Whatsapp Share Like
Simpan

Usai Ibu memberikan ASI atau susu, kadang bayi mengalami gumoh. Melihat bayi gumoh tentu dapat membuat Ibu menjadi panik. Padahal hal itu sebenarnya tidak perlu Ibu khawatirkan berlebihan, karena pada dasarnya gumoh dan muntah sering kali terjadi hampir pada setiap bayi, dan hal itu sangat wajar. Namun pasti Ibu bertanya-tanya, apa sih penyebab bayi gumoh?

Beda Gumoh dan Muntah

Gumoh biasanya kerap terjadi pada usia 12-16 minggu. Ketika usianya mencapai 12 bulan biasanya gumoh akan berhenti seiring dengan bertambahnya usia bayi. Sebagian besar Ibu biasanya menyamakan gumoh dengan muntah. Padahal gumoh dan muntah adalah dua hal yang berbeda.

Pada bayi gumoh, yang terjadi adalah seperti air yang mengalir ke bawah, bisa sedikit (seperti meludah) atau bisa juga cukup banyak, serta sifatnya pasif dan spontan. Sedangkan muntah lebih cenderung yang keluar dalam jumlah banyak dan disertai dengan kontraksi otot perut. Muntah bisa dialami oleh bayi berusia 2 bulan. Hal ini terjadi karena kelainan klep atau katup di saluran cerna atau adanya infeksi.

Penyebab Gumoh

Lalu bagaimana cara mengatasi saat bayi gumoh? Sebelumnya, Ibu perlu mengenali penyebab bayi gumoh, yang antara lain adalah karena:

  • Volume lambung bayi masih kecil.

    Pada bayi baru lahir, ukuran lambungnya hanya sebesar buah ceri. Seiring bertambahnya usia, ukuran lambungnya akan bertambah besar secara bertahap. Di saat yang sama, biasanya susu yang diberikan melebihi kapasitas lambung. Ditambah lagi bayi senang menggeliat yang membuat tekanan dalam perut meningkat, sehingga terjadi gumoh.

    Artikel Sejenis

  • Klep penutup lambung bayi belum sempurna.

    Susu akan masuk melalui mulut ke saluran pencernaan atas, yang kemudian disalurkan ke lambung. Nah, di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung pada bayi yang belum berfungsi sempurna. Akibatnya, kalau ia langsung ditidurkan setelah disusui, dan juga menggeliat, maka susu akan keluar dari mulut. Untuk mengurangi gumoh, berikan susu sedikit demi sedikit saja ya, Bu.

  • Menangis berlebihan.

    Bayi bisa tetap menangis saat menyusu. Tangis seperti ini menyebabkan udara ikut tertelan secara berlebihan. Tangisan juga bisa membuat susu yang ditelan menjadi tidak sempurna dan menjadi penyebab bayi gumoh. Kalau sudah begini, sebaiknya Ibu tidak memberikan ASI atau susu, karena bisa-bisa susu justru masuk ke dalam saluran napas dan menyumbatnya, sehingga bayi sulit bernafas.

  • Gangguan refluks gastroesofageal.

    Biasanya bayi yang masih berusia 6 bulan sering mengalami muntah dan gumoh. Gumoh atau muntah akan berkurang di usianya yang ke 6 bulan hingga 2 tahun. Seterusnya begitu dan akan membaik setelah usia 5 – 7 tahun.

  • Gangguan mengunyah dan menelan.

    Ada beberapa anak yang sulit diberikan makanan dan mereka lebih suka minum susu. Muntah sering terjadi ketika anak sedang makan dan hal ini disebabkan karena gangguan perkembangan kemampuan mengunyah dan menelan.

Sementara itu, muntah atau mual dapat muncul saat anak berlari, menangis, batuk, memasukkan tangan ke mulut, tercium bau yang tidak enak yang membuat anak menjadi muntah.

Umumnya anak akan memilih makanan yang gampang dikunyah, seperti telur, mie, kerupuk, biskuit, brokoli, dan wortel. Sedangkan makanan berserat, seperti daging sapi, sayur, atau nasi dapat membuatnya tidak nyaman.

Cara Mengatasi Bayi Gumoh

Setelah mengenali penyebab bayi gumoh, Ibu mesti bisa mencegah dan mengatasinya. Caranya gampang kok Bu agar membuat bayi tidak sering gumoh lagi, antara lain:

  • Posisikan bayi secara tegak.

    Memberi makan bayi dalam posisi tegak bisa mencegah terjadinya gumoh dan muntah. Setelah itu, kondisikan bayi dalam posisi duduk selama kurang lebih 15-30 menit. Saat makan, hindari bermain aktif dengan bayi dan jangan mengayun-ayun saat bayi sedang diberikan makan.

    Ketika diberikan ASI, posisi menyusui mesti pas. Pastikan seluruh bibirnya menutup puting susu serta daerah berwarna hitam di sekitarnya (areola). Dengan begitu, udara yang masuk dan tertelan selama menyusu bisa diperkecil dan menurunkan risiko bayi mengalami gumoh.

  • Sedikit tapi sering.

    Terlalu lama menyusui atau memberinya makan dalam jumlah banyak dapat memicu bayi muntah. Jika Ibu menyusui, sebaiknya pastikan agar bayi tidak menyusu berlebihan yang dikhawatirkan dapat memicu muntah. Jika Ibu memberikan susu melalui botol, berikan dari jumlah yang lebih sedikit daripada biasanya. Lebih baik berikan secara sedikit tapi sering saja, Bu.

  • Menyendawakan bayi.

    Salah satu cara untuk mencegah gumoh adalah menyendawakan bayi. Caranya, posisikan bayi dalam keadaan duduk tegak dengan menopangnya pada salah satu tangan, sementara tangan yang satu menepuk punggung bayi secara pelan hingga ia bersendawa.

    Jadi, sudah tahu kan apa saja penyebab bayi gumoh dan cara mengatasinya? Mulai sekarang Ibu bisa mencobanya untuk menghindarkan bayi dari gumoh dan muntah. Selamat mencoba dan semoga buah hati selalu sehat ya, Bu!

    Untuk Ibu yang ingin berkonsultasi seputar tumbuh kembang si Kecil, kunjungi saja laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab semua pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu, ya.