Whatsapp Share Like
Simpan

Memasuki usia 12 bulan atau 1 tahun pertumbuhan fisik si Kecil mulai sempurna. Ia akan lebih mandiri dan mulai melangkah dengan langkah-langkah pendek. Dalam hal makan, si Kecil juga sudah mulai mandiri. Ia akan makan dan minum sendiri dan tidak mau disuapi. Pertumbuhan fisik si Kecil yang hampir sempurna mendorongnya melakukan banyak aktivitas fisik.

Tidak hanya fisik si Kecil saja yang hampir sempurna. Pertumbuhan psikologis atau emosi si Kecil pun sudah mulai muncul. Si Kecil yang mulai mandiri akan mengurangi sifat manjanya namun di usia ini si Kecil akan lebih sering marah. Kemarahannya dipengaruhi oleh pertumbuhan gigi yang terkadang menimbulkan rasa sakit di gusi si Kecil.

Pertumbuhan emosi si Kecil harus tetap diawasi agar emosi yang terbangun tetap positif. Ibu sudah bisa mengajari si Kecil berkomunikasi, respon, dan sopan santun. Misalnya dengan mengucapkan kata sederhana, seperti, terimakasih dan minta tolong. Namun pada usia ini si Kecil ternyata memiliki rasa cemas yang berlebihan. Rasa cemas itu akan memuncak ketika si Kecil ditinggal oleh Ibu atau Ayahnya. Cara mengurangi kecemasannya Ibu bisa memeluk dan mencium si Kecil. Dengan pelukan dan ciuman si Kecil akan merasa lebih aman dan nyaman.

Pertumbuhan otak si Kecil di usia 12 bulan juga berkembang pesat. Ibu harus memberikan pengajaran yang baik karena memori si Kecil sudah mulai berfungsi. Si Kecil akan mulai berbicara dengan struktur kata yang baik. Ia juga dapat mengembangkan kata dan menggabungkan kata. Kemampuan berbicara yang baik akan menjadikan si Kecil pintar.

Kemampuan meniru kata atau kalimat dari orang tua juga meningkat. Si Kecil juga dapat merespon perkataan dengan baik. Ia merespon dengan anggukan atau ekspresi muka. Saat ini si Kecil juga bisa diajarkan menghitung. Beri pensil warna dan kertas. Pensil warna akan merangsang sistem motoriknya bekerja. Menggambar di kertas dengan berbagai warna dan bentuk akan merangsang daya imajinasinya.

Artikel Sejenis

Otak si Kecil mulai sempurna dan dapat berkoordinasi dengan tubuhnya sendiri. Dengan kata lain, si Kecil bisa menggerakkan tubuhnya sesuai keinginannya. Ibu seharusnya mulai memberi latihan mengenal warna, menandai benda dan bentuk permainan yang melibatkan banyak komunikasi. Ibu bisa juga mengenalkan binatang dan nama-namanya. Si Kecil juga bisa bermain menyusun balok warna untuk merangsang kecerdasannya sehingga si Kecil lebih pintar.

Ada banyak jenis kecerdasan yang bisa Ibu ajarkan kepada si Kecil. Berbeda jenis kecerdasan berbeda pula cara merangsangnya. Berikut beberapa jenis kecerdasan dan cara merangsang si Kecil memiliki kecerdasan tersebut.

  1. Kecerdasan berbahasa

    Kecerdasan ini dapat dilatih dengan mengajak si Kecil bernyanyi atau bercakap-cakap. Membacakan cerita berkali-kali, rangsang untuk berbicara dan bercerita. Menyanyikan lagu anak-anak, ajari menyebut nama ayah-ibu atau kakak. Jika si Kecil tidak terlalu banyak bicara, jangan khawatir. Karena akan ada saatnya kapan si Kecil banyak bicara dan banyak bergerak.

  2. Kecerdasan emosi

    Ajaklah Si Kecil bermain dengan anak yang lebih tua dan muda, berbagi makanan dengan teman, salaman dengan orang lain, bertemu orang baru, dan ajaklah tersenyum serta tertawa. Ibu perlu menjauhkan si Kecil dari kata-kata kasar, adu mulut, dan perkelahian.

  3. Kecerdasan alami

    Agar si Kecil mengenali alam sekitarnya, kenalkan gambar, benda, alam, dan lingkungan sekitar melalui cerita.

  4. Kecerdasan logika

    Si Kecil harus mulai mengenal angka untuk merangsang logikanya. Anak yang unggul dalam hal logika biasanya tumbuh menjadi anak yang pintar. Logika terkait hal matematis atau hitungan. Si Kecil dapat berlatih menghitung angka 1-10 dengan iringan lagu. Sehingga si Kecil dapat belajar dengan cara yang menyenangkan.

  5. Kecerdasan visual

    Merupakan kemampuan mengamati gambar dan foto berbentuk wajah orang atau kartun yang lucu. Daya imajinasi si Kecil akan meningkat jika kecerdasan visualnya baik.

  6. Kecerdasan gerak tubuh

    Si Kecil yang aktif pada usia 12 bulan akan banyak mengeluarkan tenaga untuk tubuhnya. Ia cenderung bergerak ke sana kemari tanpa lelah. Ibu dapat memberikan permainan seperti memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dengan gelas, menggelindingkan bola, diajari berdiri, serta jalan sambil berpegangan.

  7. Kecerdasan musikal

    Kecerdasan ini dapat dirangsang dengan memperdengarkan musik kepada si Kecil, memainkan alat musik, atau menari diiringi dengan irama dan nada. Saat Ibu memberi makan, memandikan dan kegiatan lainnya, lakukan dengan bernyanyi atau berdendang. Dengan begitu si Kecil akan terbiasa dengan nada dan irama.

Ibu sebaiknya tidak memaksakan si Kecil agar melakukan hal untuk meningkatkan kecerdasan. Lakukanlah perlahan, jangan sampai si kecil merasa terbebani. Membuat si Kecil tertekan akan menghambat kecerdasannya.