Whatsapp Share Like
Simpan

Menjalani periode kehamilan, Ibu membutuhkan banyak hal untuk menghasilkan bayi yang sehat dan kuat. Dimulai dari berolahraga, hingga menjaga asupan gizi yang dikonsumsi ibu hamil adalah hal yang perlu dilakukan demi tercapainya harapan tersebut. Selama dalam kandungan, perkembangan bayi ditentukan melalui kandungan gizi yang dikonsumsi Ibu. Jika Ibu kekurangan gizi selama masa kehamilan, dikhawatirkan si Kecil mengalami gangguan kesehatan dan komplikasi lainnya. Lantas, gizi apa saja yang harus dipenuhi?

  1. Zat Besi
    Selama masa kehamilan, kebutuhan volume darah Ibu akan menjadi lebih besar dari biasanya karena adanya bayi yang dikandung. Karena kebutuhan volume darah yang lebih besar dari biasanya, maka ibu hamil sangat membutuhkan nutrisi zat besi untuk menciptakan sel darah merah yang dibutuhkan tubuh. Kekurangan zat ini, dapat menyebabkan Ibu menjadi anemia dan lebih cepat lelah. Selain itu, zat besi yang terpenuhi dapat menghindarkan dari kemungkinan kelahiran prematur dan berat badan bayi yang lahir kurang optimal. Untuk memenuhi zat besi, Ibu dapat mengonsumsi daging merah tanpa lemak, ayam, ikan, kacang merah, bayam, dan sayuran hijau lainnya. Untuk mengoptimalkan kandungan zat besi, disarankan untuk turut mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi vitamin C agar zat besi mudah terserap oleh tubuh.
  2. Vitamin C
    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, vitamin C sangat diperlukan ibu hamil untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi. Tidak hanya itu, vitamin C juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan pembuluh darah dan sel darah merah. Untuk dapat memenuhi kebutuhan vitamin C, Ibu dapat memperolehnya dari konsumsi buah-buahan seperti jeruk, lemon, mangga, kiwi, melon, stroberi, dan tomat.
  3. Kalsium
    Kalsium merupakan nutrisi yang sangat penting bagi pertumbuhan manusia. Tidak hanya bagi yang sudah lahir saja, kalsium juga sangat penting bagi pertumbuhan bayi di dalam kandungan. Pada penerapannya, bayi di dalam kandungan biasanya mengambil kandungan kalsium yang dimiliki oleh ibu hamil. Oleh karena itu, Ibu memerlukan kandungan kalsium yang tinggi untuk menjaga kepadatan tulang dan mengganti kalsium yang diambil bayi selama perkembangan di dalam kandungan. Pemenuhan kalsium selama periode kehamilan, dapat ditemukan pada susu, yogurt, keju, kacang almond, salmon, dan bayam.
  4. Vitamin D
    Vitamin D merupakan vitamin yang erat kaitannya dengan kalsium. Tidak hanya baik untuk tulang, vitamin D bermanfaat untuk kesehatan otot, jantung, dan paru-paru. Selain itu, vitamin D juga bermanfaat untuk mengoptimalkan proses penyerapan kalsium bagi ibu hamil. Untuk memperoleh vitamin D, Ibu dapat mengonsumsi makanan dan minum dari sumber yang sama dari kalsium. Tidak hanya itu, Ibu juga dapat memperoleh vitamin D alami dari pancaran sinar matahari di pagi hari.
  5. Asam Folat
    Kebutuhan akan asam folat, tidak hanya diperlukan saat menjalani masa kehamilan. Bahkan asam folat diperlukan ketika Ibu melakukan program kehamilan. Nutrisi ini diketahui kaya manfaat karena dapat membantu mencegah kemungkinan terjadinya cacat lahir pada bayi. Dampak cacat lahir karena kekurangan asam folat biasanya terjadi pada bagian otak dan sumsum tulang belakang bayi. Asam folat juga dapat mendukung proses produksi sel-sel baru dan mempertahankannya. Untuk dapat memperoleh gizi ini, Ibu dapat mengonsumsi sayuran hijau, mangga, lemon, jeruk, kiwi, tomat, melon, dan roti yang mengandung asam folat.

  6. Iodium
    Iodium biasanya dapat diperoleh dari garam yang biasanya digunakan sebagai bumbu dalam masakan. Namun jika Ibu ingin mengurangi konsumsi garam, nutrisi ini dapat diperoleh melalui makanan seperti ikan cod, keju, kentang, dan susu. Memenuhi kebutuhan iodium menjadi sangat penting bagi ibu hamil karena dapat menjaga kestabilan kelenjar tiroid. Pada bayi, gizi ini juga dapat mendukung perkembangan bayi di dalam kandungan seperti pertumbuhan otak dan sistem saraf. Iodium yang cukup juga dipercaya dapat menghindari kemungkinan bayi stunting.
  7. Kolin
    Kolin merupakan zat yang sangat mirip dengan vitamin B. Pada dasarnya, tubuh dapat secara alamiah menciptakan kolin, hanya saja jumlahnya sering tidak cukup untuk mengoptimalkan kebutuhan tubuh. Pada ibu hamil di trimester ketiga, volume sel-sel otak pada tubuh Ibu akan berkurang sehingga dapat melemahkan daya kerja otak. Oleh sebab itu, kolin sangat diperlukan untuk membangun kembali membran sel pada otak sehingga meminimalisir pelemahan daya kerja otak pada ibu. Pada si Kecil, tercukupinya kebutuhan akan kolin akan bermanfaat dalam menciptakan daya ingat yang baik bagi si Kecil.
  8. Zinc
    Bagi bayi di dalam kandungan, zinc menjadi gizi yang penting untuk perkembangan otak. Tidak hanya bagi si Kecil, bagi Ibu pun zinc dapat membantu perbaikan sel-sel tubuh Ibu yang sering memburuk selama periode kehamilan. Selain itu nutrisi ini juga sangat penting untuk menciptakan energi bagi ibu hamil. Untuk dapat memenuhi kebutuhan akan nutrisi ini, Ibu disarankan mengonsumsi daging merah, kepiting, yogurt, dan sereal gandum.


Menjaga kesehatan Ibu dan bayi di dalam kandungan menjadi hal yang sangat penting dalam menghasilkan si Kecil yang cepat tangkap, aktif bergerak dan tumbuh sesuai. Jika ada dari makanan yang sudah disebutkan sebelumnya menjadi pantangan, Ibu dapat mengonsumsi alternatif lain dengan mengonsumsi susu bubuk untuk ibu hamil Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA yang terbukti mengandung protein, karbohidrat dan lemak, serat pangan (Inulin), tinggi zat besi, tinggi kalsium, tinggi asam folat, serta 29 multivitamin dan mineral untuk melengkapi asupan gizi ibu hamil, yang tentunya untuk kebaikan janin dan Mama.