Whatsapp Share Like Simpan

Pertumbuhan gigi pada si Kecil memang sangat penting. Wajar saja Ibu cemas jika pertumbuhan gigi si Kecil terlambat. Tapi Ibu tidak perlu terlalu cemas karena setiap bayi memiliki tahap pertumbuhan yang berbeda. Ada yang giginya cepat tumbuh ada pula yang terlambat. Hal itu wajar saja dalam proses pertumbuhan tubuh dan organ si Kecil.

Pada umumnya gigi pertama tumbuh pada usia 4 – 6 bulan. Terus bertumbuh di usia 5 sampai 10 bulan. Jika si Kecil tumbuh gigi pada usia 12 bulan masih termasuk normal kok, Bu. 

Gigi susu si Kecil sebenarnya sudah tumbuh sejak dalam kandungan pada usia 6 – 8 minggu kehamilan. Giginya akan tumbuh lengkap pada usia 24 – 36 bulan dengan 20 buah gigi (10 buah gigi atas dan 10 buah gigi atas). 

Pada usia 12 tahun gigi dewasa akan mulai tumbuh. Namun Ibu perlu ke dokter jika gigi si Kecil belum juga tumbuh di usia 18 bulan. Mungkin saja si Kecil mengalami masalah yang serius sehingga perlu konsultasi dengan dokter.

Ada beberapa penyebab gigi si Kecil belum tumbuh. Berikut penjelasannya.

Artikel Sejenis

  1. Faktor genetik atau keturunan

    Jika keturunan si Kecil memiliki riwayat tumbuh gigi yang lama mungkin saja si Kecil juga mengalaminya. Hal ini terjadi karena si Kecil mewarisi gen dari Ibu dan Ayah. Sehingga wajar saja jika gigi si Kecil tumbuh lebih lama.

  2. Jenis kelamin

    Faktor ini juga sangat mempengaruhi pertumbuhan gigi si Kecil. Bayi perempuan cenderung lebih cepat tumbuh giginya dibanding laki-laki. Jika teman Ibu memiliki bayi perempuan sementara Ibu punya bayi laki-laki wajar saja pertumbuhan giginya lebih cepat

  3. Kekurangan gizi

    Pertumbuhan gigi memang membutuhkan banyak nutrisi agar prosesnya berjalan lancar. Jika si Kecil kekurangan gizi tentu saja pertumbuhan giginya lama. Proses pertumbuhan gigi dialami mulai usia 4 hingga 6 bulan. 

    Pada usia tersebut kebutuhan gizi si Kecil masih berasal dari ASI. Sehingga Ibu perlu memberi ASI eksklusif usia 6 bulan pertama si Kecil. Dengan pemenuhan gizi yang cukup si Kecil akan tumbuh sehat.

    Itulah sebabnya, Ibu juga perlu memaksimalkan kualitas ASI dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, salah satunya adalah susu Frisian Flag PRIMAMUM yang mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

    Susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil.

  4. Kekurangan protein, kalsium, dan vitamin D

    Seperti yang telah disebutkan, bayi 7 bulan sudah bisa diberikan MPASI yang sesuai dengan kemampuan mengunyah dan menelan. MPASI yang bergizi seimbang sebaiknya mengandung zat gizi makro dan mikro yang tepat.

    Nutrisi yang penting dikonsumsi si Kecil adalah protein karena dapat membangun dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh. Kekurangan protein dapat meningkatkan risiko terhambatnya tumbuh kembang si Kecil.

    Pastikan Ibu memberikan si Kecil protein yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (9 AAE) yang lengkap, seperti susu, telur, ikan, daging sapi, dan daging ayam. Selain protein, si Kecil juga membutuhkan kalsium dan vitamin D karena penting untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi. 

  5. Mengalami penyakit tertentu

    Gigi si Kecil tumbuh lebih lama kemungkinan karena adanya penyakit. Jika berkaitan dengan penyakit maka Ibu perlu berkonsultasi dengan dokter. Agar Ibu tahu kondisi kesehatan si Kecil. Jika positif karena penyakit dokter bisa memberikan penyelesaian yang lebih baik.

Setelah mengetahui penyebab gigi belum tumbuh pada si Kecil, ada baiknya Ibu mengetahui cara untuk merangsang pertumbuhan gigi. Cara ini mungkin bisa Ibu terapkan kepada si Kecil sehingga giginya akan lebih cepat tumbuh. 

Ibu bisa memberikan biskuit untuk si Kecil. Ia akan berusaha memakan biskuit dengan mengunyahnya menggunakan gusi. Selain biskuit, Ibu bisa berikan teether. Benda ini akan digigit oleh si Kecil dan dapat mendorong gigi agar keluar dari gusi lebih cepat. Berikan juga makanan berkalsium tinggi agar giginya kuat dan sehat.

Saat gigi si Kecil mulai tumbuh Ibu akan merasa khawatir dengan kondisi kesehatannya. Ketika giginya mulai tumbuh salah satu sisi pipi dan gusi akan kemerahan dan bengkak. Si Kecil akan merasa sakit di daerah gusinya. 

Ibu perlu melakukan pijatan lembut di sekitar gusi agar si Kecil lebih nyaman. Ia akan lebih sering mengeluarkan air liur. Ia akan sering menggosok-gosok gusi dan telinga. Karena rasa sakit tersebut si Kecil akan lebih rewel. Bahkan si Kecil akan menolak makan dan tidur.

Baca Juga: Menanamkan Rasa Toleransi pada si Kecil Sejak Dini, Begini Caranya

Gejala tumbuh gigi di atas tentu membuat si Kecil tidak nyaman. Dalam proses tumbuh gigi, si Kecil juga akan menderita diare dan penyakit lainnya. Ia akan lebih sering menangis dikarenakan rasa sakit tumbuh gigi. Ibu harus sabar menghadapi temperamen si Kecil saat tumbuh gigi. 

Sebenarnya si Kecil merasa sakit namun tidak tahu bagaimana mengekspresikannya. Sehingga Ibu harus memaklumi jika si Kecil terus menangis. Walaupun si Kecil menolak makan dan tidur saat tumbuh gigi, Ibu harus memberi makan dan membuat si Kecil tidur. Jika ia tidak makan dan tidur maka kebutuhan energi akan berkurang.

Dalam memantau tumbuh kembang si Kecil, Ibu sebaiknya tidak hanya melihat pertumbuhan giginya saja, tetapi juga harus melihat tumbuh kembangnya secara keseluruhan. Ibu bisa memanfaatkan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima

Fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima dapat memudahkan Ibu untuk mengetahui apakah tumbuh kembang si Kecil sudah ideal atau belum. Di dalam fitur ini, Ibu bisa memantau berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, lingkar kepala, dan lingkar perut si Kecil sesuai dengan grafik pertumbuhan dari WHO dan CDC. Dengan begitu, Ibu bisa mencegah risiko stunting pada si Kecil. Yuk, cobain fiturnya di sini.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz