Whatsapp Share Like
Simpan

Si Kecil yang tumbuh sehat dan kuat, tentu jadi dambaan setiap Ibu. Setiap hari selama masa pertumbuhannya, selalu jadi momen emas yang tak dapat terlupakan. Salah satu momen yang biasanya ditunggu-tunggu adalah ketika si Kecil mampu mengucapkan kata pertamanya. Kata apapun yang keluar, akan jadi kenangan manis untuk kedua orang tua.

Kemampuan berbicara si Kecil diawali dari upaya menirukan apa yang Ibu ucapkan. Biasanya akan muncul kata ‘mama’ atau ‘papa’ atau kata sederhana lain sejenisnya. Stimulasi yang Ibu berikan, berperan besar pada kemampuan si Kecil berbicara, pada usia dini. Mengingat interaksi yang terjadi kan begitu intens, Ibu akan jadi media belajar untuk si Kecil setiap saat.

Kemampuan Berbicara Berkembang Seiring Usianya

Kemampuan ini memang akan berkembang dengan sendirinya seiring semakin banyak kosakata yang didengarkan si Kecil. Ketika si Kecil terpapar interaksi yang dilakukan Ibu dengan orang lain di dalam rumah, si Kecil akan perlahan-lahan menyerap kata-kata baru dan tak jarang mengucapkannya. Meski tidak langsung sempurna, namun kemampuan meniru adalah pertanda baik untuk perkembangan si Kecil.

Jika Ibu merasa si Kecil perlu mendapatkan stimulasi atau rangsangan dalam mengembangkan kemampuan berbicaranya, Ibu bisa melakukan beberapa hal sederhana. Hal ini penting, agar si Kecil dapat menyampaikan apa yang diinginkan dan dirasakannya kepada orang disekitar. Kemampuan verbal yang baik juga akan menunjang si Kecil ketika berada di lingkungan kelompok bermain.

Untuk merangsang perkembangan kemampuan verbal, Ibu bisa melakukan empat hal di bawah ini. Memang terdengar terlalu dini untuk si Kecil yang berusia antara tiga hingga empat tahun, namun rangsangan ini terbukti ampuh.beberapa hal yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.

Artikel Sejenis

  • Bernyanyi Bersama dengan Iringan Musik

    Meski terdengar sangat sederhana, namun aktivitas ini ternyata memiliki banyak manfaat untuk kemampuan verbal si Kecil. Aktivitas bernyanyi dan mendengarkan musik juga menyenangkan untuk si Kecil karena bisa jadi sarana ekspresi diri dengan gerak tubuh. Bernyanyi dengan iringan lagu, akan mengajarkan ritme, rima dan juga pengulangan kata sehingga kata baru lebih mudah diserap.

    Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari menyanyi diantaranya adalah memancing kemampuan si Kecil untuk meniru kata yang dinyanyikan, melatih otot wajah, lidah dan bibir, melancarkan pengucapan dan pelafalan kata, melatih rasa percaya diri si Kecil, serta melatih koordinasi dan kemampuan berpikir sambil berbicara.

  • Membacakan dan Menceritakan

    Mendongengi si Kecil merupakan kebiasan lama dari setiap orang tua. Biasanya dongeng dilakukan sebelum tidur, untuk membantu si Kecil agar cepat terlelap. Bercerita, baik itu melalui buku atau menceritakan pengalaman, bisa jadi perangsang perkembangan kemampuan berbicara si Kecil dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

    Menceritakan sesuatu pada si Kecil dapat melatih kemampuan mendengarkan, kosakata baru dan pengenalan struktur kalimat. Selain itu, act out atau pemeragaan cerita yang disampaikan juga disarankan untuk turut menstimulasi bagian otak yang lain pada si Kecil. Stimulasi secara berkesinambungan ini bisa menjadi latihan yang praktis dan efektif.

  • Pengenalan Alat Musik

    Sedikit agak melebar, pengenalan si Kecil pada alat musik dan bermain dengan alat musik juga bisa jadi perangsang kemampuan verbal yang baik. Rangsangan yang diberikan musik dan memainkan alatnya bisa jadi stimulus efektif untuk kemampuannya dalam berbicara, mengenali suara, mengidentifikasi kata dan kemampuan verbal lain.

  • Mengobrol dengan si Kecil

    Tidak jarang, interaksi yang terjadi antara si Kecil dan Ibu didominasi oleh instruksi atau perintah. Memang bukan berupa instruksi yang keras atau kasar, namun ini merupakan model komunikasi satu arah. Hal ini tidak salah mengingat si Kecil perlu banyak arahan dari Ibu. Namun demikian, komunikasi yang terjadi akan lebih baik jika berupa komunikasi dua arah.

    Artinya, Ibu lebih sering menanyakan pendapat si Kecil, atau meminta respon dari apa yang Ibu sampaikan. Dengan begini, si Kecil akan berupaya untuk merespon dengan merangkai kata-kata, sehingga kemampuan berbicaranya terasah secara aktif. Upayakan terjadi satu perbincangan dengan anak setiap saat yang memungkinkan.

Meski dapat tumbuh dengan alami, kemampuan berbicara atau verbal si Kecil akan lebih optimal perkembangannya dengan stimulus yang tepat. Pada dasarnya, stimulasi yang diberikan adalah berupa paparan terhadap pembicaraan atau bunyi yang teratur, sehingga otak si Kecil dapat dengan mudah mengenali berbagai bunyi dan mereproduksinya menjadi kata-kata yang diucapkan.

Pada usia sekitar tiga tahun, si Kecil akan mulai menunjukkan kepintarannya dalam berbicara dengan mengeluarkan berbagai kata yang telah diterimanya selama ini. Meski kadang masih tidak jelas, namun hal ini perlu terus dilakukan sembari didampingi dan diarahkan oleh Ibu agar dapat mengucapkan kata yang benar.