Share Like
Simpan

Kapan terakhir kali membelikan mainan anak untuk si Kecil, Bu? Bermain adalah aktivitas yang paling menyenangkan bagi anak-anak sekaligus dapat dijadikan sarana untuk menyalurkan bakat, imajinasi, dan kreativitas terpendam yang ada dalam dirinya. Akan tetapi, tak semua jenis mainan anak dapat serta merta memberikan manfaat tersebut. Untuk itu, Ibu harus selektif dalam membelikan mainan anak dengan lebih memikirkan manfaat dan sisi edukatifnya.

Salah satu mainan yang cukup populer bagi anak-anak hingga kalangan dewasa di seluruh dunia adalah Lego. Mainan buatan Denmark ini sangat melegenda dan masih tetap dimainkan hingga sekarang. Apakah si Kecil termasuk salah satu penggemarnya? Nah, tidak salah jika Ibu memilih Lego ini sebagai teman bermain si Kecil karena ternyata mainan anak yang satu ini memiliki banyak manfaat untuk mengoptimalkan potensi dan perkembangan dirinya. Mau tahu apa saja manfaat mainan anak yang satu ini? Yuk, ketahui rahasianya berikut ini:

  1. Mengembangkan Keterampilan Motorik Halus

    Tak hanya untuk kegembiraan semata, Lego termasuk mainan anak yang dapat memberikan manfaat fisik secara nyata yaitu mengembangkan keterampilan motorik halus anak. Keterampilan motorik halus ini erat kaitannya dengan kemampuan otot-otot kecil bergerak dengan melakukan koordinasi, terutama koordinasi otot mata dan tangan saat menyusun Lego.

  2. Mengembangkan Kemampuan Logika dan Pemecahan Masalah

    Selain itu, bermain Lego juga akan mengembangkan logika berpikir dan kemampuan memecahkan masalah. Untuk dapat menyusun Lego sesuai dengan bentuk yang ia inginkan, si Kecil kemungkinan beberapa kali akan mengalami trial and error. Proses inilah yang dinamakan belajar. Ia akan menemukan jalan keluar dari beberapa kali kesalahan sampai akhirnya dapat membuat bentuk yang sesuai dengan keinginannya.

  3. Mengembangkan Daya Kreativitas

    Tak dapat dipungkiri lagi jika Lego adalah mainan anak yang menguji kreativitas dan imajinasi. Dengan mainan anak ini, si Kecil akan bisa meluapkan imajinasi dan ide-ide segar yang ada dalam otaknya serta mengaplikasikannya dalam bentuk yang nyata. Melalui Lego inilah, anak-anak akan terdorong untuk berpikir bebas dan berimajinasi tanpa batas.

  4. Mengajarkan Bersosialisasi

    Sosialisasi adalah cara untuk mengenalkan anak pada lingkungannya. Ibu dapat mengajarkan cara bersosialisasi yang sederhana melalui mainan anak yang satu ini. Biarkan si Kecil asyik memainkan Lego dengan teman-teman sebayanya dan dari situlah ia akan belajar bersosialisasi, termasuk cara membangun komunikasi dan kerja sama.

Itulah beberapa sisi positif Lego sebagai mainan anak yang edukatif. Untuk memacu kreativitasnya lebih tinggi, pilihkan Lego berjenjang sesuai dengan kemampuan usianya mulai dari yang skala mudah, menengah, hingga yang paling sulit. Berminat untuk menambah koleksi Lego di rumah, Bu?