Whatsapp Share Like
Simpan

Sejak lahir si Kecil telah mengembangkan kemampuan sosialnya. Kemampuan si Kecil bisa cepat ia peroleh saat melakukan ikatan batin dengan orangtua, melalui kontak mata, interaksi dengan suara yang berbeda, dan sebagainya. Dalam proses tumbuh kembangnya, kemampuan sosial si Kecil juga menjadi semakin baik. Si Kecil akan mulai berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain dengan tahap yang lebih kompleks. Si Kecil umumnya belajar mengembangkan kemampuan sosialnya melalui pengalamannya. Misalnya, lewat kejadian yang pernah ia lakukan sebelumnya.

Perlu bagi Ibu untuk mendukung kemampuan sosial si Kecil dengan aktivitas seru dan menyenangkan. Aktivitas seru dan menyenangkan tersebut dapat diperoleh dari memberikan permainan yang berkaitan dengan aspek sosial kepada si Kecil. Berikut merupakan 3 permainan yang cocok untuk mendukung aktivitas sosial si Kecil:

  1. Bersepeda

    Bersepeda mampu meningkatkan kemampuan sosial si Kecil baik kemampuan sosial antara keluarga maupun dengan teman sebayanya. Ajaklah si Kecil bersepeda dengan teman sebayanya. Dengan bersepeda bersama teman sebayanya secara tidak langsung mengajarkan si Kecil berinteraksi dengan orang lain. Si Kecil akan belajar berkomunikasi dan menjalin relasi dengan teman-temannya. Selain itu, bersepeda juga meningkatkan koordinasi panca indera dan keseimbangan tubuh si Kecil. Bersepeda juga menandakan si Kecil memiliki otak yang cerdas dan pintar.

  2. Bermain Gelembung Sabun dan Bola Air

    Ajak si Kecil melakukan permainan yang seru bersama teman-teman sebayanya. Undang teman-teman sebayanya untuk datang ke rumah, persiapkan kolam renang plastik dan bola-bola warna. Buatlah permainan mengambil bola sesuai dengan warna-warna yang Ibu sebutkan. Selain menyenangkan bagi si Kecil, si Kecil akan belajar berinteraksi, berkompetisi dengan baik, dan mengasah daya ingatnya tentang perbendaharaan warna-warna yang ia ketahui. Jangan lupa untuk selalu memberikan pujian ketika si Kecil maupun teman sebayanya berhasil mengambil bola yang Ibu maksud.

    Agar tidak bosan dengan permainan bola, Ibu bisa memberikan selingan dengan permainan gelembung sabun. Untuk memulai permainan ini, Ibu perlu menyiapkan mangkuk kecil diisi air dan sabun cair anak, gunakan sedotan untuk meniup dan membuat gelembung. Ajaklah si Kecil dan teman-temannya menangkap dan menyentuhnya.

    Artikel Sejenis

  3. Bernyanyi

    Memainkan musik dan lagu untuk si Kecil dan teman-temannya untuk bernyanyi, menari, atau sekedar melompat-lompat menikmati lagunya. Selain mengajarkan si Kecil bersosialisasi, bernyanyi dapat menghilangkan rasa frustasi dan meningkatkan rasa semangatnya dalam melakukan aktivitasnya. Ibu bisa memainkan lagu yang memungkinkan si Kecil membuat gerakan, misalnya lagu ‘Kalau kau suka hati tepuk tangan..’. Ibu bisa melihat ekspresi si Kecil dalam mengikuti instruksi lagu tersebut. Warnai aktivitas tersebut dengan canda tawa si Kecil agar memiliki hubungan yang semakin erat dengan teman-temannya.

  4. Bermain Peran

    Bermain peran menjadi pilihan aktivitas untuk membantu kemampuan sosial dan interaktif si Kecil. Melibatkan teman-temannya dalam bermain peran dapat meningkatkan interaksi dan relasi si Kecil. Ibu bisa mengajak si Kecil dan teman-temannya bermain masak-masakan bagai di dalam restoran. Ibu bisa membagi peran sesuai dengan keinginan si Kecil dan teman-temannya. Ada yang menjadi koki, pemilik restoran, pelayan, dan juga pembeli makanan. Ibu bisa mendukung permainan peran si Kecil dengan menyiapkan kostum yang sesuai dengan perannya. Selain membuat si Kecil akrab dengan teman-temannya. Permainan peran ini dapat mengasah keterampilan si Kecil dalam aktivitas nyata di kehidupan sehari-hari. Si Kecil juga dapat mengembangkan kecerdasan dan kepintaran dalam bermain peran.

Dalam melakukan aktivitas sosialnya, pastikan Ibu selalu menemani dan mendampingi si Kecil. Hal tersebut akan membuat si Kecil merasa aman saat mengeksplorasi dan berinteraksi dengan orang lain. Hindari untuk terlalu mengatur si Kecil saat bermain. Saat si Kecil memiliki kebebasan waktu, ia akan lebih bebas juga dalam memilih dan berinteraksi dengan teman-temannya.

Selain itu, seringkali konflik muncul dalam aktivitas sosial si Kecil bersama teman-temannya. Pada situasi tersebut biasanya si Kecil akan mencari bantuan Ibu. Jangan khawatir, hal tersebut tidak akan berdampak buruk pada si Kecil. Konflik dengan teman-temanya sesekali akan mengajarkan si Kecil tentang perubahan pada perasaan, dan akan menunjukkan simpati melalui tindakan dasar seperti memeluk seseorang yang sedang kesal dan berjabat tangan untuk saling memaafkan.

Ibu juga perlu mendukung aktivitas sosial si Kecil melalui pemenuhan kebutuhan nutrisinya. Pemenuhan kebutuhan nutrisi seperti vitamin A, C, dan E, Kalsium, Omega 3 dan Omega 6, Sphingomyelin, Asam Sialat, Minyak Ikan, dan Zat Besi dapat membantu memperkuat fisik serta mengembangkan kecerdasan dan kepintaran si Kecil saat beraktivitas. Dengan permainan yang benar dan pemenuhan nutrisi tinggi, si Kecil bebas beraktivitas bersama Ibu setiap waktu.