Share Like
Simpan

Bu, sebelum si Kecil hadir di tengah-tengah keluarga, tentu ada begitu banyak hal yang sudah Ibu persiapkan dari jauh-jauh hari. Salah satunya, termasuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana cara merawatnya saat masih bayi.

Nah, dulu Ibu saya sempat mengajarkan bagaimana cara mendidik si Kecil agar ia jadi mandiri. Salah satunya, dengan tidak langsung menghampirinya saat ia mulai menangis. Awalnya, saya pikir hal tersebut memang bisa melatihnya sejak dini. Namun, suatu hari saat sedang mencari informasi tentang tumbuh kembang anak, saya justru menemukan pendapat berlawanan, Bu.

Ternyata, membiarkan anak menangis terlalu lama terutama di 3 bulan pertama usianya dapat berisiko menimbulkan dampak yang kurang baik bagi perkembangan psikologisnya. Lalu, apa hubungannya menangis terlalu lama dengan proses tumbuh kembang si Kecil? Yuk, baca selengkapnya di sini!

  • Timbulnya perasaan tertekan

Menurut penelitian, terlalu lama membiarkan si Kecil menangis bisa membuatnya merasa tertekan. Hal ini nantinya memiliki dampak yang kurang baik bagi proses tumbuh kembangnya, seperti mudah merasa cemas, kurang responsif terhadap orang lain, dan bahkan bisa menyebabkan ia memberikan perlakuan yang sama pada orang–orang di sekitar termasuk generasi penerus si Kecil nanti. Perasaan tertekan yang terus menerus ini, lama kalamaan bisa menyebabkan munculnya Distressed Tantrum

  • Berkurangnya rasa percaya pada si Kecil

Bu, tangisan si Keci tentu ada maknanya masing-masing. Apalagi, ia sekarang masih belum bisa berbicara. Nah, ketika Ibu membiarkannya menangis terlalu lama, bisa jadi si Kecil merasa bahwa Ibu bersikap cuek terhadap kebutuhannya. Jika terlalu sering dibiasakan, bisa-bisa ia justru menumbuhkan rasa tidak percaya baik kepada Ibu maupun anggota keluarga lain yang turut mengurusnya, lho.

  • Berisiko mempengaruhi sikap maupun perilakunya

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Harvard, Yale, maupun Baylor, perasaan tertekan dapat menurunkan fungsi dari sel otak pada bayi. Hal ini nantinya bisa menyebabkan si Kecil mengalami gangguan konsentrasi (ADHD), prestasi akademi yang kurang baik, atau kecenderungan menjadi anti-sosial.

  • Menyebabkan IQ rendah

Dr. Rao dari National Institutes of Health mengungkapkan kalau bayi yang dibiarkan menangis terlalu lama di 3 bulan pertama, berisiko mengalami perkembangan kemampuan motorik yang lemah dan memiliki IQ 9 poin lebih rendah di usia 5 tahun. Sebaliknya, sebagai pendukung proses tumbuh kembangnya, si Kecil justru harus diberikan stimulasi secara rutin yang bisa membantu perkembangan motoriknya.

  • Dapat membuatnya kurang mandiri

Akibat dari membiarkan si Kecil menangis terlalu lama juga bisa membuatnya menjadi lebih cengeng, kurang bahagia, agresif, suka menuntut, atau senang berteriak agar keinginannya terpenuhi. Selain kurang mandiri, risiko ini juga bisa menyebabkan munculnya Power Tantrum, Bu.

Lima hal tadi adalah informasi yang bisa saya bagi kepada Ibu. Melihat dampaknya pada si Kecil yang cukup banyak, dulu saya memutuskan untuk sebisa mungkin mencoba mencari tahu penyebab tangisannya dulu serta menenangkannya saat menangis. Siapa sangka, usaha saya dulu justru berbuah manis, Bu. Hubungan saya dan si Kecil jadi lebih dekat dan saya memiliki pemahaman lebih terhadap cara berkomunikasinya.

Akhir kata, jika Ibu merasa informasi dari saya kurang jelas, mungkin Ibu bisa langsung berbincang dengan pakar psikologi anak atau berkonsultasi dengan dokter si Kecil juga. Terima kasih sudah membaca dan semoga tumbuh kembang si Kecil semakin optimal, ya!