Whatsapp Share Like
Simpan

Bayi mempunyai daya tangkap yang luar biasa terhadap berbagai hal yang ada di sekitarnya, baik itu suara, visual, sentuhan, bau, dan rasa. Memahami lingkungan sekitar dengan menggunakan seluruh indranya merupakan tahapan belajar yang sangat penting untuk si Kecil. Sesekali si Kecil pun memberi respon akan apa yang didapatnya meski Ibu belum mengetahui apa yang dimaksud.

Sebenarnya kemampuan bersosialisasi si Kecil sudah ada sejak pertama kali dilahirkan. Namun, tidak sedikit juga kasus bayi yang mengalami keterlambatan dalam pengembangannya. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk bertatap muka dan berkomunikasi dengan si Kecil di usia awal pertumbuhannya. Ini akan sangat membantu si Kecil agar pintar bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Setelah belajar untuk mengenali dan terbuka kepada orang lain mulai dari kelahiran hingga usia 6 bulan, di bulan ketujuh merupakan waktu yang potensial bagi si Kecil bisa bergabung dengan dunia luar dan orang asing. Apa saja perkembangan yang Ibu bisa lihat dan upaya yang bisa dilakukan pada usia ini? Simak ulasannya berikut ini.

Perkembangan Pengamatan dan Sosial Bayi Usia 7 Bulan

Di usia 7 bulan si Kecil mulai pintar menggunakan instingnya untuk mengamati sesuatu. Rasa ingin tahunya yang cukup besar akan mengajaknya untuk mencari, menguji, meniru, dan menyimpan pengetahuan-pengetahuannya.

Pada usia 7 bulan pula si Kecil memperlihatkan perhatiannya kepada bayi lain. Si Kecil pun akan berusaha mengajaknya berteman dengan sesekali mencoba berbicara meski tidak jelas apa yang diucapkan. Ia akan lebih sering memperlihatkan perhatian dengan cara melihat, meraih, dan meraba bayi lainnya. Si Kecil akan mengajak bermain ketika ia melihat kesamaan dan merasakan manfaat dari bayi lain tersebut. Namun, pada usia ini bayi belum belajar untuk saling berbagi. Maka dari itu Ibu harus menyiapkan mainan masing-masing agar tidak terjadi pertengkaran.

Artikel Sejenis

Di bulan ketujuh kehidupannya, si Kecil masih lebih memilih keluarga dibanding orang lain. Hubungan si Kecil dengan Ibu pun akan semakin kuat. Jadi tidak mengherankan apabila si Kecil masih menunjukkan rasa takut pada orang lain. Namun begitu, si Kecil akan menggunakan banyak cara untuk menunjukkan ekspresi dan bersikap ramah. Mulai dari senyum, tertawa, menangis, mengoceh, bahkan dengan batuknya. Ini sebagai hasil latihannya selama 7 bulan dan akan menunjukkan apakah si Kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang ramah atau sebaliknya. Tugas seorang Ibu adalah terus mengajak si Kecil mengobrol dan merespon setiap apa yang dikeluarkannya. Ini akan membantu mengasah kemampuan dan kepintarannya bersosialisasi.

Kegiatan yang Bisa Membantu Perkembangan Sosial si Kecil

Pada tahap si Kecil menangkap respon, usahakan Ibu selalu ada di sampingnya. Karena si Kecil sangat menyukai perhatian yang Ibu berikan. Selain itu, seringlah ajak si Kecil berkunjung ke rumah saudara dan bertemu dengan bayi lainnya. Dan usia 7 bulan adalah saat paling tepat untuk memulai kebiasaan ini. Mungkin si Kecil akan rewel dan menangis ketika bertemu dengan orang asing untuk pertama kalinya. Namun, Ibu jangan kesal dan malu karena ini merupakan hal yang wajar. Agar si Kecil bisa bersosialisasi dengan kerabat, Ibu bisa mencoba trik kecil ini. Biarkan si Kecil digendong orang lain dan apabila ia menangis ambil si Kecil kembali dan tenangkan. Gendong si Kecil di sisi Ibu dan tetap bergabung bersama orang lain hingga si Kecil merasa nyaman.

Pada saat masih di gendongan Ibu, minta orang lain bermain bersamanya. Apabila si Kecil sudah terbiasa dengan orang tersebut, coba berikan si Kecil kepadanya. Lakukan hal sebelumnya jika si Kecil tetap menangis. Namun apabila si Kecil sudah tenang, coba untuk meninggalkan ruangan beberapa menit dan lihat reaksi si Kecil. Lakukan ini beberapa kali agar si Kecil mengerti apabila Ibu keluar, Ibu pasti akan kembali lagi menemuinya. Di usia 7 bulan sering-sering pula memanggil namanya. Selain itu sering-seringlah bermain ‘cilukba’ dengan si Kecil. Ini akan melatih respon si Kecil terhadap suara-suara dan panggilan.

Untuk menstimulasi pengamatan si Kecil, Ibu bisa merangsangnya dengan permainan mengambil dan menjatuhkan benda. Lakukan secara berulang, apabila merespon, si Kecil akan mengikuti kemana arah jatuhnya benda tersebut.

Tidak ada waktu yang lebih menyenangkan selain waktu bermain bersama si Kecil. Namun, tidak ada salahnya juga mengajaknya bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Jangan lupa mencatat semua perkembangannya terutama ketika si Kecil bertemu dengan orang asing. Lihat bagaimana cara si Kecil berperilaku dan ajarkan hal-hal baik ketika ia berada dengan orang lain. Apabila si Kecil menunjukkan tanda-tanda tidak tertarik bersosialisasi ataupun tidak bersikap ramah, Ibu bisa mengonsultasikannya dengan dokter.