Whatsapp Share Like
Simpan

Indra penciuman adalah satu dari kelima indra yang kadang malah luput dari perhatian Ibu. Padahal indra penciuman juga tidak kalah penting lho untuk diperhatikan dari indra yang lain. Lalu kapan bayi bisa menggunakan indra penciumannya? Ya benar, sejak dalam kandungan bayi sudah mampu menghirup atau mencium bebauan. Indra penciuman ini perlu diperhatikan karena memiliki peran penting dalam tahapan tumbuh kembang hingga emosi si Kecil.

Dimulai sejak trimester pertama, hidung bayi yang mungil telah muncul beberapa minggu kemudian. Reseptor yang berfungsi untuk mengidentifikasi bau akan mulai berkembang pada usia 10 minggu. Si Kecil mulai menggunakan indra penciumannya sejak dalam kandungan untuk menghirup dan menelan cairan ketuban. Taukah Ibu, bahwa cairan ketuban ini baunya mirip dengan ASI. Selain itu bau dari air ketuban juga dipengaruhi oleh aroma makanan yang Ibu konsumsi sehari-hari. Jadi si Kecil sudah mengenali bau makanan yang Ibu makan sejak di kandungan.

Perkembangan di Bulan Pertama

Ketika si Kecil lahir, kemampuan indra penciumannya telah berfungsi dengan baik sehingga memungkinkan bayi mengenali Ibu dari baunya meskipun penglihatannya belum berfungsi dengan baik. Si Kecil akan mencari bau Ibu, dan ia pun akan tertarik pada aroma ASI karena ia telah terbiasa dengan bau tersebut. Selain itu dengan menghirup bau Ibu, si Kecil akan merasa lebih nyaman dan tenang.

Sangat disarankan untuk Ibu tidak memakai wangi-wangian yang memiliki bau yang tajam karena bayi menjadi merasa kurang nyaman. Si Kecil telah terbiasa dengan aroma tubuh Ibu dan ia pun dapat membedakan mana ASI ibunya dan ASI ibu yang lain. Berikanlah banyak pelukan untuk si Kecil sehingga dapat semakin mempererat ikatan Ibu dan bayi. Selain itu, dengan pelukan akan menambah peningkatan hormon oksitosin atau hormon cinta.

Perkembangan di Bulan Ketiga

Memasuki usia tiga bulan si Kecil akan semakin pintar mengetahui kehadiran orang-orang berbeda di sekitarnya. Melalui indra penciumannya, bayi akan membedakan mana aroma tubuh yang telah ia kenal dan mana yang asing. Seringkali Ibu akan menemui si Kecil merespon kehadiran orang asing dengan menangis atau menendangkan kakinya. Hal tersebut merupakan sinyal bahwa si Kecil merasa tidak nyaman.

Artikel Sejenis

Perkembangan di Bulan Keenam

Usia 6 bulan si Kecil telah siap menerima asupan tambahan ASI, sehingga ia akan menggunakan indra penciuman dan pengecap untuk merespon makanan baru. Respon si Kecil dalam menikmati aroma makanan akan berbeda-beda, jika ia suka dengan makanan si Kecil akan tersenyum ataupun membuat suara tertentu. Uniknya, makanan yang sering Ibu konsumsi selama hamil akan lebih disukai si Kecil karena ia telah mengenali aroma tersebut sejak di dalam rahim.

Perkembangan penciuman si Kecil akan terus berjalan hingga ia berusia 8 tahun. Selama masa tumbuh kembangnya ini, sebaiknya Ibu terus membantu si Kecil mengembangkan sensori hidungnya. Dengan sering memberikan pelukan bisa membantunya juga, lho. Jika sedang dalam perjalanan, sebaiknya bawalah selimut yang aromanya disukai si Kecil sehingga ia akan merasa lebih nyaman.

Memberikan Kenyamanan pada Si Kecil

Untuk memberikan kenyamanan khususnya di kamar si Kecil, Ibu bisa memasang aroma terapi yang menenangkan. Wangi minyak telon dan pijatan juga bisa dilakukan untuk semakin memberikan rasa nyaman pada si Kecil. Sebaiknya Ibu tidak memberikan wangi-wangian atau parfum badan pada si Kecil dengan berlebihan, dan hindari memberikan parfum pada kulit si Kecil karena berisiko menimbulkan iritasi.

Dalam memilih aroma terapi, Ibu bisa mencobanya terlebih dahulu, untuk melihat bagaimana respon si Kecil terhadap wangi tersebut. Beberapa penelitian menyebutkan wangi lavender dan almond manis dapat memberikan ketenangan pada bayi sekaligus mengurangi stres yang terjadi pada bayi prematur. Cobalah beberapa essential oil dan lihat di keesokan harinya aroma mana yang paling menenangkan. Selain aroma yang menenangkan tentunya untuk semakin memberikan rasa nyaman, kamar si Kecil harus selalu dijaga kebersihannya. Selimut dan mainan yang disukai si Kecil juga harus segera dicuci meskipun ia nyaman dengan baunya.

Nah, itu tadi tahapan perkembangan penciuman si Kecil sekaligus peran Ibu dalam mengembangkan indra penciuman si Kecil. Teruslah memperhatikan setiap detail perkembangan si Kecil. Ibu bisa menambah pengetahuan tentang si Kecil dengan memperbanyak membaca buku dan berkonsultasi dengan ahlinya. Kini Ibu dan si Kecil sedang bersama-sama belajar untuk beradaptasi satu sama lain. Bukankah memiliki momongan adalah hal yang sangat indah yang diberikan oleh Tuhan untuk Ibu? Benar begitu kan, Bu.