Whatsapp Share Like
Simpan

Salah satu cara menikmati masa-masa kehamilan adalah berinteraksi dengan si Kecil dalam kandungan. Terkadang, Ibu hanya ikut-ikutan melakukan stimulasi-stimulasi yang dianggap baik tanpa mengetahui manfaat sesungguhnya. Bahkan, ternyata beberapa stimulasi hanya dapat dirasakan tergantung usia kehamilan dan janin.

Stimulasi dengan tujuan untuk mengembangkan kecerdasan si Kecil paling sering dilakukan dan bisa dikatakan stimulasi favorit para Ibu. Selama proses kehamilan, janin akan menyerap segala bentuk latihan atau stimulasi yang Ibu berikan sehingga berpengaruh pada perkembangan otaknya di kemudian hari.

Cara berikut dapat Ibu lakukan untuk menstimulasi perkembangan otak si Kecil.

  1. Sering-seringlah Mengajak si Kecil Berbicara atau Membacakan Cerita
    Menginjak usia kehamilan minggu ke-23 atau trimester ke-3, si Kecil sudah mulai dapat mendengar dan menghafalkan suara dari luar. Dari sini, kemampuan belajar, mengingat, dan bahasa si Kecil dapat berkembang sehingga kelak lebih mudah untuk menerima pembelajaran baru.
  2. Rutin Berjemur di Mentari Pagi
    Sinar matahari di pagi hari merupakan sumber vitamin D terbaik. Vitamin D lebih umum diketahui bermanfaat bagi tulang, namun untuk Ibu hamil, vitamin D juga dapat membantu mengembangkan kecerdasan si Kecil. Ibu bisa sekadar berjemur atau sambil berjalan-jalan santai menikmati suasana di pagi hari.
  3. Menyimak Gambar dan Memecahkan Teka-Teki
    Ibu dapat merangsang perkembangan otak si Kecil dengan mulai melatih keterampilannya dalam mengingat gambar. Selain itu, memecahkan teka-teki juga dapat menstimulasi kecerdasan si Kecil.
  4. Memijat atau Mengelus si Kecil dengan Lembut
    Seiring dengan semakin membesarnya perut, indra perasa si Kecil pun semakin berkembang. Setiap sentuhan dan pijatan yang dilakukan Ibu akan selalu terasa, serta mempengaruhi sistem saraf si Kecil.
  5. Mengkonsumsi Asam Folat
    Asam folat merupakan atau vitamin B9 berperan besar bagi perkembangan otak si Kecil. Risiko gangguan pada otak dan sumsum tulang belakang akan berkurang serta mengurangi kemungkinan si Kecil tumbuh hiperaktif.
    Kebutuhan harian asam folat untuk Ibu hamil yaitu 400-600 mikrogram (mcg). Namun angka ini bisa berubah karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda dan tergantung usia kehamilan serta anjuran dokter. Sumber asam folat sendiri berasal dari makanan seperti protein hewani, sayuran hijau, buah-buahan, dan juga kacang-kacangan.
    Jika asupan asam folat masih dirasa kurang, jangan khawatir! Ibu dapat meminum susu bubuk untuk Ibu hamil Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA. Selain rasa cokelat yang dapat memudahkan Ibu untuk meminumnya, kandungan asam folat yang tinggi dapat langsung memenuhi kebutuhan Ibu hamil. Belum lagi kandungan lainnya seperti protein, zat besi, kalsium, dan mineral lainnya untuk melengkapi keperluan gizi Ibu dan si Kecil.
  6. Mengkonsumsi Makanan Sumber Omega-3
    Omega 3 mengandung lemak DHA yang dapat ditemukan pada organ otak dan mata. Fungsi dari DHA untuk otak sendiri sama hubungan dengan tulang dan kalsium. Maka dari itu, omega-3 berperan banyak untuk perkembangan otak dan mata si Kecil.
    Pakar kesehatan menyebutkan jika si Kecil rutin mendapatkan asupan asam lemak omega 3 atau DHA akan cenderung memiliki peningkatan kualitas kinerja otak dengan signifikan. Sumber makanan terbaik dengan kandungan omega 3 adalah ikan, tapi jika Ibu keberatan, terdapat sayuran dan biji-bijian yang bisa jadi alternatif. Meskipun tidak dianjurkan, suplemen makanan atau multivitamin dengan kandungan omega-3 juga bisa jadi bahan pertimbangan.
    Waktu terbaik mengkonsumsi sumber makanan yang mengandung omega-3 adalah ketika memasuki trimester ketiga kehamilan. Karena pada saat ini otak si Kecil berkembang dengan sangat pesat.


Pada dasarnya, dengan menjalani gaya hidup sehat, menjaga asupan makanan dan menghindari hal yang dapat merugikan janin merupakan cara terbaik untuk menjamin perkembangan dan pertumbuhan si Kecil. Jangan sampai Ibu tertekan jika tidak melakukan stimulasi untuk si Kecil yang dapat mengakibatkan stres.

Kecerdasan si Kecil tidak hanya ditentukan pada bagaimana saat proses kehamilan saja. Setelah melahirkan, Ibu tetap harus memperhatikan gaya hidup sehat dan terbiasa mengonsumsi makanan bernutrisi agar menjadi contoh baik untuk si Kecil. Dengan lingkungan yang baik si Kecil pasti akan tumbuh Cepat Tangkap, Aktif Bergerak dan Tumbuh Sesuai.

Artikel Sejenis