Whatsapp Share Like
Simpan

Tulang belakang bayi normal biasanya berada dalam posisi lurus ke tengah. Namun ada satu kondisi dimana tulang bayi membengkok, miring sebelah, atau tidak sama rata. Kondisi seperti ini biasanya disebut dengan skoliosis.

Skoliosis adalah kondisi yang menyerang si Kecil sebelum usia 3 tahun yang ditandai dengan tulang belakang yang tidak normal baik bagian kanan ataupun kiri. Lengkungan yang sering ditemui biasanya ke satu sisi sehingga menunjukkan bentuk C atau S. Skoliosis lebih banyak ditemukan pada bayi laki-laki dibandingkan perempuan. Skoliosis yang terjadi pada bayi bisa memungkinkan dua hal, lengkungan menghilang seiring dengan pertumbuhan dan lengkungan menjadi progresif. Ada yang sembuh secara spontan, namun tidak jarang pula yang menjadi semakin parah.

Penyebab Skoliosis

Hingga kini penyebab pasti terjadinya skoliosis pada bayi masih belum pasti. Namun, ahli kesehatan menemukan beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan timbulnya skoliosis, antara lain.

  1. Warisan genetik
  2. Tekanan yang diberikan oleh dinding rahim yang menyebabkan janin berada pada posisi yang abnormal
  3. Posisi pasca natal yang salah, misalnya bayi secara konsisten berbaring melengkung ke satu sisi
  4. Masalah sistem saraf seperti cerebral palsy atau distrofi otot
  5. Perbedaan panjang kaki
  6. Cedera
  7. Infeksi
  8. Tumor

Gejala Skoliosis

Skoliosis bisa dilihat dari perubahan bentuk tubuhnya. Gejalanya bisa tampak berbeda pada setiap bayi, namun berikut adalah gejala skoliosis yang paling umum.

  1. Tulang belakang melengkung
  2. Perbedaan tinggi bahu
  3. Kepala tidak terpusat
  4. Perbedaan ketinggian atau posisi bahu
  5. Salah satu pinggul terlihat lebih menonjol
  6. Perbedaan cara lengan menggantung ketika bayi dalam keadaan tegak
  7. Perbedaan ketinggian sisi belakang ketika bayi membungkuk
  8. Pakaian tidak presisi ketika dipakai

Gejala-gejala skoliosis terkadang tampak seperti masalah punggung lainnya. Periksakan bayi Ibu ke dokter agar dapat dideteksi lebih dini dan akurat. Pemeriksaan fisik standar oleh dokter biasanya akan mendeteksi skoliosis pada enam bulan pertama kehidupan si Kecil. Ketika muncul tanda-tanda adanya skoliosis, dokter akan melakukan tes tambahan. Untuk bayi yang sudah lebih besar, MRI tulang belakang penting dilakukan untuk mengonfirmasi temuan pemeriksaan neurologis dan menyingkirkan penyebab lain skoliosis. Atau bisa juga dengan sinar-X yang sekaligus mengukur keparahan lengkungan.

Artikel Sejenis

Perawatan untuk Penderita Skoliosis

Seperti yang telah dijelaskan di atas, perawatan terhadap penderita skoliosis harus segera dilakukan. Selain menghentikan lengkungan tulang agar tidak lebih buruk, perawatan secara dini juga akan mencegah timbulnya masalah kesehatan lain yang lebih parah seperti nyeri dada dan sesak napas. Perawatan yang dilakukan kepada penderita skoliosis harus disesuaikan dengan gejala, usia, dan kesehatan umum si Kecil. Perawatan yang bisa diterapkan pada si Kecil antara lain.

  • Latihan

    Latihan dan olahraga biasa digunakan untuk penderita skoliosis tahap awal yang tidak terlalu parah. Karena tujuannya tetap sama meluruskan tulang si Kecil yang melengkung, kemungkinan si Kecil akan mengalami nyeri karena perubahan letak tulang. Mintalah saran atau obat dari dokter untuk mengatasi rasa nyeri tersebut. Ibu juga harus rajin membawa si Kecil melakukan pemeriksaan sinar-X untuk melihat perkembangan dan perubahan tulang si Kecil. Lakukan pemeriksaan hingga masa remaja karena percepatan pertumbuhan dapat memicu perkembangan skoliosis bahkan dalam lengkungan yang sebelumnya terlihat tidak progresif.

  • Penyangga

    Apabila si Kecil masih dalam tahap perkembangan dan menderita skoliosis dalam taraf sedang, Ibu bisa menggunakan penyangga pada bagian dada hingga perutnya.

  • Operasi

    Untuk skoliosis yang sudah parah, ketika lengkungan sudah mencapai 45 derajat serta X-ray dan penyangga tidak menunjukkan hasil, maka Ibu bisa memilih untuk dilakukan operasi kepada si Kecil. Proses operasi skoliosis meliputi cangkok tulang, perawatan intensif, dan pemulihan. Untuk proses cangkok tulang, tulang si Kecil akan dihubungkan dengan cangkokan tulang baru. Kemudian dipasangkan logam, kait, sekrup, atau kabel untuk menahan tulang belakang agar tetap lurus saat pemulihan. Setelah operasi, si Kecil biasanya pulih setelah 4-6 minggu untuk dapat kembali beraktivitas. Namun terkadang, si Kecil perlu memakai penopang punggung selama setengah tahun.

Skoliosis bisa menjadi penyakit yang berbahaya bagi si Kecil. Si Kecil bukan hanya tidak nyaman dengan bentuk tubuhnya, akan tetapi dia juga akan merasakan nyeri karena lokasi tulang yang tidak pada tempatnya. Latihan dan penyangga membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan pemulihan. Sementara operasi biasanya terlihat menakutkan bagi si Kecil. Agar bayi yang dilahirkan bisa tumbuh dengan Pintar, Kuat dan Tinggi, Ibu disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin baik pranatal maupun pasca natal. Karena pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Setuju, Bu?