Whatsapp Share Like
Simpan

Bayi menangis memang sudah biasa ya, Bu, karena ia memang belum bisa berbicara. Menangis merupakan cara ia berkomunikasi dengan Ibu, apakah ia lapar, haus, mengantuk, atau ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Namun jika bayi jarang menangis, apakah hal tersebut yang wajar? Ataukah justru Ibu harus lebih waspada? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak dulu, yuk, informasi yang sudah saya kumpulkan berikut ini:

Mempelajari Temperamen Bayi

Setiap bayi tentunya memiliki temperamen dan kepribadian yang berbeda-beda, Bu. Ada yang tidak mudah menangis, tapi ada juga yang menangis berlebihan. Disinilah Ibu perlu untuk mengetahui temperamen dari bayi Ibu. Bukan memaksa bayi untuk mengikuti keinginan Ibu, tapi lebih baik Ibu yang mengikuti sifat dan gaya yang dimiliki bayi.

Untuk mempelajari temperamen yang dimiliki bayi, berikut beberapa poin yang bisa Ibu gunakan:

  • Adaptasi. Adaptasi atau penyesuaian diri saat bayi menemui orang baru dan berada di tempat atau situasi baru dapat menjadi cara dalam mengukur temperamen bayi. Apakah ia senang atau malah ketakutan? Jika ketakutan, apakah ia dapat cepat pulih? Apakah ia mudah bergaul dengan orang baru atau cenderung pemalu?
  • Mood. Bagaimana dengan mood-nya sehari-hari? Apakah ia tipe bayi yang mudah merasa ceria atau lebih sering murung?
  • Keteraturan. Untuk aktivitas makan dan tidurnya, apakah ia melakukannya secara teratur setiap hari pada waktu yang kurang lebih sama atau berbeda-beda?
  • Tingkat aktivitas. Bagaimana dengan tingkat aktivitasnya? Apakah ia tipe bayi yang umumnya cenderung bersikap santai dan tenang ataukah aktif dan gelisah?
  • Ambang sensitivitas. Beberapa bayi memiliki ambang sensitivitas yang berbeda-beda terhadap suara keras, paparan cahaya terang, atau kain pakaian yang tidak biasa ia kenakan.
  • Ketekunan. Saat bermain, apakah ia cenderung bermain dengan satu jenis mainan dalam waktu lama atau mudah bosan dan lebih suka berganti-ganti mainan?
  • Pengalih perhatian. Dapatkah bayi Ibu dapat dengan mudah dialihkan perhatiannya menggunakan benda lain atau suara lembut Ibu saat ia menangis karena meminta sesuatu?
  • Intensitas. Ukurlah intensitas tangisan atau teriakan bayi. Seberapa kencang ia melakukannya saat merasa marah ataupun senang.

Setelah menilai dari poin-poin di atas, Ibu jadi dapat memahami sifat dan tingkat temperamen dari buah hati. Misalnya saja bayi memiliki tingkat adaptasi yang rendah, maka ia akan mudah takut dan menangis saat bertemu orang baru atau berada di tempat baru. Ia akan selalu menempel kepada ibunya dan tidak mau digendong orang lain, karena ibu adalah tempat yang teraman baginya.

Karakter bayi tersebut terbentuk sejak ia lahir. Namun pada bayi yang terlahir prematur dapat terjadi keterlambatan. Mereka tidak dapat menyampaikan keinginan mereka sejelas bayi yang terlahir normal serta sangat sensitif terhadap suara, sentuhan, dan cahaya selama beberapa bulan awal. Untuk bayi yang lahir dengan berat badan di bawah 2,5 kg juga kurang responsif dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg.

Artikel Sejenis

Untuk mengatasinya, Ibu sebaiknya sabar menunggu sampai reaksi awal bayi mereda sehingga menjadi lebih siap untuk menerima perhatian dari Ibu. Oleh karenanya, jika bayi jarang menangis Ibu tidak harus selalu khawatir, sebab mungkin sudah menjadi karakteristik dasar dari bayi Ibu.

Waspada Penyakit Berbahaya

Meski terdapat kemungkinan bayi jarang menangis karena sudah menjadi karakteristik dasar yang dimilikinya, tapi Ibu juga tetap harus mengamati dengan teliti. Bayi yang jarang menangis juga bisa menjadi salah satu tanda adanya penyakit yang berbahaya. Antara lain sebagai berikut:

  • Hipotiroid. Hipotiroid kongenital adalah suatu gangguan fungsi tiroid yang disebabkan kurang aktifnya kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon tiroid. Hormon tersebut memiliki banyak peranan penting bagi tubuh, diantaranya mengatur suhu tubuh, perkembangan susunan saraf pusat otak, mengatur kinerja beberapa organ tubuh, serta untuk metabolisme.
  • Kelainan pita suara. Bayi juga memiliki kemungkinan kelainan pada pita suaranya. Ia mungkin terlihat menangis, tapi suara tangisannya tidak terdengar.
  • Mengalami stres. Di awal kehidupannya bayi mungkin mengalami pengalaman menyakitkan yang berulang, sehingga menyebabkan bayi menjadi stres. Hal ini dapat menyebabkan efek buruk yang mempengaruhi perkembangan sistem saraf pusatnya.

Kondisi ini pun akhirnya dapat menyebabkan bayi jarang menangis. Gejala-gejala antara lain bayi kurang aktif, lebih banyak tidur, pusar menonjol, kulit kering, konstipasi, serta lidah yang membesar dan terjulur. Jika tidak segera ditangani, hipotiroid dapat menyebabkan gangguan pada fisik dan mental bayi.

Sudah jelas ya, Bu, bayi jarang menangis bisa menjadi hal yang normal. Namun jika dirasa bayi jarang menangis disertai dengan beberapa gejala yang mencurigakan, Ibu sebaiknya segera membawanya ke dokter agar cepat mendapatkan penanganan. Semoga informasi ini bermanfaat.

Bagi Ibu yang masih ingin berkonsultasi tentang anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar. Di sana ada para ahli yang akan membantu menjawab pertanyaan Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu, ya.

Sumber:

id.theasianparent.com, www.motherandbaby.co.id