Whatsapp Share Like
Simpan

Sebelum usia kehamilan semakin besar, olahraga ternyata dapat tetap dijalani karena bermanfaat bagi kesehatan Ibu dan si Kecil. Bahkan dengan melakukan olahraga, pertumbuhan dan kesehatan si Kecil dalam janin menjadi lebih baik. Selain itu, olahraga mampu membantu melancarkan proses persalinan. Ibu dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai olahraga yang cocok sesuai usia kehamilan.

Terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat akan berolahraga ketika hamil. Meskipun belum merasakan perubahan yang signifikan, Ibu harus ingat bahwa saat mengandung, olahraga yang dilakukan jangan sampai berdampak negatif pada si Kecil.

  1. Intensitas
    Pastikan Ibu memilih olahraga dengan intensitas ringan. Hindari olahraga yang berpotensi menimbulkan benturan, perubahan gerak dan kecepatan yang drastis. Maka, olahraga melompat, melempar, atau memutar tubuh sebaiknya tidak Ibu lakukan. Hal lain yang perlu diingat adalah jangan memaksakan jika dirasa sudah merasa lelah.
  2. Bertahap
    Perhatikan beban saat berolahraga. Awali dengan yang ringan lalu apabila dirasa masih kuat, Ibu boleh menambahkan beban secukupnya secara bertahap.
  3. Rutin
    Apabila dilakukan dengan rutin, manfaat olahraga dapat lebih terasa dibandingkan dengan sekali berolahraga dengan beban dan intensitas yang tinggi. Jika terlalu berat, bukan kebaikan yang didapat, tapi justru malah berbahaya bagi Ibu dan si Kecil.
  4. Hati-hati
    Segera hentikan olahraga jika mengalami gangguan kehamilan. Seperti, pandangan yang tiba-tiba kabur, pusing, napas pendek yang menyesakkan, dan denyut jantung tidak teratur. Tetap prioritaskan kondisi si Kecil, ya Bu!

Lalu, apa saja olahraga yang biasa dianjurkan pada trimester pertama kehamilan?

Menurut Dr Phaidon L. Toruan, MM, pakar fitness lifestyle, menjelaskan sebaiknya olahraga dilakukan setelah trimester pertama. Atau setelah usia kehamilan 12 minggu atau tiga bulan. Pada saat itu janin sudah cukup kuat, sehingga aman bagi calon ibu untuk beraktivitas fisik. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi Ibu untuk berolahraga pada masa awal kehamilan terutama pada usia kehamilan 3 sampai 9 minggu atau pada masa trimester pertama.
Terdapat beberapa pilihan olahraga yang aman bahkan direkomendasikan bagi Ibu hamil muda.

  1. Berjalan Kaki
    Meskipun terdengar sederhana, berjalan kaki dapat melatih kekuatan tubuh bagian atas agar siap menanggung beban yang akan bertambah. Selain itu, olahraga ringan ini juga dapat membakar kalori sehingga baik untuk melancarkan peredaran darah dan menjaga kebugaran.
    Ibu hamil bisa berjalan kaki selama 30 menit sehari dengan menggunakan alas kaki yang nyaman. Hindari jalanan yang menanjak dan jangan sampai Ibu mengalami dehidrasi. Hentikan berjalan jika Ibu mengalami sesak nafas, kontraksi, dan pusing.
  2. Berenang
    Olahraga satu ini cukup direkomendasikan karena keterlibatan air yang dapat memperbaiki mood. Berenang bermanfaat untuk meregangkan otot-otot Ibu hamil dan dapat memperlancar proses persalinan kelak.
    Dengan rutin berenang minimal tiga hingga lima seminggu selama 20 menit, proses kehamilan akan berjalan lancar dan terhindar dari sakit punggung yang umum dirasakan Ibu hamil.
  3. Yoga
    Ibu semua pasti sudah tahu olahraga satu ini. Yoga merupakan olahraga yang sangat baik untuk menemani proses kehamilan sejak hamil muda dan seiring pertambahan usia kehamilan.
    Ibu dapat menyesuaikan gerakan sesuai kondisi usia kehamilan karena senam yoga memiliki teknik yang beragam. Kegiatan ini dapat menurunkan stres dan memperbaiki postur tubuh serta meningkatkan kesiapan fisik dan mental.
  4. Pilates
    Jenis senam ini sangat baik dilakukan terutama pada saat awal kehamilan. Pilihlah senam pilates untuk Ibu hamil agar instruktur memberikan gerakan yang khusus diperuntukan untuk Ibu hamil. Jangan memaksakan diri selama melakukan kegiatan ini. Cukup sekali dalam seminggu melakukan pilates, kekuatan dan keseimbangan Ibu akan menjadi lebih baik
  5. Stretching
    Stretching atau peregangan dapat dilakukan sebanyak yang Ibu mau karena mudah untuk dilakukan dimana saja dan berisiko sangat rendah. Kegiatan ini juga bisa dikombinasikan dengan olahraga lain sebagai pemanasan.

Stretching sangat baik dilakukan saat trimester pertama yang bermanfaat untuk menurunkan risiko komplikasi kehamilan dan menurunkan risiko iritasi pada kehamilan.

Kondisi si Kecil pada saat menginjak usia kehamilan antara tiga sampai sembilan minggu ini dapat dilihat melalui USG. Karena otot si Kecil sudah mulai tumbuh, maka pada masa-masa ini mungkin terjadi beberapa gerakan pertama namun belum terasa langsung pada perut Ibu. Perkembangan si Kecil ini dapat menjadi motivasi Ibu untuk rutin berolahraga demi pertumbuhan dan kelancaran proses kehamilan serta persalinan.

Artikel Sejenis

Kapan sebaiknya Ibu hamil berhenti berolahraga?

Menginjak usia kehamilan yang semakin mendekati proses persalinan, olahraga akan terasa sulit dilakukan dan justru membuat tidak nyaman. Terutama pada tiga bulan atau trimester akhir kehamilan, Ibu harus berkonsultasi pada dokter. Apabila disarankan untuk banyak beristirahat, otomatis semua kegiatan termasuk olahraga harus dihentikan.

Demi kelancaran proses kehamilan sampai dengan proses persalinan, Ibu pasti ingin melakukan apapun untuk menjaga kesehatan agar si Kecil dapat tumbuh cepat tangkap, aktif bergerak dan tumbuh sesuai, kan? Tetapi seiring membesarnya perut olahraga akan terlalu beresiko untuk dilakukan. Agar tetap aman, Ibu perlu mengetahui batasan kapan perlu olahraga, dan kapan seharusnya untuk berhenti.