Whatsapp Share Like
Simpan

Merawat bayi menjadi hal penting yang wajib untuk dilakukan oleh orangtua. Dalam merawat bayi tentunya bukan hal yang terbilang muda, khususnya jika ini merupakan hal yang pertama bagi Ibu. Banyak yang mengatakan bahwa merawat bayi perempuan terbilang lebih mudah dibandingkan dengan merawat bayi laki-laki. Hal ini tidak sepenuhnya benar maupun salah. Orangtua pasti mengalami kesulitannya sendiri-sendiri dalam merawat bayi baik bayi perempuan maupun bayi laki-laki.

Perawatan bayi memang bisa didasarkan pada jenis kelaminnya, namun dalam merawat bayi berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan sama-sama membutuhkan kasih sayang dan perhatian orangtua. Berikut merupakan cara mudah yang bisa orangtua lakukan dalam merawat bayi laki-laki:

Membersihkan Alat Kelamin Bayi

Membersihkan organ intim memerlukan perhatian khusus. Ibu sebaiknya menghindari menarik kulit luar penis dengan kencang, hal tersebut akan menyakiti si Kecil. Cukup gunakan kapas yang dibasahi dengan air atau air yang mengalir di seluruh area genitalnya, kemudian lap dengan menggunakan handuk kering yang lembut. Ibu baru boleh membersihkan kulit luar penis dengan cara ditarik saat si Kecil sudah beranjak balita. Pada saat balita, penis si Kecil akan mengalami perubahan pada kulit luar penis yang lebih mengendur.

Kenali Kelainan Genital Pada Bayi Laki-Laki

Ibu perlu memperhatikan kemungkinan kelainan genital pada si Kecil. Perhatikan bagian genitalnya dari bentuknya secara rinci, apakah normal atau tidak. Beberapa kelainan genital pada bayi merupakan bawaan sejak lahir. Kelainan tersebut salah satunya adalah mikropenis, dimana ukuran penis si Kecil sangat kecil dan kurang dari ukuran normalnya. Ukuran normal pada penis si Kecil adalah 2 cm. Ada pula kelainan genital hipospodia yang ditandai dengan lubang kencing yang tidak berada pada ujung kepala penis melainkan berada lebih bawah atau lebih pendek, serta kelainan pada testis.

Jika Ibu menemukan kelainan pada si Kecil, segera bawa si Kecil dan berkonsultasilah kepada dokter.

Artikel Sejenis

Berikan Mainan Untuk Anak Laki-Laki

Si Kecil memang belum bisa mengetahui gender dan mengenali dirinya sendiri. Namun, penting bagi Ibu untuk mulai mengajarkan si Kecil tentang dirinya dan gendernya agar ia terbiasa di kemudian hari. Salah satu cara yang dapat Ibu lakukan adalah dengan memberikan mainan sesuai dengan gender si Kecil. Pada anak laki-laki, Ibu dapat memberikan mainan seperti robot-robotan atau mobil-mobilan. Hindari untuk memperlakukan bayi laki-laki seperti bayi perempuan. Hal tersebut akan menimbulkan jiwa feminin yang lebih besar pada si Kecil di kemudian hari.

Libatkan Sosok Ayah Dalam Merawat Si Kecil

Melibatkan sosok Ayah dalam merawat si Kecil dapat mengajarkan si Kecil menjadi sosok yang tangguh seperti Ayahnya. Membentuk karakter laki-laki merupakan peran Ayah. Ayah bisa memulainya dengan cara-cara kecil seperti bermain dengan si Kecil dan melakukan aktivitas jalan-jalan bersama. Selain menumbuhkan jiwa laki-laki pada si Kecil, cara tersebut dapat meningkatkan ikatan antara Ayah dengan si Kecil.

Dalam merawat bayi laki-laki, orangtua perlu pintar dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan psikologis serta emosional si Kecil. Perlu juga bagi orangtua untuk mempersiapkan pakaian, peralatan si Kecil sesuai dengan jenis kelaminnya. Orangtua juga perlu pintar dalam menghindari kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan saat merawat bayi. Kesalahan tersebut antara lain:

  1. Pakaian

    Orangtua umumnya menganggap bayi sangat mudah kedinginan, padahal sebaliknya, bayi yang baru lahir sangat mudah kepanasan. Orangtua sebaiknya memberikan pakaian yang tidak terlalu tertutup. Selain menjaga agar suhu si Kecil tetap stabil juga memperlancar pernapasan si Kecil.

  2. Memberikan Mainan Secara Asal

    Orangtua biasanya memberikan kunci sebagai pengganti mainan pada si Kecil. Padahal, kunci tersebut berisiko dimasukkan kemulutnya. Kunci mengandung timah yang dapat menyebabkan penurunan IQ dan kerusakan otak jika kunci tersebut sampai masuk ke dalam mulut si Kecil.

  3. Tengkurap

    Bayi yang tidur tengkurap memungkinkan risiko terserang SIDS (Suddent Infant Death Syndrome/Sindroma Kematian Mendadak) lebih besar dibandingkan bayi yang tidur terlentang. Tengkurap dapat mengganggu pernapasan si Kecil.

  4. Kekurangan Cairan Pada Bayi Yang Tidak Mudah Rewel

    Orangtua sering mengira jika bayi rewel karena lapar. Oleh karena itu, seringkali terjadi kekurangan cairan pada bayi yang tidak rewel karena orangtua menganggapnya normal. Orangtua perlu memberikan asupan nutrisi secara teratur dan perhatikan apakah kebutuhan nutrisinya telah terpenuhi atau belum.

  5. Antibiotik

    Antibiotik yang sering dikonsumsi oleh si Kecil tidak baik untuk kesehatan jangka panjang dan menyebabkan bayi menjadi kebal terhadap penyakit sehingga antibiotik tak lagi berfungsi.

Penting bagi Ibu untuk merawat bayi laki-laki dengan mengetahui cara mudah merawatnya serta menghindari kesalahan-kesalahan umum yang biasanya dilakukan.