Whatsapp Share Like Simpan

Sebagai orang tua baru atau yang baru saja dikaruniai lagi buah hati tentu permasalahan popok bayi baru lahir jadi salah satu yang membingungkan. Tentu hal ini dikarenakan kita tidak bisa sembarangan memilih; tapi ada banyak faktor yang menjadi pertimbangannya. 

Proses ini memang di awal haru dilalui untuk mempermudah hari-hari kedepannya. Popok bayi baru lahir perlu dipastikan mengenai bahan, desain, juga harga. Belum lagi, apakah sesuai dan cocok dengan kulit si Kecil dan masih banyak lainnya. 

Apalagi perlu diingat, bayi baru lahir perawatannya tentu lebih karena kulit mereka masih sensitif. Si Kecil masih rentan mengalami masalah pada kesehatan kulit seperti ruam kulit, kemerahan dan gatal-gatal. Nah, popok bayi baru lahir ini bisa jadi salah satu penyebab ruam karena si Kecil tidak cocok dengan jenis popok yang dipakainya. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ruam popok adalah kemerahan di area bokong bayi yang memakai popok. Paling seringnya disebabkan iritasi karena kontak dengan bahan dari popok, atau bisa juga kontak dengan urin atau feses yang jarang dibersihkan. Makanya pengetahuan mengenai popok bayi baru lahir, penting untuk diketahui Ibu agar di kemudian hari tidak muncul masalah ini.

Pengetahuan mengenai popok bayi baru lahir ini tidak sekedar membeli langsung di toko atau secara online ya Bun. Seperti yang disebutkan di atas, banyak faktor yang harus dipertimbangkan. 

Apa Saja yang Perlu Dipahami Sebelum Memilih Popok Bayi Baru Lahir?

Seperti yang Ibu mungkin sudah sadari, kulit bayi newborn pasti masih sangat sensitif. Itu sebabnya sebelum memilih popok bayi baru lahir penting untuk mengetahui hal-hal ini. Selain itu, ibu perlu hati-hati dalam merawatnya dan memilihkan popok bayi baru lahir termasuk dalam proses ini. Karena jika salah sedikit tentu bisa berbahaya dan imbasnya jadi masalah kesehatan.

Artikel Sejenis

Biasanya kulit si Kecil yang baru lahir warnanya masih kekuningan, bersisik atau mungkin bruntusan dengan bintik-bintik kecil. Kondisi ini terbilang wajar ya Bu. Karena ini artinya mereka sedang beradaptasi dengan lingkungan baru di luar rahim Ibu dan tentunya membutuhkan waktu. 

Saat baru lahir, si Kecil kulitnya tampak sangat merah atau cenderung keunguan. Jika mereka sudah mulai bernapas tentu akan berubah menjadi lebih cerah. Selain itu di beberapa jam saat dirinya lahir, tangan, kaki dan bibir si Kecil akan berwarna kebiruan. Ini masih alami terjadi karena sirkulasi darahnya belum berkembang. Selama tidak ada keluhan seperti sesak napas dan lemas ini tidak berbahaya ya Bu.

Selain itu, bayi yang baru lahir harus diperiksa kadar bilirubinnya setelah keluar dari rumah sakit pada usia 3-5 hari. Hal ini dikarenakan organ hatinya belum cukup matang untuk memproses atau membuang bilirubin ke saluran cerna. Sehingga beberapa bayi akan lahir dengan warna kuning saat mereka lahir.

Selain warna kulitnya, tekstur kulit bayi newborn masih sensitif dan cenderung terlihat tipis. Hal ini membuat mereka sering mengalami iritasi bahkan banyak yang mengalami biang keringat.

Belum lagi, kulit si Kecil masih akan mengelupas di beberapa minggu di awal. Proses ini untuk menggenapkan peluruhan vernix; atau lapisan tebal yang menyelubungi si Kecil selama di kandungan. 

Tips Memilih Popok Bayi Baru Lahir

Nah, masuk dalam proses memilihkan popok bayi baru lahir untuk si Kecil nih Bun. Yang paling utama adalah Ibu perlu memperhatikan bahan dari popok tersebut. Apakah lembut juga menyerap dengan baik. 

Jika dilihat secara umum, tentu popok bayi baru lahir yang banyak di pasaran menggunakan bahan yang aman untuk kesehatan si Kecil pada tiap lapisannya. Tapi ada juga beberapa bahan yang perlu dihindari ya Bun karena ada risiko kesehatan saat menggunakannya.

Untuk lebih rinci, mari disimak tips memilih popok bayi baru lahir berikut:

  • Bahan popok bayi baru lahir

    Ibu perlu memilih popok yang dibuat dari bahan berkualitas. Perlu aman dan terasa nyaman saat si Kecil pakai. Popok terdiri dari beberapa bagian yang perlu diperhatikan:

    • Pastikan bagian dalam popok lembut. Ibu bisa memastikannya dengan menyentuh bagian dalam popok menggunakan punggung tangan Ibu. Pastikan pula menggunakan bahan yang breathable.
    • Pastikan bagian karet popok lembut dan tidak membuat iritasi. Selain itu harus elastis mengikuti bentuk tubuh bayi.
    • Pastikan bagian luar popok memiliki indikator popok sudah penuh atau belum, Hal ini membantu Ibu karena si Kecil belum bisa memberi tahu apakah popoknya sudah penuh atau belum. 

