Share Like
Simpan

Susu adalah minuman yang kaya manfaat, namun si Kecil bisa saja menjadi bosan minum susu. Membuat si Kecil menyukai minum susu sebenarnya tidak sulit karena susu dapat diolah menjadi berbagai minuman, sehingga tidak pernah membosankan. Cita rasa yang khusus memberikan rasa yang kaya, baik disajikan hangat maupun dingin, pada waktu pagi, siang, sore, ataupun malam.

Untuk mengolah susu menjadi sajian yang tidak membosankan, Ibu sebaiknya mengenal jenis-jenis produk susu. Berdasarkan kandungan lemak yang terdapat di dalamnya, produk susu dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu susu murni (whole milk), susu kurang lemak (reduced fat milk), susu rendah lemak (low fat milk), dan susu bebas lemak (free-fat milk) atau susu skim (skim milk). Susu murni yang dipanaskan selama beberapa waktu hingga menjadi lebih pekat akan menjadi evaporated milk. Sementara yoghurt, adalah susu yang difermentasikan dengan bantuan bakteri.

Susu murni akan memberikan rasa yang lebih padat karena kandungan protein dan lemaknya yang lebih tinggi, sehingga cocok untuk bahan membuat omelet, pancake, atau puding. Pada saat pemanasan, dadih akan mengental, sehingga masakan menjadi lebih bervolume.

Susu rendah lemak cocok sebagai bahan campuran minuman dingin dan smoothies. Susu rendah lemak juga cocok sebagai bahan sup, karena rasanya yang lebih ringan, akan menonjolkan rasa bahan-bahan serta bumbu-bumbu lainnya. Susu evaporasi rendah lemak sangat cocok untuk dicampur dengan minuman hangat teh atau kopi sebagai pengganti krim karena kekentalannya. Dan yang terakhir, yoghurt akan sangat cocok disajikan dingin bersama buah-buahan.

Susu bubuk cocok digunakan sebagai campuran adonan kue. Seperti adonan roti, kue kering, atau cake. Susu bubuk juga bisa dilarutkan dengan air dan bisa digunakan sebagai bahan pelarut saus masakan atau pengganti krim kental. Dengan menambahkan susu bubuk di dalam adonan roti dan cake, aromanya akan lebih harum, tekstur lebih lembut, berserat halus, lebih lembab, dan citarasanya lebih lezat. Jika menambahkan susu bubuk di dalam adonan kue kering, hasil warna kue akan lebih kuning kecokelatan, aroma kue lebih harum, dan rasa lebih lezat.

Susu segar memiliki umur sekira 6 jam jika disimpan pada suhu ruangan, sedangkan bila disimpan di lemari pendingin susu segar akan bertahan sekira 8 jam. Susu segar sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin dalam keadaan tertutup rapat. Susu segar yang telah basi akan menjadi lebih kental, aroma dan rasanya pun berubah menjadi asam.

Susu bubuk memiliki masa simpan yang lebih panjang. Apabila membeli susu bubuk, perhatikan kemasannya. Kemasan harus utuh, tidak penyok, robek, berkarat, kembung, atau bocor. Apabila membeli susu bubuk, perhatikan tempat display susu. Susu bubuk dalam kemasan harus disimpan di tempat khusus untuk susu bubuk dalam kemasan yang tidak terkena sinar matahari langsung. Perhatikan selalu tanggal kadaluarsanya. Simpan susu bubuk dalam wadah kedap udara yang tertutup rapat. Susu bubuk yang sudah rusak akan berbau tengik, menggumpal, dan berubah warna.

Jenis susu olahan dengan pasteurisasi harus disimpan dalam suhu dingin (5-7oC). Susu pasteurisasi yang masih tersegel dalam kemasan dapat bertahan 1 minggu, sementara jika kemasan telah terbuka, maka susu hanya dapat bertahan 1-2 hari. Susu sterilisasi, susu evaporasi, dan susu kental manis dapat bertahan cukup lama dalam kemasan sekira 1 tahun. Namun bila kemasannya sudah dibuka, susu sterilisasi hanya dapat bertahan sekira 5 hari, sementara susu evaporasi dan susu kental manis dapat bertahan hingga 1 bulan. Tentu saja setelah dibuka, kemasan susu sebaiknya segera ditutup kembali atau dipindahkan ke tempat lain yang bersih dan tertutup rapat, serta simpanlah di tempat yang bersih dan terhindar dari sinar matahari langsung, termasuk dalam lemari pendingin bila diperlukan.

Dengan mengenal jenis-jenis susu dan penyimpanannya, Ibu dapat mencoba berbagai resep berbahan susu sesuai selera agar si Kecil tidak bosan. Selamat mencoba!