Share Like
Simpan

Kalau Ibu hamil mengidam, itu sudah menjadi hal biasa, ya. Namun, bagaimana jadinya kalau yang mengidam adalah sang ayah? Ya, suami saya pun pernah mengalaminya waktu saya sedang hamil dulu, Bu. Mau tahu cerita selengkapnya? Yuk, kita baca sama-sama!

Gejala “Ngidam” pada Ayah

Pada suatu pagi, saya sempat kaget ketika mendengar suami saya muntah-muntah di kamar mandi. Masalahnya, hal tersebut terjadi usai saya mengalami morning sickness seperti biasa. Aduh, saya yang hamil kok dia yang jadi mual-mual juga, ya?

Tidak berhenti sampai di situ, gejala bagaikan Ibu hamil yang dialami suami saya terus berlanjut. Tiba-tiba, suami saya mengidamkan makanan yang tidak seperti biasanya. Lho, kok dia ikut-ikutan ngidam sekarang? Ya, antara lucu dan heran sih saya menyaksikannya.

Gejala ini biasanya dirasakan oleh sang Ayah, saat Ibu memasuki trimester kedua kehamilan. Gejala lain yang dialami adalah sulit tidur yang disebabkan oleh kebiasaan Ayah menemani Ibu di awal kehamilan. Jika sudah berat, ia bisa mengalami nyeri perut seperti Ibu yang akan melahirkan.

Melihat gejala-gejala tersebut, saya mulai browsing di internet untuk memperoleh berbagai informasi terkait ngidam yang dialami oleh suami saya. Dari situ, saya menemukan banyak informasi menarik, Bu.Salah satunya adalah penelitian di St. George's University, London, Inggris, yang menemukan sejumlah suami turut merasa sakit akibat morning sickness, sakit punggung, serta kram ketika istrinya sedang hamil. Kondisi ini disebut dengan sindrom Couvade.

Penyebab Sindrom Couvade

Dosen senior Department of Human Sciences, Loughborough University, Dr. Harriet Gross menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi akibat sympathetic pregnancy atau perasaan cemas yang begitu mendalam melihat kondisi kehamilan istrinya. Sehingga, Ayah dapat merasakan apa yang Ibu rasakan.

Hal tersebut juga didukung oleh pendapat seorang psikolog anak, Anna Surti Ariani, S. pSi, M.Si, yang mengatakan bahwa kecemasan luar biasa bisa membuat pria mengalami gejala-gejala seperti istrinya yang sedang hamil. Contohnya; mual, muntah-muntah, pusing, dan sebagainya.

Rasa cemas tersebut bisa memicu sang Ayah untuk mencari kesenangan, lho. Salah satunya dengan makan yang banyak. Ketika berat badan sudah naik, jaringan lemak dalam tubuhnya pun semakin banyak dan mengubah hormon testosteron menjadi estrogen. Peningkataan hormon estrogen inilah yang bisa mendorongnya untuk lebih emosional, serta memicu rasa mual dan muntah-muntah.

Cara Mengatasinya

Nah, sekarang bagaimana mengatasi gejala “ngidam” pada sang Ayah? Bu, banyak hal yang bisa ia lakukan untuk mengatasi rasa cemas tersebut. Pertama, ajak ia berbicara empat mata. Ibu bisa memberikan pengertian agar ia lebih siap menjadi seorang Ayah bagi si Kecil nanti.

Kemudian, biarkan ia membaca banyak hal tentang peran Ayah dalam masa kehamilan istrinya. Mulai dari browsing di internet, ia akan mendapatkan referensi tak terbatas seputar dunia kehamilan, termasuk ngidam yang bisa dialami juga pria.

Sekarang Ibu pasti bertanya-tanya, kecenderungan ngidam pada Ayah perlu ditruruti atau tidak? Banyak yang mengatakan kalau ngidam pada Ayah atau Ibu harus dituruti agar si Kecil tidak ngiler. Faktanya, ngidam yang dialami oleh Ibu tidak ada hubungannya dengan air liur si Kecil, kok.

Semoga informasi tersebut bermanfaat untuk Ibu dan suami, ya. Mulai sekarang, tidak perlu khawatir jika gejala ngidam dialami olehnya. Hal itu wajar, kok. Jadi, tenang saja ya, Bu!