Whatsapp Share Like
Simpan

Menghabiskan waktu bersama putri kecil memang sangat menyenangkan ya, Bu. Ia dan Ibu bisa berbelanja, jalan-jalan, atau sekedar bermain permainan perempuan bersama-sama. Agar si Kecil semakin senang bermain bersama Ibu dan berdampak positif terhadap tumbuh kembangnya, cobalah permainan berikut ini:

1. Masak-masakan

Anak perempuan identik dengan permainan masak-masakan. Tak hanya melatih ia untuk terbiasa melakukan aktivitas memasak yang akan dilakukannya saat ia dewasa nanti, permainan ini juga mengedukasi lho, Bu. Bermain masak-masakan dapat mengembangkan kreativitas dan melatih kemampuan motorik halus si Kecil.

Bermainlah menggunakan peralatan memasak mainan dan plastisin sebagai bahan makanannya. Keduanya akan melatih tangan mungilnya untuk memotong, menggenggam, dan meremas. Ia juga dapat mengembangkan kreativitasnya untuk berpura-pura memasak makanan yang ia sukai.

2. Dress Up

Si Kecil mungkin sangat mengidolakan karakter kartun tertentu dan ingin mencoba seperti tokoh tersebut. Untuk mewujudkan impiannya, coba mainkan permainan dress up, yuk. Ibu bisa meminta si Kecil untuk memakai pakaian yang cantik dan berpura-pura menjadi karakter yang ia favoritkan, seperti menjadi seorang puteri. Permainan ini dapat mengajari si Kecil untuk berimajinasi dan menunjukkan ekspresi.

3. Bermain Boneka

Rasanya tidak ada anak perempuan yang tidak menyukai boneka ya, Bu. Bermain boneka memang salah satu permainan perempuan yang sangat difavoritkan banyak anak perempuan. Melalui permainan boneka, si Kecil dapat mempelajari banyak hal. Contohnya saja belajar berimajinasi dan bercerita seolah-olah mainan bonekanya hidup dan dapat melakukan aktivitas.

Artikel Sejenis

4. Finger Painting

Bosan dengan cara menggambar biasa, tak ada salahnya untuk bermain corat-coret langsung dengan tangan. Finger painting bisa menjadi cara yang seru untuk berkreasi dengan aneka warna cat. Puteri kecil Ibu dapat langsung menggambar apapun sesuai kreativitasnya menggunakan jari-jari mungilnya sebagai kuas.

Permainan finger painting bermanfaat untuk melatih perkembangan motorik halus si Kecil. Supaya lebih aman untuk kulit si Kecil, sebaiknya Ibu memilih cat dari bahan alami, yaitu tepung dan pewarna makanan.

5. Mendongeng

Permainan perempuan edukatif lainnya yang tak kalah mengasyikkan adalah mendongeng bersama. Sambil membacakannya cerita, Ibu bisa mengikut sertakan si Kecil dalam kegiatan ini. Mintalah ia untuk memeragakan atau berpura-pura sebagai salah satu tokoh yang ada di dalam dongeng tersebut. Hal ini dapat melatih daya imajinasi dan kreativitasnya. Kemampuan berbicaranya pun dapat semakin terasah berkat banyaknya kata baru yang ia dengar.

6. Mencetak Pasir

Anak perempuan juga senang bermain dengan pasir kinetik. Ia bisa mencetak pasir menjadi aneka bentuk menggunakan pencetak. Di sini motorik halus si Kecil akan terlatih. Selain itu ia juga bisa belajar mengenal berbagai jenis bentuk, hewan, angka, atau benda. Pastikan Ibu selalu mengawasi si Kecil supaya pasirnya tidak tertelan atau terhirup, ya.

7. Bermain Plastisin

Latih kekuatan tangan mungilnya dengan bermain plastisin yuk, Bu. Kekuatan tangan akan sangat dibutuhkan untuk melakukan berbagai macam kegiatan, seperti menulis, memegang, menggunting, dan lainnya. Bermain plastisin juga dapat memperkenalkan ia dengan aneka warna dan bentuk. Selain itu, kreativitasnya pun akan semakin terasah. Ia bisa membuat apa saja menggunakan plastisin.

8. Mewarnai dan Menggambar

Keterampilan tangan si Kecil juga dapat terlatih melalui kegiatan mewarnai dan menggambar. Memegang pensil warna atau krayon akan membuat tangannya terlatih. Permainan ini juga dapat mengasah kreativitas serta memperkenalkannya terhadap nama warna dan benda.

Sebagai permulaan, mintalah ia untuk mewarnai gambar terlebih dulu. Setelah tangannya mulai terlatih memegang alat gambar, ajari untuk menggambar apa saja. Awalnya mungkin hanya berupa coret-coretan tak berbentuk, tapi lama-kelamaan ia akan mampu berbagai jenis bentuk.

9. Bermain Bunga

Anak perempuan juga pasti menyukai bunga. Jadikanlah kesukaannya ini sebagai sebuah permainan yang edukatif, Bu. Ibu bisa memperkenalkannya dengan nama-nama bunga, warna, serta mengajarinya berhitung.

10. Bermain Rumah-rumahan

Yuk, praktikkan kegiatan sehari-hari si Kecil dengan bermain rumah-rumahan. Permainan perempuan yang satu ini akan lebih mengasyikkan jika dilakukan bersama-sama. Hal ini akan mengajarinya untuk berkomunikasi dengan orang lain. Si Kecil juga pasti sudah sering mengamati kegiatan Ibu selama di rumah. Maka bersiaplah untuk merasa takjub saat ia menirunya melalui permainan ini. Ia akan berpura-pura memasak, membersihkan rumah, atau apapun kegiatan yang sering Ibu lakukan. Tentunya hal ini dapat melatih ia bagaimana untuk menjadi seorang ibu yang mengurus semua kegiatan rumah.

11. Menangkap Kupu-kupu

Jangan hanya bermain di dalam rumah saja, Bu. Yuk, ajak puteri kecil Ibu untuk bermain di bawah sinar matahari. Ajak ia untuk bermain mengejar dan menangkap kupu-kupu di tanah lapang atau kebun. Permainan edukatif yang satu ini akan melatih fisiknya supaya ia tetap sehat dan enerjik. Setelah berhasil menangkap, jangan lupa untuk dilepaskan lagi, ya. Cara ini akan mengajarkan ia untuk menyayangi binatang.

Nah, itulah jenis-jenis permainan perempuan edukatif yang bisa Ibu mainkan bersama puteri kecil Ibu. Manakah permainan yang Ibu dan si Kecil favoritkan? Selamat bermain bersama ya, Bu. Semoga permainan-permainan di atas dapat membantu proses tumbuh kembang si Kecil.

Untuk semakin mendukung tumbuh kembangya, tambahkan susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI sebagai asupan nutrisinya sehari-hari. Susu ini telah diperkaya semua nutrisi yang ia butuhkan, mulai dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Tak hanya itu, susu ini juga mengandung asam lemak omega 3 dan 6, kalsium, zat besi, zinc, serat pangan inulin, dan selenium.

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, langsung saja berkunjung ke laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan membantu menjawab pertanyaan Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

 

Sumber:

doktersehat.com