya? Keduanya bisa dibilang orang paling dekat dengan Ibu dan Ayah. Tentu penting sekali si Kecil dekat dengan mereka. Ini juga pernah menjadi kekhawatiran saya, Bu, apalagi Kakek dan Nenek si Kecil tidak tinggal serumah dengan kami sekeluarga. Padahal menurut seorang teman yang berprofesi sebagai psikolog, hubungan kuat antarkeluarga dapat mendukung perkembangan kecerdasan emosi si Kecil khususnya dalam berinteraksi dengan temannya, lho.  Teman saya itu juga memberikan beberapa tips untuk membuat si Kecil lebih dekat dengan Kakek dan Neneknya. Berikut tipsnya yang dapat Ibu terapkan juga di rumah.

1. Rutin Komunikasi Melalui Telepon

Sering kali kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari yang padat menjadi alasan untuk menunda berkunjung ke rumah Kakek-Nenek. Nah, untuk mengatasinya, Ibu bisa memanfaatkan perangkat teknologi, Bu, misalnya berkomunikasi via video call atau telepon jika si Kecil tidak dapat bertemu langsung dengan Kakek-Neneknya. Komunikasi ini baiknya dilakukan secara rutin, Bu. Misalnya, si Kecil cukup menyisihkan waktu untuk mengobrol dengan sang Kakek-Nenek paling tidak dua kali dalam seminggu. Ini juga bisa menjadi cara paling efektif jika Kakek dan Nenek tinggal di luar kota, Bu.

2. Rutin Mengunjungi Rumah Kakek-Nenek

Jika Ibu dan Ayah memiliki waktu luang, sempatkan untuk mengajak si Kecil berkunjung langsung ke rumah Kakek-Nenek, yuk. Jika memungkinkan, sesekali sediakan waktu untuk si Kecil menginap bersama Kakek-Neneknya, Bu. Tidak dapat dipungkiri bahwa ikatan kekeluargaan akan lebih mudah terbentuk jika si Kecil sering berinteraksi langsung dengan sang Kakek-Nenek. Sesuaikan waktu kunjungan dengan jadwal Ayah-Ibu dan Kakek-Nenek. Lakukan kunjungan paling tidak dua kali dalam sebulan, Bu.

3. Buat Kegiatan Spesial dengan si Kecil

Apakah sang Kakek-Nenek memiliki hobi tertentu? Jika iya, coba libatkan si Kecil dalam hobi tersebut, Bu. Misalnya sang Nenek memiliki hobi masak, ajak si Kecil untuk membantu Neneknya ketika sedang memasak. Contoh lainnya, jika sang Kakek suka berkebun, dorong si Kecil untuk mencoba berkebun sambil bermain di taman. Ibu dan Ayah juga bisa ikutan, supaya si Kecil lebih semangat untuk berpartisipasi. Atau sebaliknya, ajak Kakek-Nenek untuk mencoba hal yang ingin dilakukan oleh si Kecil saat itu. Dengan begitu, si Kecil dapat merasa diperhatikan dan dihargai. Hal ini dapat mengasah kecerdasan emosi anak, Bu.  

4. Cerita soal Kakek-Nenek

Apakah biasanya Ibu menceritakan dongeng untuk si Kecil sebagai pengantar tidur? Nah,ceritanya tidak perlu selalu terpaku pada buku dongeng saja. Ibu dapat sesekali menyelipkan kisah hidup soal Kakek-Nenek. Dengan begitu, si Kecil dapat lebih mengenal sosok Kakek dan Neneknya, Bu.  

5. Panjang Foto Kakek-Nenek di Rumah

Jika Ibu punya foto sang Kakek-Nenek, pajang foto tersebut di ruang keluarga atau kamar si Kecil. Kalau memungkinkan, coba cari foto yang ada si Kecil di dalamnya, Bu. Dengan cara ini, ia pun akan terus ingat dengan wajah Kakek-Neneknya.

Mendekatkan anak dengan keluarga ternyata tidak sesulit yang Ibu bayangkan ya. Namun memang dibutuhkan komitmen Ibu dan Ayah untuk menciptakan momen kebersamaan si Kecil dengan Kakek-Neneknya. Terlebih lagi jika si Kecil dan Kakek-Nenek tinggal berjauhan. Semoga artikel ini dapat membantu, ya!