Share Like
Simpan

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh kembang secara optimal. Untuk mengetahui anaknya tumbuh dan berkembang secara optimal atau tidak, orang tua juga harus mengetahui bahwa tumbuh kembang yang optimal akan didukung oleh pertumbuhan otak yang optimal. Pertumbuhan otak anak mengalami perkembangan yang pesat pada tri-semester pertama atau 18 bulan setelah dilahirkan hingga balita berusia 3 tahun. Ketika bayi lahir volume otak bayi sekitar 25 % dari otak orang dewasa. Kemudian pada usia 1 tahun, volumenya sudah mencapai 80 % usia otak dewasa. Masa ini adalah masa yang paling pesat pada fase perkembangan otak anak atau masa emas (golden years period). Setelah masa ini proses akan berjalan melambat, oleh karena itu sebaiknya orang tua memanfaatkannya dengan baik, caranya dengan memberikan brain stimulation pada anak. Brain stimulation akan membawa dampak tumbuh kembang yang optimal pada anak. Brain stimulation dilakukan dengan berbagai cara:


1. Asupan nutrisi yang baik, baik makro-nutrient maupun mikro-nutrient


2. Stimulasi, stimulasi dapat diberikan dengan memberikan brain games atau permainan sensori untuk nutrisi otak, dan brain gym atau senam otak.


Dalam pembahasan kali ini akan dibahas bagaimana stimulasi untuk mendapatkan anak yang pintar.


Brain games dengan permainan sensori untuk brain stimulation
Sebagai salah satu brain stimulation yang diberikan pada anak usia emas adalah brain games dengan permainan sensori. Sensori adalah rangsangan indra yang akan menjadi pintu gerbang segala stimulus yang akan diproses di otak. Sensori sangat penting karena sensori merupakan dasar perkembangan anak. Berikut adalah tabel tahapan perkembangan yang akan didasari oleh kemampuan sensori:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Brain games dengan permainan sensori tersebut antara lain seperti di bawah ini:


• Bayi sampai usia 12 bulan diberikan permainan: dekapan sayang, peluk dan cium, berbicara ke bayi, musik yang menenangkan, bola yang digerakkan dari kiri ke kanan atau atas ke bawah, kerincingan yang digunakan untuk menstimulasi pendengaran bayi supaya melatih deskriminasi bunyi dan arah sumber bunyi, komunikasi mimik atau non-verbal, jepitan jari untuk melatih kekuatan otot-otot jari dan koordinasi, rangsang telapak tangan untuk melatih raba, bengkokan lutut untuk melatih kekuatan otot tungkai bawah, permainan berwarna atau berbunyi yang bergerak, permainan “halo” dan “cilukba”, permainan tanpa kata-kata untuk melatih ketajaman bahasa non-verbal, permainan nada untuk melatih deskriminasi bunyi dan nada, komunikasi saat ganti popok, meraih benda, permainan emosi bayi, berguling dan berpindah posisi, permainan mencuci baju untuk melatih genggaman anak, percakapan untuk memberikan pemahaman reseptif bahasa anak, suara ketukan, menendang, dansa bayi, bergoyang dan menyeret, memegang ganti tangan, refleks bicara tu-wa-ga-pat, mencari mainan, permainan kaki, bernyanyi dan berkata, permainan kacang-kacangan/beras/jagung, permainan cermin, dimana bolanya, dimana suaranya, menyentuh berbagai bentuk, barang kecil untuk melatih motorik halus, meremas benda, melambai, mengangkat, memanjat, permainan kunci, jatuh di pangkuan untuk melatih refleks protektif saat jatuh, memasukan dan mengeluarkan puzzle, menyentuh, memasukkan ring, permainan saat mandi, membaca gambar di buku, permainan senyum wajah, dan permainan katakan sekali lagi.


• Usia 1 tahun sampai 2 tahun diberikan permainan: menyanyi-bertepuk, melompat, pretend play atau bermain pura-pura (seperti: menyuapi boneka), “nina bobo”, merangkak-merayap, mendorong-menarik, tekstur, semua dapat berbicara, lempar-tangkap bola, menyusun balok, buku cerita, pergi ke taman, membaca buku/majalah, bermain kelompok, permainan menyusun, bermain musik, berbicara dengan binatang, berdandan, menyanyikan nama-nama, dan bertepuk tangan.


• Usia 2 tahun sampai 3 tahun: mencari gambar wajah, menggoyangkan jari, bermain sajak, permainan berbisik berantai dan menyampaikan pesan, cerita tentang buah/hewan, dan permainan bebas seperti angin untuk melatih gerak motorik kasar dan halus yang seirama.


• Usia di atas 3 tahun diberikan permainan: mengulang kata/deretan angka/deretan huruf, imagery pretend play atau bermain pura-pura yang dilakukan dengan membayangkan (misalnya minum dari gelas, tapi gelasnya pura-pura, atau main tembak-tembakan dengan hanya menggunakan tangan tanpa pistol) hal ini akan melatih kemampuan imajinasi dan kreativitas, permainan membaui, mengisi kata, membangun rumah, mencari batu dan menyortir sesuai ukuran atau bentuk, menyanyi syair favorit, mencari harta karun dengan menggunakan peta buatan dengan ruang lingkup rumah atau halaman, permainan sequence (kartu angka/kartu huruf/kartu gambar aktivitas yang dimulai dengan 2 kartu cerita sampai ke cerita yang kompleks, ketukan yang berirama, dll), menceritakan kembali cerita, meronce manik-manik, menisik gambar yang sudah diberikan titik-titik (gradasikan titiknya dari mulai jarang ke titik yang lebih dekat), menjelujur (seperti permainan menjahit baju kertas), permainan seandainya saya menjadi (bisa berandai-andai seperti tokoh favorit dicerita film atau buku), outbond, bermain alat musik, permainan memilih dan memadu padankan sebuah tema (baju, rumah, dll), langkah motor planning (permainan tic-tac-toe atau engklek yang menggunakan satu kaki melompat kotak-kotak), permainan terampil tangan (menyortir mainan atau manik-manik dengan cepat dan tepat), berbelanja bahan makanan, permainan irama, permainan mummi (anak digulung menggunakan benang atau kain panjang untuk melatih raba), dan permainan tekanan badan untuk melatih rasa sendi.