Whatsapp Share Like
Simpan

Bu, sebelum si Kecil hadir di tengah-tengah keluarga, tentu ada begitu banyak hal yang sudah Ibu persiapkan dari jauh-jauh hari. Salah satunya, termasuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana cara merawatnya saat masih bayi.

Nah, dulu Ibu saya sempat mengajarkan bagaimana cara mendidik si Kecil agar ia jadi mandiri. Salah satunya, dengan tidak langsung menghampirinya saat ia mulai menangis. Awalnya, saya pikir hal tersebut memang bisa melatihnya sejak dini. Namun, suatu hari saat sedang mencari informasi tentang tumbuh kembang anak, saya justru menemukan pendapat berlawanan, Bu.

Ternyata, membiarkan anak menangis terlalu lama, terutama di 3 bulan pertama usianya, dapat berisiko menimbulkan dampak yang kurang baik bagi perkembangan psikologisnya. Lalu, apa hubungannya anak menangis terlalu lama dengan proses tumbuh kembang si Kecil? Yuk, baca selengkapnya di sini!

Timbulnya Perasaan Tertekan

Menurut penelitian, terlalu lama membiarkan si Kecil menangis bisa membuatnya merasa tertekan. Hal ini nantinya memiliki dampak yang kurang baik bagi proses tumbuh kembangnya, seperti mudah merasa cemas, kurang responsif terhadap orang lain, dan bahkan bisa menyebabkan ia memberikan perlakuan yang sama pada orang–orang di sekitar termasuk generasi penerus si Kecil nanti. Perasaan tertekan yang terus menerus ini, lama-kelamaan bisa menyebabkan munculnya Distressed Tantrum.

Berkurangnya Rasa Percaya pada Si Kecil

Bu, tangisan si Kecil tentu ada maknanya masing-masing. Apalagi, ia sekarang masih belum bisa berbicara. Nah, ketika Ibu membiarkan anak menangis terlalu lama, bisa jadi si Kecil merasa bahwa Ibu bersikap cuek terhadap kebutuhannya. Jika terlalu sering dibiasakan, bisa-bisa hal tersebut justru menumbuhkan rasa tidak percaya baik kepada Ibu maupun anggota keluarga lain yang turut mengurusnya, lho.

Artikel Sejenis

Berisiko Mempengaruhi Sikap Maupun Perilakunya

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Harvard, Yale, maupun Baylor, perasaan tertekan dapat menurunkan fungsi dari sel otak pada bayi. Hal ini nantinya bisa menyebabkan si Kecil mengalami gangguan konsentrasi (ADHD), prestasi akademik yang kurang baik, atau kecenderungan menjadi anti-sosial.

Menyebabkan IQ Rendah

Dr. Rao dari National Institutes of Health mengungkapkan kalau bayi yang dibiarkan menangis terlalu lama di 3 bulan pertama, berisiko mengalami perkembangan kemampuan motorik yang lemah dan memiliki IQ 9 poin lebih rendah di usia 5 tahun. Sebaliknya, sebagai pendukung proses tumbuh kembangnya, si Kecil justru harus diberikan stimulasi secara rutin yang bisa membantu perkembangan motoriknya.

Dapat Membuatnya Kurang Mandiri

Akibat dari membiarkan si Kecil menangis terlalu lama juga bisa membuatnya menjadi lebih cengeng, kurang bahagia, agresif, suka menuntut, atau senang berteriak agar keinginannya terpenuhi. Selain kurang mandiri, risiko ini juga bisa menyebabkan munculnya Power Tantrum, Bu.

Ketahui Penyebab Anak Menangis

Menangis merupakan bentuk komunikasi anak kepada orang lain karena ia belum mampu berbicara. Saat ia menangis, ia pasti menginginkan sesuatu, seperti lapar, haus, popoknya kotor, kepanasan, kesepian, atau merasa tidak nyaman. Oleh karena itu Ibu harus mempelajari arti tangisan bayi. Berikut ini adalah bahasa bayi melalui tangisannya:

  • Tangisan kencang berarti sakit: saat si Kecil merasa kesakitan, ia akan langsung menangis dengan kencang. Jika mendengarnya, langsung hampiri si Kecil ya, Bu, dan cari penyebabnya.
  • Suara ‘neh’ berarti lapar: saat tangisannya terdengar seperti suara ‘neh’, itu tandanya ia sedang lapar, Bu. Suara tersebut muncul saat ia mencoba menghisap dan meletakkan lidahnya pada langit-langit mulutnya.
  • Suara ‘owh’ berarti lelah: suara yang terdengar seperti ‘owh’ dan bayi juga menguap menandakan ia mulai lelah setelah banyak beraktivitas dan ingin tidur. Katanya suara tersebut adalah refleks menguap pada bayi, lho.
  • Suara ‘eh,eh’ berarti ingin bersendawa: orang dewasa yang sedang ingin bersendawa biasanya akan mengeluarkan suara seperti ‘eh,eh’. Begitu pula dengan bayi, saat ingin bersendawa ia akan bersuara seperti itu. Bantulah ia bersendawa dengan memposisikan badannya secara tegak dan sandarkan di salah satu bahu Ibu. Tepuk-tepuk perlahan punggungnya hingga ia mengeluarkan sendawa.
  • Sedikit-sedikit menangis berarti bosan: bayi ternyata juga bisa bosan lho, Bu. Tanda saat ia bosan adalah sedikit-sedikit menangis atau mudah rewel. Jika sudah begitu, segera hibur ia dengan mengajaknya bermain atau membawanya ke tempat lain.

Lima hal tadi adalah informasi seputar anak menangis yang bisa saya bagi kepada Ibu. Melihat dampaknya pada si Kecil yang cukup banyak, dulu saya memutuskan untuk sebisa mungkin mencoba mencari tahu penyebab tangisannya dulu serta menenangkannya saat menangis. Siapa sangka, usaha saya dulu justru berbuah manis, Bu. Hubungan saya dan si Kecil jadi lebih dekat dan saya memiliki pemahaman lebih terhadap cara berkomunikasinya.

Akhir kata, jika Ibu merasa informasi dari saya kurang jelas, mungkin Ibu bisa langsung berbincang dengan pakar psikologi anak atau berkonsultasi dengan dokter si Kecil juga. Terima kasih sudah membaca dan semoga tumbuh kembang si Kecil semakin optimal, ya!