Whatsapp Share Like Simpan

Ibu hamil selalu disarankan untuk memenuhi asupan gizi bagi Ibu dan janin. Caranya adalah dengan mengkonsumsi makanan bernutrisi dan disertai dengan susu ibu hamil setiap hari. Bukan tanpa alasan, susu ini telah diformulasikan khusus agar kebutuhan Ibu selama hamil dapat terpenuhi dengan baik.

Gizi saat Ibu hamil memang lebih banyak dibandingkan sebelum hamil. Ini karena Ibu harus memenuhi gizi untuk dua orang, yaitu Ibu sendiri dan janin di dalam kandungan. Untuk tahu lebih jelas mengapa selama hamil Ibu perlu rutin mengkonsumsi susu ibu hamil, baca dulu yuk beberapa alasannya berikut ini:

Memiliki Kandungan Gizi yang Lengkap

Khusus dibuat untuk ibu hamil, maka susu kehamilan jelas sudah diformulasikan dengan kandungan gizi yang lengkap. Diantara kandungan gizi tersebut adalah lemak, protein, zat besi, kalsium, asam folat, fosfor, vitamin A, B1, B2, B6, C, D, E, AA dan DHA. Semua nutrisi tersebut memiliki manfaat yang besar bagi Ibu dan janin, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi secara rutin setiap hari.

Mengurangi Risiko Terserang Penyakit

Kandungan gizi yang lengkap di dalam susu ibu hamil tidak hanya berfungsi untuk mencukupi asupan nutrisi Ibu dan janin, lho. Semua gizi tersebut juga akan membantu mengurangi risiko Ibu terserang penyakit selama mengandung.

Contohnya saja kandungan zat besi yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh supaya lebih kuat dalam menangkal serangan penyakit. Zat besi juga berperan penting dalam produksi hemoglobin yang mengantarkan oksigen ke jaringan dan organ. Asupan zat besi yang tercukupi dengan baik akan menghindarkan Ibu dari anemia yang sering menjadi keluhan para ibu hamil.

Artikel Sejenis

Rendah Kandungan Kolesterol dan Lemak

Dibandingkan dengan jenis susu lainnya, susu ibu hamil memiliki kandungan kolesterol dan lemak jahat yang paling rendah. Hal ini penting sekali untuk Ibu perhatikan, karena terlalu banyak mengkonsumsi keduanya dapat membahayakan kehamilan Ibu. Kadar lemak dan kolesterol jahat yang tinggi di dalam tubuh ibu hamil bisa menyebabkan kenaikan berat badan berlebih, preeklampsia, kelahiran prematur, dan diabetes gestasional.

Jadi, susu kehamilan adalah yang paling tepat untuk dikonsumsi saat Ibu sedang mengandung. Dengan begitu, asupan kolesterol dan lemak yang masuk ke tubuh Ibu tetap terkontrol. Akibatnya, kesehatan Ibu dapat tetap terjaga, begitu pula dengan berat badan Ibu dan janin.

Mendukung Perkembangan Saraf pada Janin

Asam folat tidak terkandung di susu lainnya, tapi hanya di dalam susu ibu hamil. Nutrisi ini berperan penting untuk mendukung perkembangan saraf pada janin lho, Bu. Selain itu, asam folat juga terbukti dapat menghasilkan sel darah merah, mengurangi risiko bayi terlahir prematur, mengalami cacat tabung saraf, mencegah bibir sumbing, dan cacat jantung bawaan.

Pengganti Makanan Saat Terkena Morning Sick

Rasa mual dan ingin muntah (morning sick) sering menjadi keluhan para ibu hamil, terutama di trimester pertama kehamilan. Saat mengalaminya, selera makan pun akan berkurang. Padahal, Ibu tetap harus makan supaya tetap kuat selama kehamilan dan janin tetap tumbuh dengan baik. Nah, susu ibu hamil dapat bermanfaat sebagai pengganti makanan selama Ibu terserang morning sick. Dengan mengkonsumsi susu kehamilan sehari dua kali, kebutuhan nutrisi Ibu pun dapat tetap terjaga.

Baca juga: Ini Manfaat Minum Susu bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Kekurangan Susu Ibu Hamil

Susu kehamilan memang sangat penting dan baik untuk kesehatan Ibu serta janin. Meski begitu, jangan terlalu mengandalkannya sebagai asupan utama, Bu, karena juga terdapat berbagai kelemahan di dalamnya, yaitu sebagai berikut:

  • Menyebabkan kenaikan berat badan berlebih. Apabila Ibu sudah mengkonsumsi makanan bergizi dan mencukupi kebutuhan nutrisi Ibu dan janin, maka Ibu sudah tidak perlu meminum susu lagi. Ini dapat menyebabkan Ibu mengalami kenaikan berat badan yang berlebih.

Jika berat badan naik secara berlebihan, Ibu akan berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes, preeklampsia, dan pembengkakan bagian tubuh. Jadi, apabila Ibu sudah mendapatkan asupan gizi secara cukup, Ibu sudah tidak perlu lagi minum susu.

  • Kandungan zat besi yang rendah. Meski memiliki kandungan zat besi, tapi ternyata kadarnya sangat rendah, Bu. Padahal, ibu hamil akan sangat membutuhkan zat besi untuk pembentukan sel darah merah agar Ibu terhindar dari anemia dan kelahiran bayi prematur. Jadi di samping minum susu ibu hamil, Ibu tetap harus mengkonsumsi sumber makanan yang mengandung zat besi, seperti daging, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

Petunjuk Minum Susu bagi Ibu Hamil

Perlu Ibu ingat bahwa susu ibu hamil hanyalah sebagai tambahan saja. Nutrisi utama tetap dari makanan bergizi yang dikonsumsi setiap hari. Di bawah ini ada beberapa petunjuk yang harus Ibu ikuti saat ingin meminum susu:

  • Pilih susu yang mengandung asam folat. Zat ini berperan besar untuk perkembangan janin, seperti otak dan serabut saraf. Oleh karena itu Ibu disarankan untuk memilih susu ibu hamil yang memiliki kandungan asam folat agar janin di dalam kandungan dapat berkembang dengan baik.
  • Jangan minum susu berbarengan dengan waktu makan. Proses penyerapan kalsium yang didapat dari susu akan terganggu saat dikonsumsi berbarengan dengan nasi dan sayuran. Alhasil, Ibu tidak akan mendapatkan cukup kalsium yang seharusnya dari susu.
  • Minum susu cukup dua gelas perhari. Kandungan protein di dalam susu ibu hamil memerlukan waktu lebih lama untuk diserap oleh lambung, sehingga menyebabkan Ibu merasa cepat kenyang saat meminumnya. Alhasil, Ibu pun menjadi kurang berselera untuk makan makanan lainnya.

Jadi, sudah tahu kan, Bu, kenapa minum susu ibu hamil itu penting selama kehamilan? Satu hal yang tidak boleh Ibu lewatkan, ikuti petunjuk di atas supaya manfaat dari susu tersebut dapat Ibu peroleh dengan maksimal. Susu Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA dapat menjadi pilihan susu kehamilan untuk Ibu konsumsi secara rutin, karena di dalamnya sudah terkandung nutrisi lengkap yang Ibu dan janin butuhkan.

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar kehamilan, bisa langsung berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Para ahli di sana akan membantu menjawab pertanyaan Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

Sumber:

Klikdokter