Whatsapp Share Like
Simpan

Duduk umumnya bukan suatu hal yang membahayakan. Namun, saat Ibu hamil, durasi duduk menjadi suatu hal penting yang perlu diperhatikan. Saat memasuki trimester ke-3, badan Ibu sering mudah lelah, karenanya banyak Ibu yang memutuskan duduk dengan waktu yang lama dan tidak banyak bergerak. Padahal, terlalu lama duduk merupakan hal yang dilarang dan harus dihindari oleh Ibu hamil agar kandungan tetap terjaga. Khususnya untuk Ibu yang bekerja kantoran dan harus duduk berlama-lama di depan meja komputer, tampaknya perlu mempertimbangkan efek buruk terlalu lama duduk saat hamil.

Berikut beberapa efek buruk yang bisa menyerang Ibu ketika duduk terlalu lama:

  1. Nyeri di bagian perut

    Terlalu lama duduk saat hamil bisa membuat Ibu mengalami nyeri di bagian perut. Perut dapat terasa nyeri seiring bertambahnya usia kehamilan. Hal tersebut dikarenakan, rahim akan semakin besar dan memenuhi rongga perut Ibu. Saat Ibu duduk terlalu lama, rongga perut akan menjadi lebih penuh sehingga seringkali Ibu terserang nyeri di bagian perut.

  2. Penggumpalan darah

    Umumnya, karena memiliki beban besar, Ibu memang disarankan untuk tidak berdiri maupun duduk terlalu lama. Sebab, jika hal tersebut sering dilakukan, maka ada tekanan yang dapat mempengaruhi pembuluh darah sehingga Ibu rentan mengalami kram atau pembekuan pembuluh darah. Saat pembekuan pembuluh darah terjadi, Ibu bisa mengalami bengkak pada kaki atau bagian tubuh lainnya. Ibu disarankan duduk tidak melebihi delapan jam, khususnya pada Ibu yang bekerja kantoran. Ibu bisa meregangkan otot-otot sejenak setelah duduk, dengan berjalan-jalan kecil atau melakukan gerakan-gerakan sederhana seperti menggoyangkan kaki serta melakukan gerakan pemanasan olahraga lainnya.

  3. Berpotensi terkena diabetes

    Duduk terlalu lama bagi Ibu hamil juga dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Salah satu jenis diabetes yang mungkin dialami yakni diabetes gestasional yang dapat menyebabkan komplikasi, antara lain, gangguan pertumbuhan janin, bayi lahir prematur, masalah pernapasan bayi, penyakit kuning, dan keguguran. Maka dari itu Ibu perlu memperhatikan durasi duduk saat hamil dengan seksama.

    Artikel Sejenis

  4. Kelebihan berat badan

    Sebuah penelitian di Inggris mengatakan Ibu yang duduk terlalu lama saat hamil akan membuatnya malas bergerak. Hal tersebut berisiko mengalami kenaikan berat badan karena gerak badan yang cenderung kurang sedangkan konsumsi yang masuk jumlahnya tetap sama atau semakin banyak.

  5. Tekanan pada tulang belakang

    Duduk terlalu lama saat hamil membuat tekanan tulang belakang Ibu akan meningkat. Saat tekanan tulang belakang meningkat, Ibu sangat mungkin mengalami risiko terkena nyeri punggung.

  6. Membuat Ibu mudah stress

    Stress pada Ibu hamil nyatanya tidak hanya disebabkan tekanan pekerjaan tapi juga bisa disebabkan karena duduk terlalu lama. Saat Ibu duduk terlalu lama, maka aktivitas atau gerak tubuh akan berkurang dan terlalu banyak diam akan mengurangi kadar endorfin dalam tubuh. Endorfin sendiri merupakan hormon yang bekerja untuk meningkatkan rasa senang, aman dan nyaman dalam tubuh. Ketika produksi hormon endorfin berkurang, Ibu cenderung merasa penuh tekanan dan mudah mengalami stress.

Penting bagi Ibu untuk mengetahui efek buruk terlalu lama saat hamil. Namun, hal tersebut tidak lantas membuat Ibu dilarang duduk atau beristirahat. Tentu saja boleh Bu, hanya saja luangkan waktu setidaknya 2-3 kali seminggu untuk melakukan olahraga ringan. Lakukan olahraga seperti berjalan kaki atau stretching agar otot-otot tidak terlalu kaku.

Sebenarnya tidak ada waktu pasti berapa lama Ibu harus duduk. Namun, para ahli menyarankan agar Ibu hamil bisa bangun dan bergerak pada siang hari. Pada siang hari, usahakan agar Ibu mengurangi jumlah waktu duduk dan lebih melakukan aktivitas yang disarankan seperti berjalan atau berenang. Waktu istirahat yang ideal untuk Ibu hamil adalah menjelang sore hari setelah jam makan siang.

Ketika usia menginjak 9 bulan, Ibu juga disarankan untuk sering melakukan olahraga berjalan kaki. Hal ini penting agar kepala bayi cepat masuk ke rongga panggul, sehingga memudahkan proses persalinan. Jangan lupa juga untuk selalu memeriksakan kehamilan dan kondisi janin kepada dokter kandungan.

Selain itu, penting bagi Ibu untuk menjaga dan merawat kesehatan Ibu dan janin dengan memberikan nutrisi yang cukup. Penting bagi Ibu untuk mengonsumsi makanan-makanan bergizi seperti sayur dan buah-buahan. Brokoli, buncis, dan buah seperti alpukat sangat berperan penting untuk mencukupi kebutuhan serat serta zat besi sebagai stimulasi pertumbuhan janin sejak dini. Ibu juga bisa memberikan Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA yang mengandung sumber protein tinggi, asam folat, serat pangan (inulin), zat besi, serta kalsium untuk kebaikan janin dan mama dengan rasa cokelat.