Halo moms, saya mau sedikit sharing nih.
Menjadi seorang ibu itu menyenangkan walalupun perjuangannya setengah mati, betul gak moms? Meskipun di luar sana banyak yang merendahkan atau menyepelekan profesi mulia ini, saya tetap bersyukur dan merasa bahagia dengan pekerjaan sebagai ibu. Karena setiap bangsa bisa tetap beregenerasi berkat perjuangan dan kasih sayang ibu pada anaknya.

Saat hamil, para mommies harus rela penampilannya tidak selangsing dulu. Perut membuncit, bagian-bagian tubuh lain ikut membesar, disertai pegal dan nyeri akibat bengkak. Belum lagi mual-mual, tapi memaksakan diri harus mau makan demi sang janin, moody, susah tidur, susah buang air besar, sering buang air kecil. Pokoknya segala macem kerasa deh! Tapi kita tetap bersabar dan bersuka hati menanti buah hati lahir ke dunia.

Saat sang janin terlahir, para mommies harus berjuang menaklukkan rasa sakit yang levelnya bikin minta ampun. Apalagi jika para mommies melewati proses caesar, aduh nikmat banget deh sakitnya, berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun masih bisa kerasa nyut-nyutan.

Kemudian saat mulai menyusui sang anak tercinta, rupanya tidak semudah yang terlihat di iklan yah moms. Kalo di iklan, mommy-nya cantik, menyusui sambil tersenyum-senyum bahagia. Kenyataannya, melatih bayi yang baru lahir untuk bisa menyusui itu butuh usaha dan kesabaran. Ketika sang bayi makin besar, mimi susunya mulai pinter. Tapi giginya mulai tumbuh, jadi suka ngigit dan bikin sakiiiitt.

Selain membesarkannya dengan ASI eksklusif, para mommies juga harus menjaga kesehatan diri sendiri agar ASI-nya optimal. Jika mommy sakit, otomatis urusan rumah tangga terganggu, merawat baby jadi sulit, ASI tidak lancar, baby jadi rewel, dan pak suami kebingungan. Ujung-ujungnya nanti ngerepotin orang tua yang udah sepuh. Karenanya, kesehatan itu pasti dipentingkan oleh para mommies. Selain berusaha menjalankan gaya hidup sehat sekeluarga, mommy yang bijak juga biasanya memiliki asuransi kesehatan agar tidak kelimpungan saat mommy atau anggota keluarga lainnya jatuh sakit. Apalagi saat ini ada juga asuransi kesehatan sekaligus investasi. Misalnya dari Prudential ada PRUlink generasi baru (https://www.prudential.co.id/id/our-products/product/prulink-generasi-baru/) dan PRUlink syariah generasi baru (https://www.prudential.co.id/id/our-products/product/prulink-syariah-generasi-baru/) di mana setiap premi yang mommy bayarkan juga bisa menjadi investasi. Jadi, bukan sekadar asuransi yang meng-cover biaya pengobatan saat sakit, melainkan juga memberikan manfaat investasi. Bisa banget untuk biaya pendidikan si kecil karena investasinya makin lama, makin jadi. Terus, proteksinya sehat sekarang, aman sampai nanti. Pokoknya asuransi ini berbeda dan mommy sekeluarga pasti dikasih lebih.

Saat buah hati tumbuh sehat dan semakin cerdas, mommy juga dituntut untuk bisa mengimbangi dan terus merangsang kecerdasannya. Hingga sang anak mulai sekolah, para mommies ikut pusing ketika membantu menyelesaikan PR-PR dari bapak-ibu guru di sekolah. Belum lagi harus berusaha tampil cantik atau setidaknya tidak memalukan saat mengantar anak ke sekolah (kan kasihan kalo anaknya jadi di-bully gara-gara mommy-nya malu-maluin). Duh, banyak sekali ya rintangan dan perjuangan para mommies. Ini baru sebagian perjalanan. Perjalanan kita masih panjang, moms! Tapi, saya yakin, para mommies semuanya hebat dan tangguh! Kita semua memiliki kasih sayang yang menjadi bahan bakar dalam ketulusan mengerjakan semuanya. Dan saya yakin, kasih sayang ibu gak pernah habis. Setuju kan, moms?

Semangat terus, moms!
:)