Whatsapp Share Like
Simpan

Apakah si Kecil sudah memasuki usia tumbuh gigi? Si Kecil akan mengalami tumbuh gigi pertama kali pada usia 6 bulan. Namun ada yang lebih cepat pada usia 4 bulan dan ada yang lebih lama pada usia 8 bulan. Ibu mungkin khawatir jika gigi si Kecil terlambat tumbuh. Ibu tidak perlu khawatir karena setiap bayi punya fase pertumbuhan yang tidak sama. Seperti disebutkan sebelumnya, ada yang cepat tumbuh giginya dan ada pula yang lebih lama.

Hal yang perlu Ibu perhatikan adalah kebutuhan gizi si Kecil. Jika kebutuhan gizi terpenuhi maka ia akan tumbuh dengan sehat dan kuat. Kebutuhan gizi tentunya diperoleh dari makanan yang dikonsumsi si Kecil. Sehingga Ibu harus tahu benar gizi apa saja yang dibutuhkan untuk pertumbuhan gigi.

Pada usia 0-6 bulan kebutuhan gizi si Kecil sudah terpenuhi dari ASI. Kandungan ASI sangat lengkap sehingga tidak diperlukan makanan lain selama usia tersebut. Gigi si Kecil sebenarnya sudah tumbuh sejak ia di dalam kandungan. Hanya saja gigi-gigi tersebut masih tersembunyi di balik gusi. Memasuki usia 6 bulan kebutuhan gizi tidak bisa terpenuhi jika hanya dari ASI. Sehingga saat memasuki usia tumbuh gigi bertepatan dengan si Kecil diberikan makanan pendamping ASI. Makanan pendamping ini tentu saja akan mendukung pertumbuhan gigi si Kecil.

Makanan pendamping biasanya lebih bertekstur. Si Kecil perlu mencoba berbagai jenis makanan agar lidahnya terbiasa. Selain itu si Kecil akan belajar mengunyah makanan yang akan merangsang keluarnya gigi dari balik gusi. Mungkin Ibu penasaran apakah ada cara untuk merangsang pertumbuhan gigi si Kecil? Ibu bisa merangsang pertumbuhannya dengan memperhatikan aturan makan si Kecil dan memberi mainan gigit.

Perhatikanlah kandungan gizi dari makanan si Kecil. Perhatikan juga tahapan makanannya (dari cair ke padat). Sesuaikan tekstur makanan sesuai kemampuan makan dan usianya. Pada awal menerima makanan pendamping, Ibu perlu memberikan tekstur makanan yang agak halus. Seiring pertambahan usia dan meningkatnya kemampuan makannya Ibu bisa berikan makanan yang lebih padat.

Artikel Sejenis

Dalam proses tumbuh gigi juga diperlukan zat fluor. Fluor berfungsi untuk memperkuat gigi, menjaga dan mencegah kerusakan gigi. Zat fluor ini bisa Ibu berikan kepada si Kecil hingga usia 10 tahun. Selain zat fluor pertumbuhan gigi si Kecil juga memerlukan kandungan gizi berupa karbohidrat, kalsium, magnesium, vitamin D, dan fosfor.

Karbohidrat dapat Ibu temukan dalam buah-buahan dan sayuran yang mengandung serat. Kandungan yang ada dalam karbohidrat merupakan laktosa yang berfungsi sebagai sumber energi. Laktosa yang mudah diurai akan menjadi glukosa dan galaktosa dengan bantuan enzim galaktosa. Glukosa dan galaktosa berperan dalam perkembangan syaraf dan petumbuhan otak, mielinisasi, dan pematangan otak agar otak tumbuh optimal. Zat gizi ini juga membantu penyerapan kalsium dan magnesium di masa pertumbuhan si Kecil. Kalsium yang diserap tersebut berperan penting dalam pertumbuhan gigi. Kalsium akan berperan dalam pembentukan dentin dan email gigi. Kalsium dapat diperoleh dari ikan, susu, kacang-kacangan, sayuran, dan keju.

Dalam pertumbuhan gigi, si Kecil juga memerlukan magnesium. Magnesium berfungsi mencegah kerusakan gigi dengan menahan kalsium di email gigi. Makanan yang mengandung magnesium berupa bayam, nasi merah, dan kacang tanah. Vitamin D juga sangat diperlukan dalam pertumbuhan gigi. Vitamin D akan menyerap kalsium untuk membangun tulang dan gigi yang kuat. Jika si Kecil kekurangan vitamin D pertumbuhan tulang dan giginya akan bermasalah. Selain itu si Kecil akan rentan terkena penyakit dan pertumbuhan tinggi badannya tidak maksimal.

Fosfor berguna untuk pertumbuhan tulang gigi si Kecil. Fosfor juga membuat asam basa dalam tubuh seimbang. Jika asam basa dalam tubuh seimbang maka proses pembentukan tulang dan gigi akan memiliki kekuatan yang normal.

Selain pemenuhan gizi pada makanan si Kecil, Ibu bisa merangsang pertumbuhan gigi melalui mainan gigit. Saat gigi si Kecil mulai tumbuh, ia akan banyak mengeluarkan air liur. Si Kecil ingin menggigit sesuatu karena giginya terasa gatal. Jika si Kecil dalam keadaan tersebut, Ibu boleh memberikan biskuit yang agak keras. Ibu juga bisa memberikan mainan gigit plastik yang aman untuk si Kecil. Mainan gigit plastik harus dalam kondisi bersih. Jika tidak, ditakutkan akan membawa penyakit untuk si Kecil. Demikian cara yang bisa Ibu lakukan untuk merangsang pertumbuhan gigi si Kecil. Semoga bermanfaat ya Bu.