Whatsapp Share Like
Simpan

Setelah masa kehamilan, perjuangan seorang Ibu belum berakhir karena harus mempertahankan kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil agar optimal. Setiap Ibu tentu akan mengharapkan si Kecil tumbuh sehat dan tidak terkena penyakit yang serius. Namun bayi yang baru lahir sering mengalami berbagai gangguan kesehatan, karena daya tahan tubuh yang belum kuat. Apa saja yang perlu diwaspadai?

  1. Respiratory Syncytial Virus (RVP)
    RSV merupakan virus yang menyebabkan infeksi paru-paru dan saluran pernafasan. Gejala dari RSV ditandai dengan hidung berair, batuk, dan disertai dengan demam.  Kemudian Ibu juga mendengar suara mengi saat si kecil bernapas. Infeksi RSV ini dapat menyerang si Kecil yang memiliki kekebalan tubuh yang kurang kuat. Agar si Kecil memiliki daya tahan tubuh yang kuat, Ibu dapat memberikan ASI secara rutin dan jauhkan si Kecil dari asap rokok.
  2. Gastroesophageal reflux disease (GERD)
    Gastroesophageal reflux disease (GERD) alias refluks asam lambung yang menjadi penyebab si Kecil selalu muntah setelah makan atau menyusui. Refluks terjadi karena lingkaran otot antara kerongkongan dan lambung masih belum kuat dan berfungsi maksimal, sehingga asam lambung dan makanan dari lambung kembali ke kerongkongan. Sebenarnya muntah setelah si Kecil menyusui adalah hal yang wajar. Namun perlu diwaspadai ketika si Kecil menangis hingga disertai gejala GERD seperti menolak untuk diberi makan dan menyusu, kemudian sering batuk hingga tersedak, memuntahkan cairan berwarna kuning atau hijau, dan merasakan sakit perut dan nyeri pada tenggorokan serta dada yang ditandai dengan melengkungkan punggung. Ibu bisa segera memeriksakan si Kecil kepada dokter jika sering muntah dan diiringi gejala GERD karena dapat mempengaruhi tumbuh kembang si Kecil. Tindakan pencegahan agar si Kecil tidak muntah karena mengalami GERD adalah membuat posisi tegak dan tenang selama setidaknya setengah jam setelah ia menyusui, memberikan bantal ekstra di bagian kepala, dan menyesuaikan jadwal makan. Kemudian upayakan si Kecil untuk bersendawa tiap kali habis menyusu atau makan. Ibu lebih baik memberikan ASI karena dicerna lebih cepat oleh pencernaan.
  3. Demam
    Pada umumnya si Kecil akan mengalami demam pada tahun pertama karena infeksi sehingga  tubuh berusaha untuk melawan penyakit. Bayi baru dikatakan demam jika suhu tubuhnya mencapai 38 derajat celcius atau lebih. Ibu perlu mewaspadai jika si Kecil terkena demam yang disertai dengan lesu dan tidak bersemangat saat diajak bermain, tidak responsif, memiliki ruam, muntah, diare, uring-uringan saat tidur, sesak napas, terlihat tanda-tanda dehidrasi, dan kejang. Kemudian jika si Kecil masih berusia kurang dari 3 bulan, Ibu juga perlu segera memeriksakan ke dokter. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan si Kecil saat berusia tersebut masih belum kuat, sehingga kuman serta virus mudah menyebar hingga merusak jaringan tubuhnya dengan cepat. Saat si Kecil sedang sakit demam, Ibu bisa memberikan asupan cairan yang cukup seperti ASI atau air putih agar si Kecil cepat pulih dan kuat kembali.
  4. Diare
    Diare merupakan penyakit yang cukup sering dialami oleh bayi berusia 29 hari hingga 4 tahun. Ibu harus dapat membedakan tekstur kotoran pada bayi yang sedang sakit diare dan tidak. Si Kecil saat sakit diare biasanya memiliki gejala buang air besar yang terlalu sering dan berair, disertai dengan muntah-muntah, terlihat lesu, tinja berwarna hitam, putih, atau merah karena mengandung darah, sakit perut, demam di atas 39° celcius dan adanya tanda-tanda dehidrasi. Berbagai macam penyebab dari diare biasanya karena oleh virus, tetapi juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, alergi, atau obat-obatan. Perlu Ibu ketahui, jika tidak segera diatasi diare dapat menyebabkan dehidrasi dan kematian. Jika bayi Ibu menunjukan gejala dehidrasi, seperti mulut kering, ganti popok kurang dari enam kali sehari, mata cekung, atau kulit kering, hal ini bisa menjadi sangat berbahaya dan segera bawa ke dokter. Cegah si Kecil terkena diare dengan mencuci tangannya setelah bermain. Kemudian berikan ASI secara rutin untuk memperkuat daya tahan tubuh dan membantu si Kecil cepat pulih saat terkena diare.


Saat si Kecil sedang sakit, Ibu harus meluangkan waktu lebih banyak untuk merawatnya hingga sehat kembali. Oleh karena itu, Ibu harus terus memberikan ASI sebagai asupan gizi yang penting untuk si Kecil agar tubuhnya kuat terhadap berbagai penyakit. Ibu juga disarankan mengonsumsi makanan sehat agar mampu memproduksi ASI yang baik.