Share Like
Simpan

Setiap hari, sepertinya selalu saja ada kejutan lucu dari si Kecil! Ekspresi, reaksi, maupun gerakan baru yang ia pelajari, membuat kita ingin mengabadikannya melalui foto.

Namun, sebaiknya berhati-hati Bu, ketika akan mengunggah foto si Kecil. Semakin canggih perkembangan media sosial, semakin berkembang pula tindakan kriminal berbasis dunia maya.

Sebuah survei yang melibatkan 2367 orang tua membuktikan bahwa salah satu pemicu munculnya fenomena ini adalah lahirnya Pangeran George dua tahun silam. Kelahiran putra pertama Pangeran William tersebut ternyata mengakibatkan 74 persen orang tua terinspirasi untuk mengunggah foto si Kecil ke media sosial.

Padahal, banyak tindak kejahatan yang setelah diselidiki lebih jauh ternyata salah satu penunjangnya adalah media sosial. Sudah menjadi rahasia umum bahwa media sosial bagaikan dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia berperan sebagai penghubung keluarga dan sahabat yang berada jauh di sana. Di sisi lain, media sosial dapat menjadi ancaman tindak kejahatan.

Lho, kok bisa hanya dengan mengunggah fotonya, si Kecil dapat menjadi sasaran kejahatan? Tentu bisa, Bu. Kita ambil contoh kasus penculikan. Melalui foto si Kecil beserta keterangan foto yang Ibu berikan, penjahat akan dengan mudah memiliki sedikit banyak informasi tentang si Kecil.

Saat ini banyak orang tua yang mengajarkan anaknya untuk tidak berbicara dengan orang yang tidak dikenal. Namun, tidak adil rasanya jika si Kecil sudah melakukan hal tersebut, tapi Ibu mengunggah fotonya yang sedang menggunakan seragam sekolah dengan nama sekolah dan kotanya.

Tindakan demikian dikenal dengan sebutan sharenting, di mana orang tua menyebarkan informasi yang “agak” banyak tentang si Kecil di media sosial. Sebenarnya tidak apa-apa mengunggah fotonya ke media sosial seperti facebook, twitter, dan instagram. Namun, semua itu ada batasnya, Bu. Berikut ini adalah tips aman sebelum mengunggah foto si Kecil ke media sosial.

1. Apakah teman-teman Ibu di media sosial adalah orang-orang terdekat?

Terkadang, ada orang yang tidak terlalu selektif menerima permintaan pertemanan dari orang yang tidak terlalu dikenal di media sosial. Nah, jangan sampai Ibu menjadi salah satunya. Pastikan Ibu memiliki lingkaran pertemanan media sosial yang dapat dipercaya dan memang kenal dengan baik. 

2. Minimalisir segala keterangan yang berhubungan dengan identitas si Kecil

Ketika Ibu mengunggah foto si Kecil, sebaiknya hindari pemandangan yang dapat menunjukkan alamat rumah dan sekolahnya. Jika alamat rumah dan sekolahnya mudah diidentifikasi, dikhawatirkan dapat mempermudah akses orang asing ke si Kecil. 

3. Hindari terlalu sering mengunggah foto si Kecil ke media sosial

Seringnya mengunggah fotonya ke media sosial sangat mungkin berdampak munculnya fans atau penggemar si Kecil. Wajah lucu dan polosnya kemungkinan besar akan membuat beberapa orang merasa gemas dan bisa jadi terobsesi dengannya.

4. Hindari memperlihatkan lokasi Ibu dan si Kecil saat mengunggah foto di media sosial

Nah, ini yang paling penting, Bu. Pada zaman ini, sangat mudah untuk mendapatkan alamat melalui teknologi GPS. Apabila Ibu mengunggah foto si Kecil dilengkapi dengan keterangan lokasi, tidak diragukan lagi orang asing dapat membaca pola tempat yang sering Ibu dan si Kecil kunjungi. Jika demikian, semakin mudahlah akses orang asing tersebut untuk “mengunjungi” Ibu dan si Kecil.

Informasi di atas semoga dapat menambah pengetahuan mengenai pengunggahan foto si Kecil di media sosial ya, Bu. Sebaiknya pikirkan dua kali sebelum mengunggah fotonya baik itu di facebook, twitter, maupun instagram.

Memang, sangat menyenangkan ketika orang lain ikut bahagia melihat si Kecil tumbuh dengan sehat dan ceria. Namun, jangan sampai kebahagiaan tersebut diwarnai oleh tindakan tak bertanggung jawab dari orang tak dikenal.