Whatsapp Share Like
Simpan

Dalam siklus hidup seorang anak, tentu masa awal menjadi masa terbaik untuk memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada usia-usia dini, sekitar empat atau lima tahun, Pertumbuhan fisik akan sangat signifikan. Namun tidak hanya pertumbuhan fisik saja, Ibu juga perlu merangsang perkembangan kecerdasan emosional si Kecil.

Jika pertumbuhan fisik dapat dirangsang dengan aktivitas gerak tubuh yang rutin dan konsumsi makanan bergizi, kecerdasan emosional si Kecil bisa dirangsang dan dilatih dengan interaksi sehari-hari yang dilakukan. Interaksi sederhana, seperti menanyakan pendapat si Kecil, atau ucapan terimakasih, atau meminta izin bisa jadi latihan yang baik untuknya.

Selain interaksi sederhana, Ibu juga bisa melatih si Kecil untuk mengetahui ekspresi yang ditunjukkan. Dengan kemampuan identifikasi ekspresi orang lain, si Kecil dapat menentukan sikap apa yang kira-kira tepat untuk merespon apa yang dialaminya. Selain itu, kepekaan ini akan bermanfaat untuk meningkatkan empati si Kecil.

Latihan Alami dalam Interaksi Setiap Hari

Sebenarnya jika diperhatikan, interaksi yang terjadi setiap hari sudah merupakan ‘pelatihan’ yang diberikan Ibu terkait kecerdasan emosional. Dalam interaksi di rumah, tentu Ibu akan menunjukkan berbagai ekspresi pada si Kecil dan berbagai nada bicara yang berbeda. Interaksi dan komunikasi semacam ini, adalah pembelajaran alami untuk si Kecil.

Kemampuan emosional si Kecil, memang akan terlatih dengan sendirinya. Namun ada baiknya kemampuan ini juga dirangsang perkembangannya, dengan melakukan beberapa aktivitas tambahan. Tentu, dalam prosesnya, Ibu harus senantiasa sabar dan tidak memaksakan apa yang harus dikuasainya.

Artikel Sejenis

Setiap anak memiliki fasenya masing-masing dan akan menguasai kemampuan tertentu pada waktunya. Panduan dan petunjuk yang ada hanya menjadi acuan ideal sehingga Ibu dapat memperkirakan apa yang wajarnya telah mampu dilakukan si Kecil pada usianya sekarang.

Beberapa aktivitas di bawah ini bisa Ibu lakukan untuk mendukung perkembangan kecerdasan emosional si kecil pada usia empat tahun.

  • Membiasakan Berbagi

    Aktivitas ini bisa dilakukan, baik di lingkungan rumah atau di lingkungan bermain. Berbagai cara bisa dilakukan, misalnya dengan bermain secara berkelompok dengan permainan yang hanya bisa dilakukan dengan bergantian. Giliran yang terus berputar akan menjadi pembelajaran si Kecil bahwa ada beberapa aktivitas yang harus dilakukan bersama, dan secara bergantian.

    Berbagi juga bisa dilakukan dengan saling menukar makanan bekal ketika bermain bersama teman-temannya. Kebiasaan berbagi akan jadi latihan yang tepat untuk melatih rasa kepedulian si Kecil, sehingga ketika bergaul si Kecil tidak akan menjadi pribadi yang egois dan mau menang sendiri.

  • Mendengarkan sebelum Berbicara
  • Memang terdengar sangat sepele, namun kemampuan mendengarkan merupakan kemampuan sosial yang penting untuk si Kecil. Ketika si Kecil bisa mendengarkan dengan fokus dan mampu memahami apa yang orang lain sampaikan, si Kecil akan belajar untuk menghargai orang yang sedang berbicara dan tidak menyela.

    Untuk melatihnya, Ibu bisa membacakan cerita untuk si Kecil. Pembacaan cerita ini bisa jadi latihan mendengarkan yang baik. Akan lebih baik jika Ibu juga menanyakan pendapat si Kecil mengenai bagian mana yang paling disukai, untuk memastikan bahwa si Kecil benar-benar mendengarkan. Dengarkan responnya dengan cermat, agar si Kecil juga dapat merasa dihargai ketika berbicara.

  • Mengenali Ekspresi non-Verbal
  • Pengenalan terhadap ekspresi bisa dilakukan sejak si Kecil berada pada usia dini. Ekspresi yang ditunjukkan oleh Ibu ketika berkomunikasi dengan si Kecil, akan jadi pembelajaran yang baik. Dengan kemampuannya untuk mengenali ekspresi, si Kecil akan lebih mudah merespon apa yang dihadapinya ketika bermain bersama teman-teman.

    Untuk merangsang kemampuan ini, Ibu bisa memainkan permainan kecil untuk menebak ekspresi apa yang ditunjukkan dan meminta si Kecil menirukannya. Akan lebih baik jika si Kecil juga dapat melihat ekspresi yang dibuatnya, sehingga dia dapat mengetahui seperti apa ketika melakukan ekspresi tertentu.

    Ekspresi dasar seperti senyum, tertawa, menangis, ketidaksukaan, kesedihan, marah, dan sebagainya, perlu untuk diketahui si Kecil sebelum ia masuk ke lingkungan baru. Dengan demikian, si Kecil akan mampu mengenali dan merespon ekspresi yang ditunjukkan oleh teman-temannya.

Kemampuan emosional seperti yang ditunjukkan di atas memang bukan kemampuan khusus yang dimiliki si Kecil. Kemampuan tersebut akan muncul seiring bertambahnya usia si Kecil, dan melebarnya interaksi yang dilakukan si Kecil. Semakin banyak si Kecil bertemu dengan teman baru, maka kemampuan ini akan semakin cepat terasah.

Berikan kegiatan-kegiatan yang dapat merangsang perkembangan kemampuan emosionalnya agar si Kecil tak hanya pintar, namun juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.  Keseimbangan antara fisik yang sehat dan kuat, kepintaran otak, serta kecerdasan emosional akan menjadi kombinasi sempurna untuk tumbuh kembangnya.