    Selain itu penting juga untuk memilih popok bayi baru lahir yang fleksibel dan pas. Sebaiknya pilih tipe popok perekat dan bukan yang model celana. Pastikan dengan menyesuaikan tubuh bayi dan tidak meninggalkan bekas kerutan atau ruam di kulit si Kecil setelah memakainya.

  • Daya serap popok bayi baru lahir

    Menurut Parent Central Network, merasa basah jadi penyebab utama kenapa si kecil tidak bisa tidur dengan nyenyak sepanjang malam. Jadi Ibu perlu memilih popok bayi baru lahir yang bisa menyerap urin dengan cepat dan tetap terasa kering pada si Kecil.

    Ibu bisa lho melakukan tes dulu dengan menuangkan air hangat ke popok dan gunakan tisu toilet untuk menyekanya. Jika tisu basah maka daya serapnya kurang oke nih Bu. Pastikan setidaknya popok bayi baru lahir ini bisa menyerap selama 12 jam sesuai dengan waktu si Kecil untuk tidur.

  • Sesuaikan dengan usia si Kecil

    Perlu menyesuaikan popok bayi baru lahir seiring dengan usia, berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, lingkar paha yang bertambah. Selain itu frekuensi dan jumlah urin jadi faktor penyesuaian popok juga. Dengan ukuran yang haru disesuaikan, ini akan mendukung kemudahan si Kecil seiring dengan perkembangan mereka dalam bergerak. Seperti duduk, merangkak, atau juga berjalan.

  • Pertimbangkan budget

    Jika sudah memilih yang tepat, Ibu juga perlu mempertimbangkan hal yang ini nih.

    Ibu perlu mengetahui dan mencatat kebiasaan buang air si Kecil sehingga bisa mengestimasi berapa banyak popok yang dibutuhkan dalam satu bulan. Sehingga bisa tahu budget yang harus disiapkan dalam sebulan.

    Jika diperlukan, Ibu bisa membeli dalam kemasan kecil dulu untuk tes kecocokannya dengan si Kecil sebelum membelinya dalam jumlah yang banyak.

Langkah-langkah Mengganti Popok Bayi Baru Lahir

  1. Cuci tangan lebih dulu dengan air mengalir dan sabun. Jika di situasi tertentu bisa gunakan hand sanitizer atau tisu basah.
  2. Buka perekat popok yang kotor dengan perlahan. Tarik bagian depan popok dan turunkan ke bawah. Angkat pergelangan kaki si Kecil ke atas dengan perlahan dan tarik bagian depan popok. Lipat dan rekatkan, masukkan ke dalam plastik atau pembungkus, buang ke tempat sampah. 
  3. Bersihkan alat kelamin, anus dan lipatan paha si Kecil menggunakan tisu basah atau kapas basah hingga bersih. Pastikan juga area kulit di sekitar yang lainnya ya. Setelah itu keringkan area yang dibersihkan dengan tisu kering atau handuk lembut.
  4. Pakaikan popok bersih; selipkan bagian belakang popok di bawah bokong si Kecil dan geser ke arah pinggang. Tarik bagian depan popok ke arah perut dan rekatkan.

Nah, jika dalam pemilihan popok bayi baru lahir sudah bisa dilakukan dengan baik, jangan lupa juga Ibu perlu memaksimalkan asupan gizi agar ASI sebagai makanan utama untuk bayi yang baru lahir berkualitas untuk perkembangan mereka. Hal ini bisa dimulai dari memaksimalkan asupan nutrisi ibu dengan menjadikan susu Frisian Flag PRIMAMUM jadi pilihan asupan nutrisi ibu karena mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

Yang tidak kalah penting, susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil.

Frisian Flag PRIMAMUM termasuk susu dengan harga ekonomis dengan nutrisi lengkap yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Tersedia dalam rasa cokelat yang lezat dan tidak membuat Ibu merasa enek atau mual.

Frisian Flag PRIMAMUM mengandung 180 kalori dan 9 gram protein dalam 1 gelasnya. Dengan mengonsumsi 2x sehari, Ibu sudah bisa mendapatkan 15% asupan energi dari Frisian Flag PRIMAMUM.

Jangan lupa ya Bu, untuk memaksimalkan tumbuh kembang si Kecil, Ibu juga bisa memanfaatkan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Fitur ini memudahkan Ibu untuk memantau berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar perut, indeks massa tubuh, dan hal-hal penting lainnya sesuai dengan grafik pertumbuhan dari WHO dan CDC. Ibu bisa langsung manfaatkan fiturnya di sini 

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz