Share Like
Simpan

Kurang tidur dan rasa lelah menggantikan popok si Kecil pasti dialami setiap ibu yang baru melahirkan. Salah satu solusinya, sebagian ibu memilih mengenakan popok sekali pakai untuk kenyamanan si Kecil, selain berpendapat lebih praktis bila dibandingkan menggunakan popok berbahan kain. Namun demikian, apakah popok sekali pakai ini cukup aman untuk kulit si Kecil yang masih sensitif?

Di Amerika, tercatat hampir semua keluarga yang memiliki bayi menggunakan popok sekali pakai, meski ada juga sebagian ibu yang menggunakan popok kain dengan tujuan menjaga lingkungan sekitarnya dari limbah sampah yang berlebihan. Ibu yang menggunakan popok kain juga mengkhawatirkan kuman dari limbah popok sekali pakai yang dapat mencemari air tanah. Sedangkan ibu yang menggunakan popok sekali pakai umumnya akan memilih popok yang bebas zat pemutih. Ada juga orang tua yang memakai popok kain dan popok sekali pakai secara bergantian.

Pemakaian popok sekali pakai mungkin dapat mengurangi kejadian ruam popok pada si Kecil, karena popok sekali pakai umumnya dapat membuat kulit bagian bawah tetap kering. Bagi Ibu yang merasa lebih nyaman mengenakan popok kain dan menggantinya setiap kali si Kecil BAB dan buang air kecil juga dapat mengurangi risiko ruam popok dengan mencuci popok tanpa menggunakan pewangi pakaian (apalagi pemutih) untuk menghindari reaksi alergi kulit si Kecil.

Beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan dalam memilih dan menggunakan popok sekali pakai:
• Belilah popok sekali pakai yang sesuai ukuran lingkar tungkai atas si Kecil, agar tidak ada kebocoran saat digunakan
• Sebaiknya pilih popok tanpa warna dan bebas pemutih untuk mengurangi risiko reaksi alergi
• Untuk mengurangi risiko ruam popok, gantilah popok lebih sering daripada yang biasa Ibu lakukan
• Biarkan kulit bagian bawah si Kecil kering dan terkena udara sesaat sebelum mengenakan popok yang baru
• Gunakan sabun khusus untuk bayi yang lembut tanpa aroma dan air hangat serta washlap untuk membersihkan kulit bagian bawah si Kecil saat Ibu mengganti popok
• Bila terdapat ruam popok, oleskan krim dengan kandungan seng (zink) yang dapat meredakan ruam popok
• Untuk kulit iritasi dan reaksi alergi, Ibu dapat menggunakan krim zink atau salep yang khusus untuk mengurangi iritasi kulit bayi. Jika ruam tidak membaik atau bertambah parah, bawalah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, karena mungkin ruam popok diakibatkan oleh infeksi bakteri atau jamur.

Beberapa hal yang menyebabkan popok sekali pakai mengalami bocor:
• Ukuran popok terlalu besar.
• Tali pusar si Kecil belum ‘pupus’, sehingga popok bagian atas tidak dapat tertutup rata. Aturlah bagian tengah popok dan perekat di kedua sisi dapat tertutup rapat tanpa mengganggu pusar si Kecil.
• Ukuran popok sudah tepat , tetapi perekat di samping popok terlalu longgar.
• Pada bayi laki-laki, saat popok bagian tengah ditutup, penisnya mengarah ke atas. Saat Ibu mengenakan popok sebaiknya arahkan penis si Kecil ke bawah.

Popok sekali pakai maupun popok kain memiliki keunggulan masing-masing, dan Ibu dapat memilih keduanya selama si Kecil nyaman menggunakannya.