Share Like
Simpan

Apa kabar si Kecil, Bu? Semakin hari, rasa ingin tahunya semakin bertambah, ya. Hal ini wajar kok Bu, mengingat banyak hal baru yang diperhatikan si Kecil, termasuk gadget yang Ayah dan Ibunya pegang. Apakah ia sering memainkan smartphone Ibu atau Ayah di rumah? Jika iya, berarti kondisinya serupa dengan yang saya alami beberapa tahun lalu.

Saat saya atau Ayahnya lengah, si Kecil penasaran sekali mengutak-atik smartphone, tablet dan laptop milik kami. Sampai-sampai kami harus menon-aktifkan fungsi internet karena khawatir tidak sengaja digunakan olehnya untuk hal-hal yang tak kami ketahui.

Awalnya, saya berpikir baru akan mengenalkan si Kecil pada internet ketika ia mulai sekolah. Namun kemudian, saya rasa ia butuh disiapkan sejak dini agar tak salah langkah dalam menggunakan internet ya, Bu. Daripada melarang si Kecil menggunakan internet, ada baiknya kita melakukan hal-hal ini agar ia dapat menggunakan fasilitas ini dengan lebih aman. Yuk, simak pembahasan berikut!

  • Ketahui Apa yang si Kecil Lakukan

Layaknya mengenal teman baru si Kecil, kita juga bisa ikut serta dan mengetahui apa yang ia lakukan saat menggunakan internet. Seorang direktur dari organisasi swadaya Internet Education Foundation, Tim Lordan mengatakan bahwa sebagai orang tua, kita harus tahu ‘taman bermain’ anak yang baru. Jadi, pupuk kesabaran meski ia melihat hal yang sama berulang-ulang ya, Bu. Kesabaran ini kita butuhkan untuk mengenal kebiasaan si Kecil ketika menggunakan internet.

  • Buat Batasan Usia

Melihat social media saat ini, semakin banyak anak yang dibuatkan akun oleh orang tuanya ya, Bu. Namun demikian, sebaiknya Ibu membuat batasan usia untuknya ketika menggunakan internet. Menurut Internet Safety 101, si Kecil hanya diperbolehkan bermain games atau browsing informasi yang edukatif jika berusia di bawah 7 tahun. Akun social media sebaiknya dibuat saat ia sudah masuk SMA dan mampu bertanggung jawab dengan apa yang ia posting di akun tersebut, karena saat ini, kondisi psikologisnya belum siap untuk berinteraksi sosial lewat internet, Bu. Berikan alasan logis padanya tentang batasan usia ini agar si Kecil tak membantah peraturan tersebut ya, Bu.

  • Ajarkan untuk Meminta Izin Terlebih Dulu

Yuk Bu, ajarkan si Kecil untuk meminta izin terlebih dulu sebelum menggunakan internet di smartphone, tablet, atau laptop orang tuanya. Lalu, tegaskan kepadanya untuk tak memberikan nama, nomor telepon, atau identitas lainnya yang bersifat privasi pada situs apapun apabila tak mendapat izin dari orang tua. Ini berguna untuk melindungi data pribadinya sehingga meminimalisir kriminalitas atau pelecehan lewat internet.

  • Buat Filter Khusus

Kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? Jadi, sebelum si Kecil asyik dengan dunia baru yang ia temukan di internet, ada baiknya apabila kita membuat filter agar internet lebih aman dan ramah untuknya, Bu. Caranya, berikan pemahaman dengan bahasa sederhana padanya  bahwa online games, video animasi favorit, dan hal lain yang sering ia buka dapat menayangkan konten dewasa, seperti pornografi. Menurut technical director dari perusahaan cyber NCC Group Paul Vlissidis, kita dapat mengarahkan si Kecil untuk memberi tahu apabila terjadi sesuatu yang aneh saat dia menggunakan internet. Jadi, kita dapat mengecek Bu, apakah situs yang si Kecil kunjungi aman dari konten dewasa, virus, dan lainnya atau tidak.

Selain itu, aktifkan fitur parental guide atau family safety yang ada ya, Bu. Fitur ini tersedia di setiap komputer atau laptop dan dapat diakses lewat akun administrator. Bahkan, Ibu bisa mengatur jadwal online si Kecil dan menyaring situs atau kata kunci tertentu dengan menggunakan fitur ini. Ibu juga dapat meng-install anti virus untuk mencegahnya menginfeksi gadget dengan virus berbahaya secara tak sengaja.

Bagaimana Bu, apakah sudah siap mengenalkan si Kecil pada internet? Akan lebih baik apabila ia mengenalnya dari orang tua ketimbang mencari tahu sendiri agar kita sebagai orang tua dapat memonitor pendidikannya dengan lebih baik. Selamat mencoba, Bu!