Whatsapp Share Like
Simpan

Di masa awal kehamilan, ngidam adalah sesuatu yang lumrah. Biasanya ibu hamil menginginkan makanan atau hal-hal yang tidak biasanya ia minta sehari-hari. Mungkin biasanya Ibu tidak suka pedas, namun menginginkan makanan pedas saat ngidam. Atau mungkin Ibu meminta suami untuk melakukan hal-hal aneh. Hal tersebut wajar terjadi, sayangnya banyak mitos berseliweran yang mengatakan jika ngidam tak segera diwujudkan akan berdampak pada bayi. Bahkan ada juga yang mengatakan ngidam adalah bawaan bayi itu sendiri. Ada juga yang mengatakan hal ini karena perubahan hormon dari tubuh sang Ibu sehingga selera makannya menjadi tidak stabil.

 Lantas, apa saja fakta seputar mitos-mitos yang berseliweran pada ibu hamil? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

  1. Jika tak segera dikabulkan, bayi akan mengeces
    Banyak mitos yang muncul saat awal kehamilan, salah satunya adalah jika tak segera dikabulkan, bayi akan mengeces. Padahal bayi mengeces adalah hal wajar karena ia belum memiliki gigi dan suka mengemut jarinya sendiri sehingga air liurnya menetes terus menerus.
    Kondisi mengidam bukan disebabkan faktor janin dalam kandungan, melainkan hormon sang Ibu. Saat hamil, hormon dalam tubuh akan mengalami banyak perubahan yang kemudian membuat Ibu menjadi sensitif terhadap sesuatu. Rasa sensitif ini membuat Ibu memiliki hasrat lebih untuk makan atau melakukan sesuatu.
  2. Jenis ngidam bisa menentukan jenis kelamin sang bayi
    Mitos lainnya yang masyarakat percaya adalah jenis ngidam bisa menentukan jenis kelamin. Padahal hal ini tidak memiliki penjelasan medisnya. Masyarakat percaya bahwa jika Ibu mengidam makanan pedas atau asin, nantinya bayi yang dilahirkan adalah laki-laki, sedangkan jika Ibu lebih senang mengonsumsi makanan manis, bayinya adalah perempuan.
  3. Ibu hamil suka mengidam makanan asam dan asin
    Rujak, mangga muda, dan makanan asam lainnya identik dengan ibu hamil. Mengidam memang sering dikaitkan dengan keinginan mengonsumsi makanan tertentu. Bahkan, banyak orang yang percaya jika ibu hamil lebih suka mengonsumsi makanan yang asam dan asin.
    Ibu hamil suka makanan asam karena pada awal masa kehamilan, rasa mual kerap terasa, sehingga untuk menetralisir rasa mual itu, Ibu membutuhkan rasa asam dari mangga muda. Sedangkan ibu hamil lebih suka asin karena perubahan defisiensi mineral dalam tubuhnya, termasuk sodium.
  4. Ibu hamil suka makan es krim
    Siapa sih yang tidak suka makan es krim? Es krim memang sangat lezat untuk dikonsumsi. Rasa nyaman yang ditimbulkan membuat Ibu melupakan sejenak rasa mual ketika ngidam. Hal inilah yang membuat banyak asumsi bahwa ibu hamil sangat suka es krim. Es krim apa yang paling Ibu suka?
  5. Suami ikut mengidam saat istri hamil
    Pernah dengar kondisi suami mengidam ketika istri sedang hamil? Hal ini memang pernah terjadi oleh beberapa orang. Kondisi ini pada umumnya disebabkan karena sugesti pada diri sendiri dan efek saat melihat sang istri mengidam. Dengan begitu, secara tidak langsung suami jadi ikutan terbawa mengidam.


Itu dia beberapa mitos ngidam saat hamil yang sering muncul di masyarakat dan kemudian dipercaya hingga saat ini. Ngidam sebenarnya merupakan kondisi yang sah-sah saja asalkan dalam batas wajar.

Nah, saatnya perhatikan apakah ngidam Ibu dalam batas yang wajar atau tidak. Lihat dampaknya apakah akan membahayakan bagi Ibu atau janin. Hal ini karena terkadang Ibu ngidam akan selalu mengabulkan keinginan ngidamnya tanpa memperhatikan keselamatan.

Itu dia fakta atas mitos-mitos yang selama ini bereliweran. Tapi, memenuhi nutrisi bagi Ibu hamil itu bukan mitos lho. Memenuhi asupan nutrisi seperti protein, karbhidrat, dan lemak, serat pangan (inulin), zat besi, kalsium, asam folat, adalah fakta dan Ibu harus penuhi. Kabar baiknya Ibu bisa dapatkan semua hal tersebut di Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA. Minuman khusus untuk ibu hamil dan menyusui dengan rasa cokelat yang lezat. Diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi janin dan Mama. Susu ini dibuat untuk melengkapi asupan gizi ibu hamil dan menyusui yang memerlukan tambahan zat gizi lebih banyak dibandingkan kebutuhan gizi harian sebelumnya.

Artikel Sejenis