Share Like
Simpan

Bermain dengan si Kecil memang mengasyikkan ya, Bu. Selain mendukung tumbuh kembang balita, Ibu juga dapat membangun ikatan yang lebih erat dengannya. Namun sayang, permainan yang itu-itu saja justru dapat membuatnya cepat bosan dan menjadi tidak bersemangat untuk bermain.

Di era digital seperti saat ini, kebanyakan anak di usia pra-sekolah (4-6 tahun) bermain melalui alat elektronik sepertitablet, telepon genggam, atau laptop. Namun, akan lebih baik apabila Ibu mengajaknya bermain di luar rumah dan memainkan permainan tradisional, seperti

Petak Jongkok

Permainan ini dapat dimainkan oleh setidaknya 5 orang pemain. Petak jongkok dapat melatih motorik kasar, fleksibilitas kaki, ketahanan fisik, dan solidaritas pada si Kecil.

Cara bermain:

1. Mulailah dengan mengajak si Kecil dan anggota keluarga lain bermain hompimpa. Yang terakhir keluar maka akan menjadi pengejar. Pengejar harus menyentuh salah satu pemain. Bila tersentuh, maka pemain tersebut harus bergantian menjadi pengejar. 

2. Ajak si Kecil untuk jongkok agar terhindar dari pengejar. Dari seluruh pemain yang jongkok, harus tersisa satu pemain yang dapat dikejar oleh pengejar.

3. Pemain yang berdiri dapat menyentuh temannya yang jongkok. Bila tidak berhasil membangunkan temannya dan jongkok terakhir, berarti dia yang harus menjadi pengejar selanjutnya.

 Engklek/Taplak Gunung

Permainan ini dapat dimainkan oleh 2 pemain atau lebih. Bermain engklek dapat melatih keseimbangan tubuh, melatih kemampuan berhitung, dan kemampuan logika.

Cara bermain:

1. Ajak si Kecil menggambar kotak di permukaan tanah. Buatlah gambar 8 kotak dan setengah lingkaran pada ujung kotak. 

2. Berikan setiap pemain kerikil yang biasanya berupa batu atau pecahan genting. Selain menggunakan pecahan genting, Ibu bisa menggantinya dengan batu dengan karet gelang yang diikat sehingga lebih mudah dilempar dan lebih aman. Lempar kerikil ke dalam kotak sesuai nomornya.

3. Ajarkan ia untuk melompat dengan satu kaki (kotak 4&5 dan 7&8 boleh diinjak dengan dua kaki). Kotak dengan kerikil di dalamnya jangan sampai diinjak ya, Bu. Jika terinjak maka ia dan harus bergantian dengan pemain lainnya. Selain itu jika ia tidak bisa melempar kerikil ke dalam kotak yang sesuai, maka ia harus bergantian dengan pemain lainnya. Selain kotak berisi kerikil, garis kotaknya pun jangan sampai terinjak ya, Bu.

4. Pemain yang berhasil sampai ke kotak nomor 9 pertama kali menjadi pemenang. 



Petak Umpet

Permainan ini dapat dimainkan oleh 3 pemain atau lebih. Bermain petak umpet dapat melatih kemampuan berhitung, mengingat nama, melatih kesabaran serta kepekaan pada si Kecil.

Cara bermain:

1. Ajak si Kecil dan pemain lainnya melakukan hompimpa. Pemain yang terakhir keluar akan menjadi pencari. Ia akan menutup mata sambil bersandar ke dinding yang menjadi bentengnya dan menghitung dari 1 sampai 10. Selagi pencari menghitung, pemain lain segera bersembunyi.

2. Setelah hitungan ke-10, pencari akan membuka mata dan mencari teman-temannya. Setiap menemukan temannya, pencari harus meneriakkan nama pemain tersebut sambil berlari ke benteng lalu menepuk benteng dan berteriak “hong!”. Momen ini biasanya menjadi momen yang paling seru dan juga menegangkan bagi si Kecil.

3. Jika seorang pemain bisa mendahului pencari dan menepuk benteng lalu berteriak “hong!” terlebih dahulu, itu artinya para pemain menang dan permainan diulang dari awal.

4. Jika pencari selalu bisa menemukan tempat persembunyian dan meneriakkan “hong!” terlebih dahulu maka pemain yang ditemukan pertama kali harus menjadi pencari selanjutnya.  

Menarik kan, Bu? Jika Ibu memiliki mekanisme bermain yang biasa digunakan sewaktu kecil dan berbeda dengan contoh di atas, Ibu bisa menggunakannya, kok. Membiasakannya bermain di luar rumah dapat memperkaya pengetahuannya dan melatih kemampuan bersosialisasinya. Hal ini sangatlah penting di tahap tumbuh kembang balita. Baiknya lagi, Ibu juga memperkenalkan permainan tradisional yang sudah mulai jarang dimainkan oleh anak-anak seusianya. 

Abadikan kegiatan ini dalam foto dan upload di galeri tumbuh kembang

Selamat bermain bersama si Kecil, Bu!